WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Bekasi Dukung Penuh Peringatan Hari Santri 2026

Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Kota Bekasi Tahun 2026 dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober, diawali dengan pawai dengan rute Asrama Haji Bekasi ke Alun-Alun Bekasi, kemudian dilanjutkan Upacara Hari Santri di Alun-Alun Bekasi. Ribuan santri dari puluhan pesantren turut menyemarakkan peringatan yang terinspirasi dari Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 tersebut.

BAZNAS Kota Bekasi mendukung penuh peringatan Hari Santri melalui berbagai program, mulai dari pelatihan teknisi AC bagi 20 santri dari 10 pesantren senilai Rp40 juta, bantuan dakwah-advokasi peringatan HSN senilai Rp28.950.000, bantuan kepada madrasah (MI, MTs, MA) yang sebagian berada di bawah naungan pesantren senilai Rp1.085.000.000. Semua program tersebut adalah wujud nyata keberpihakan BAZNAS terhadap pondok pesantren.

Ketua BAZNAS Kota Bekasi Sudarsono menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kota Bekasi. Menurutnya, santri memiliki peran sejarah yang signifikan dalam rangka memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Ia berharap, santri dapat mengisi dan mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam sambutannya menyebut bahwa tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” bermakna bahwa santri memiliki tanggungjawab yang sama dalam menentukan masa depan bangsa, melalui ilmu, pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang mereka kuasai. Tri juga menilai bahwa santri dapat mengambil peran sebagai pendidik, pengusaha, bahkan pemimpin bangsa.

“Tapi yang harus membedakan antara santri dan yang bukan santri adalah integritasnya, akhlaknya. Apalagi dalam menyambut usia 100 tahun Indonesia di tahun 2045, santri harus menjadi aktor perubahan, bukan hanya penonton. Santri harus mampu dan berani tampil, berkomunikasi, mengemukakan pendapat, dan berani mengoreksi hal-hal yang tidak baik,” ujar Tri Adhianto.

22/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bekasi
BAZNAS Bantu Mr. X, Pemulung Telantar dan Sakit Gula

Jum’at sore (16/10) seorang relawan LPB MUI Kota Bekasi mendatangi kantor BAZNAS Kota Bekasi. Ia melaporkan ada orang telantar di sekitaran Jl. Kemakmuran, Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dengan kondisi sakit; kakinya terluka cukup parah karena penyakit gula. Akhirnya orang telantar yang dalam berkas administrasi diberi nama Mr. X dibawa ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi.

 

Di RSUD, Mr. X mendapat perawatan intensif serta fasilitas medis yang memadai. “Waktu kami temukan dan bawa ke RSUD kondisinya sudah terbaring, tidak bisa berdiri. Harus dibawa ke rumah sakit,” ungkap relawan, Nasrul, Senin, 19 Oktober 2026.

 

Mr. X yang belakangan diketahui bernama Joko, 66 tahun, bekerja sebagai pemulung di Jl. Kemakmuran selama bertahun-tahun. Warga Tegal, Jawa Tengah, itu memang hidup sebatangkara, tidak lagi memiliki keluarga. Akhirnya ia memilih hidup menggelandang. Jika sudah sembuh, rencananya Joko akan ditempatkan di rumah singgah untuk sementara waktu.

 

“Sebetulnya dulu sudah pernah sakit yang sama, dirawat di RSUD juga, tapi karena saya enggak punya rumah, enggak punya uang dan keluarga, akhirnya dibantu relawan, dibantu Dinsos juga. Sekarang dibantu BAZNAS, terima kasih buat semuanya yang sudah membantu,” kata Joko.

 

Meski sudah dipenuhi kebutuhannya, Nasrul menyebut terdapat beberapa keperluan yang dibutuhkan Joko, laiknya popok, air minum, tisu, dan barang-barang pribadi lainnya. Penyerahan bantuan juga disaksikan langsung oleh pihak Manager on Duty (MOD) RSUD CAM Kota Bekasi, sebagai bagian dari sinergi antar-lembaga. 

 

“Karena yang dikelola oleh BAZNAS Kota Bekasi adalah dana zakat, infak, sedekah yang berasal dari ASN di Kota Bekasi, maka kami ajak OPD dan lembaga pemerintah untuk terlibat dalam proses penyaluran bantuan, agar transparan, sehingga muncul trust,” ungkap Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi Syamsul Badri Islamy.

20/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bekasi
Ibnu Sabil Asal Kepri Ini Kembali Ke Kota Bekasi untuk Berterima Kasih

Seorang pria datang ke kantor BAZNAS Kota Bekasi dengan air muka yang begitu cerah. Ia mencari amil BAZNAS Kota Bekasi yang dulu pernah membantunya. Ditanya-tanya petugas, ia cuma bilang ingin berterima kasih. “Berterima kasih untuk apa?” tanya Ludi, tim media BAZNAS, kepada pria tersebut. 

 

“Karena saya dulu dibantu sampai bisa pulang kampung,” kata pria yang belakangan diketahui bernama Andi Laksamana, warga Perum Cipta Permata Recidence RT 004 RW 004 Desa Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Senin, 19 Oktober 2026.

 

Perihal siapa amil yang membantunya, ia lupa nama, tetapi kemudian ingatannya samar-sama kembali saat ditemui Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi Syamsul Badri Islamy. “Iya, kayaknya beliau,” kata Andi, meski agak ragu. Syamsul sendiri sama sekali lupa dengan sosok Andi.

 

Setelah ditelusuri di berkas administrasi, Andi memang pernah dibantu BAZNAS Kota Bekasi untuk pulang kampung ke Kepri pada 12 Februari 2026. Saat itu Andi tengah melakukan perjalanan dari Cilacap menuju kampung halamannya tetapi kehabisan bekal sesampainya di Kota Bekasi.

 

“Waktu itu saya diantarkan ke terminal, dibelikan tiket kalau tidak salah seharga Rp350 ribu. Memang tidak sampai di depan rumah, tapi dengan bantuan tiket bus saja sudah sangat membantu saya sampai di Kepri. Saya selalu ingat momen itu, dan bertekad untuk mampir ke BAZNAS kalau ke Bekasi,” ujar pria 48 tahun itu.

 

Selain lupa, Syamsul mengaku tak menyangka akan ada ibnu sabil, apalagi dari tempat yang cukup jauh, kembali ke Kota Bekasi sekadar untuk mengucapkan terima kasih dan memberikan buah tangan. Ia pun mendoakan semoga hidup baru yang tengah diupayakan Andi mendapat kemudahan.

 

“Karena membantu warga yang membutuhkan sudah menjadi tugas harian seorang amil, tidak ada intensi apa pun dalam menjalankan kewajiban tersebut, dan apalagi itu memang sudah menjadi hak mereka, jadi kami cukup surprise kalau ada yang bela-belain jauh-jauh ke Bekasi ‘hanya’ untuk berterima kasih,” pungkasnya.

19/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bekasi
Santuni Warga Pomel yang Terseret Ombak di Sukabumi

Niat hati touring bersama tujuh orang kawannya, Muhammad Zubair (18 tahun) dan Zaki (17 tahun), terseret ombak di Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

 

Jasad warga Jl. Bojong Nangka 4 No 22 RT 002 RW 008 Kel. Jatirahayu, Kec. Pondok Melati, Kota Bekasi itu baru ditemukan tiga hari kemudian di hari Selasa (13/10), lalu dibawa ke RSUD Jampang Kulon, untuk kemudian dijemput keluarga.

 

“Yang nemuin pun nelayan sebab selama tiga hari Tim SAR sudah nyari-nyari tapi belum ketemu,” kata Saini Rusmini, ibunda Zubair, saat menerima tim BAZNAS Kota Bekasi di kediamannya pada Jum’at, 16 Oktober 2026.

 

BAZNAS Kota Bekasi takziyah ke rumah almarhum Zubair sekaligus menyerahkan santunan duka. Bantuan yang diberikan merupakan dana zakat/ infak yang berasal dari para muzaki/ munfik yang dikelola oleh BAZNAS.

 

Saini menyampaikan terima kasih atas bantuan yang beliau terima. Ibu tiga anak tersebut sempat cerita bahwa kepergian putranya cukup membuatnya terpukul, apalagi suaminya belum genap setahun meninggal.

 

Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi Syamsul Badri Islamy menyampaikan pertamakali mendengar ada kabar warga Pondok Melati tenggelam di Sukabumi dari relawan di Pondok Melati.

 

“Segera kami tugaskan relawan untuk kroscek, lalu memproses pemberkasan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Tidak lama setelahnya, bantuan langsung kami antarkan kepada keluarga almarhum,” kata Syamsul.

 

Ia juga mengajak masyarakat Kota Bekasi untuk mendoakan Zubair dan Zaki, semoga almarhum diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

16/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bekasi
BAZNAS Kota Bekasi Santuni Keluarga Korban Kebakaran di Kotabaru

Kebakaran melanda sebuah rumah di Jl. Pepaya 2 RT 008 RW 005 Kel. Kotabaru, Kec. Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 01.00 dini hari. Warga yang pulas akhirnya dibangunkan oleh suara gemeletak api yang melalap ruang tamu rumah tersebut. Upaya pemadaman swadaya dilakukan, sebelum akhirnya petugas pemadam datang.

 

Kebakaran ini tidak hanya menyisakan sedih sebab hilangnya tempat tinggal, tetapi lebih dari itu; ada rasa kehilangan yang begitu dalam sebab sang tuan rumah, Abdullah Muhammad, 72 tahun, meninggal dunia dalam kondisi terjebak di dalam ruang tamu saat peristiwa kebakaran itu terjadi. Almarhum sudah beberapa tahun mengidap stroke, dan ia di rumah sendiri malam itu. Anaknya yang biasa mendampingi almarhum tengah menunggui putranya yang opname di rumah sakit.

 

“Nggak kepikiran sama sekali kebakaran. Waktu pertama dengar kabar kebakaran, saya langsung lemas, karena sempat ditelepon nggak nyambung karena hp saya silent,” ujar Riansyah Hidayat, putra almarum. “Sesampainya di rumah, saya langsung ditenangkan tetangga, disuruh sabar. Saya ngecek motor, bisa diselamatkan (terparkir di depan rumah), saya mikir, kalau motor bisa dikeluarin, harusnya bapak saya selamat.” 

 

Paginya, pihak kelurahan menghubungi BAZNAS Kota Bekasi agar shahibul musibah memperoleh haknya sebagai mustahik. Maka pada 15 Oktober 2026, didampingi Camat Bekasi Barat Andi Kristanto Puryandaru, Lurah Kotabaru Endang Kusnandi, serta jajaran pengurus RT dan RW setempat, BAZNAS Kota Bekasi menyalurkan santunan kematian dan bantuan kebencanaan yang diterima langsung oleh putra almarhum, Riansyah Hidayat. 

 

Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi Syamsul Badri Islamy menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam memberikan layanan secara cepat dan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan. “Tidak selalu masyarakat yang datang ke BAZNAS. Ketika situasi force majeure seperti bencana, kami jemput bola. Administrasi tetap dilengkapi, tapi sambil jalan,” kata dia.

 

Riansyah Hidayat menyambut baik bantuan yang diberikan BAZNAS Kota Bekasi. Apalagi kondisi rumahnya belum bisa ditempati. Saat ini ia dan keluarganya menumpang di rumah tetangga di seberang rumahnya. Tidak hanya BAZNAS, beberapa lembaga lain seperti Dinsos, PMI, termasuk Ibu Wali Kota Wiwiek Hargono juga turut memberikan santunan—wujud nyata sinergi antar-stakeholder dalam merespons persoalan warga.

16/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bekasi

Berita Terbaru

BTB Kota Bekasi Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir
BTB Kota Bekasi Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir
Banjir pada Selasa (4/3/2025) disebut-sebut lebih parah daripada banjir pada 2020 lalu. Sejumlah wilayah tergenang air hingga 3 meter dengan jumlah pengungsi 30.000 KK lebih. BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Bekasi mengerahkan personel untuk membantu proses evakuasi. BTB RI dan BTB Jabar pun menurunkan dua unit perahu karet di wilayah PGP. Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi Syamsul Badri Islamy mengatakan, luasnya sebaran banjir membuat personel BTB disebar. “Kami melakukan evakuasi di Kp Lebak di pagi hari. Agak siang di Margajaya, malamnya di PGP. Di hari pertama kami juga memberikan 800 porsi makanan siap saji,” kata dia. BAZNAS Kota Bekasi langsung merespons banjir sejak hari pertama, hingga Minggu (9/3), walaupun kantornya di Islamic Center sendiri tergenang banjir dan sempat lumpuh dua hari. Selain makanan siap saji, BAZNAS Kota Bekasi juga memberikan bantuan popok bayi, obat-obatan, alat kebersihan, pakaian layak pakai, sajian takjil dan fasilitas dapur air. “Kami all out membantu warga sebagai wujud menunaikan amanah para muzaki. BAZNAS Kota Bekasi juga siap menerima dan menyalurkan infak-sedekah dari para donatur,” pungkasnya.
BERITA05/03/2025 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
HUT BAZNAS ke-24: BAZNAS Kota Bekasi Menggelar Khatmil Quran dan Doa Bersama
HUT BAZNAS ke-24: BAZNAS Kota Bekasi Menggelar Khatmil Quran dan Doa Bersama
BAZNAS Kota Bekasi memperingati hari ulang tahun ke-24 BAZNAS, dengan tema "Cahaya Zakat: Keajaiban Muzaki dan Mustahik", yang dikemas dengan kegiatan khatmil qur'an dan doa bersama yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Bekasi didampingi oleh Kasubag TU Kemenag Kota Bekasi, Mahasiswa Binaan BAZNAS Kota Bekasi, serta Relawan BAZNAS Kota Bekasi.Tema ini mengingatkan kita akan pentingnya zakat dalam membangun kesejahteraan asyarakat dan keharmonisan sosial. 24 tahun menandakan sebuah kedewasaan lembaga akan pengalaman dan pengetahuan yang luas serta siap menghadapi tantangan baru.BAZNAS Kota Bekasi yakin bahwa melalui zakat, kita dapat menyebarkan kebaikan, meringankan beban orang lain, dan menciptakan keadilan sosial. Selamat hari ulang tahun ke-24 untuk BAZNAS, semoga selalu terus menjadi sumber cahaya bagi masyarakat dan memperkuat kepedulian sosial.
BERITA17/01/2025 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
TEBUS 64 IJAZAH; KOLABORASI BAZNAS KOTA BEKASI DENGAN SEKOLAH DAN ORANG TUA SISWA
TEBUS 64 IJAZAH; KOLABORASI BAZNAS KOTA BEKASI DENGAN SEKOLAH DAN ORANG TUA SISWA
BAZNAS Kota Bekasi membantu 64 siswa/i dari keluarga dhuafa yang ijazahnya belum diserahterimakan karena terkendala biaya, dengan sistem cash on delivery (COD)- BAZNAS Kota Bekasi membayar tunggakan, sekolah menyerahkan ijazah kepada siswa/ orangtuanya- pada Kamis, 16 Januari 2025.BAZNAS Kota Bekasi tidak sendiri, Kami juga mengajak partisipasi sekolah untuk memberikan keringan biaya tunggakan, serta mengajak orangtua siswa untuk turut berkontribusi dalam proses penebusan ijazah. pertama, agar tidak ada ketergantungan terhadap BAZNAS Kota Bekasi, dan kedua, karena total tunggakan cukup tinggi.
BERITA16/01/2025 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
BAZNAS Kota Bekasi Salurkan Sembako Santri dan Beasiswa S2 Pesantren pada HSN 2024
BAZNAS Kota Bekasi Salurkan Sembako Santri dan Beasiswa S2 Pesantren pada HSN 2024
Di momen peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Kota Bekasi tahun 2024, BAZNAS Kota Bekasi menyalurkan bantuan sembako kepada 5095 santri yang berasal dari 73 pesantren dan beasiswa pascasarjana kepada 13 guru pesantren dan guru madrasah. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan pada saat upacara HSN Kota Bekasi di Alun-Alun M. Hasibuan Kota Bekasi, Selasa, 22 Oktober 2024 yang dihadiri Sekda Kota Bekasi, unsur Forkopimda, dan pesantren se-Kota Bekasi. “Secara keseluruhan, BAZNAS Kota Bekasi menyalurkan bantuan Rp394.780.000 yang terdiri dari bantuan sembako berupa beras, minyak goreng, dan mi instan Rp199.780.500 dan bantuan pendidikan S2 sampai lulus senilai Rp195.000.000,” ungkap Ketua BAZNAS Kota Bekasi Nurul Akmal. Ketua FKPP Kota Bekasi KH. Ismail Anwar menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan BAZNAS Kota Bekasi dan menganggap bantuan tersebut adalah wujud kepedulian dan keberpihakan BAZNAS dalam upaya melahirkan generasi muda yang cerdas, agamis, dan berakhlak. Sekda Kota Bekasi Junaedi juga menegaskan perhatian Pemkot Bekasi dalam mendukung pondok pesantren dengan mengalokasikan hibah APBD Rp8 miliar setiap tahunnya. Dalam sambutan Menteri Agama yang dibacakan olehnya, Junaedi berpesan bahwa santri bertugas melanjutkan perjuangan kiai. “Santri bisa jadi presiden seperti KH. Abdurrahman Wahid, santri bisa menjadi wakil presiden seperti KH. Ma’ruf Amin, santri bisa menjadi menteri, birokrat, pengusaha, ilmuan, apa saja. Kuncinya serius dalam berjihad. Kalau dulu berjihad dengan senjata, sekarang berjihad dengan pena,” ungkapnya.
BERITA22/10/2024 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
BERBAGI KEBAHAGIAAN DENGAN 560 GURU NGAJI LEKAR
BERBAGI KEBAHAGIAAN DENGAN 560 GURU NGAJI LEKAR
“Lekar” adalah meja kecil, biasanya terbuat dari kayu, yang dipakai mengaji para santri usia anak-anak di perkampungan di daerah Betawi. Di wilayah lain boleh jadi istilahnya beda, atau serupa. BAZNAS Kota Bekasi mengabadikan istilah lekar ke dalam program kerja di RKAT sebagai bagian dari upaya menghidupkan kearifan lokal. Guru ngaji lekar adalah profesi yang sepi dari perhatian. Jalan para guru ngaji lekar tidak banyak dipilih karena tidak menjanjikan keuntungan pragmatik, kecuali kebahagiaan berbagi ilmu dan pahala kelak di akhirat. Mereka adalah orang-orang yang menjalankan aktivitas dari hati, penuh dedikasi, demi mencerdaskan kehidupan bangsa. Karenanya BAZNAS Kota Bekasi dalam program kerjanya tahun 2024 merencanakan pendistribusian zakat, infak, sedekah (ZIS) kepada para guru ngaji lekar sebanyak 560 orang (per kelurahan 10 orang) dengan nominal bantuan Rp1 juta diberikan secara tunai (via transfer) dan Rp200 ribu diberikan dalam bentuk jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan. Bentuk bantuan yang demikian juga merupakan pengembangan dari program di tahun sebelumnya, yang Rp1,2 juta secara penuh diterima oleh mustahik. Kami berpikir, agar lebih punya dampak jangka panjang, maka bantuan yang sebelumnya konsumtif dikonversi menjadi jaminan sosial, kalau belum bisa menjadi produktif sepenuhnya. Dengan BPJS Ketenagakerjaan, profesi informal seperti guru ngaji lekar memiliki jaminan apabila terjadi—nauzubillah—kecelakaan kerja atau kematian. Visi jaminan tersebut sebetulnya selaras dengan garis besar program BAZNAS Kota Bekasi, di mana ada bantuan kematian dan bantuan sakit, dan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan dalam hal ini adalah bentuk pendistribusian zakat yang lebih modern. Semoga dengan program ini para guru ngaji lekar yang sebagian besar belum tersentuh oleh perhatian pemerintah sedikit mendapat angin segar, dan zakat/ infak yang diterima menjadi keberkahan bagi penerima manfaatnya sendiri maupun bagi muzaki/ munfik yang telah berderma melalui BAZNAS Kota Bekasi.
BERITA07/09/2024 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
SIAP ADOPSI TATA KELOLA ZAKAT HASIL STUDI TIRU KE BAZNAS KOTA BATAM
SIAP ADOPSI TATA KELOLA ZAKAT HASIL STUDI TIRU KE BAZNAS KOTA BATAM
Dalam menyambut program kerja tahun 2025, BAZNAS Kota Bekasi kulakan inspirasi dari BAZNAS Kota Batam, Kepulauan Riau, 19-21 Agustus 2024. BAZNAS Kota Batam memiliki keunggulan di sejumlah hal. Di bidang pengumpulan, BAZNAS Kota Batam menargetkan pengumpulan tahun 2024 di angka Rp22,2 miliar dan pada bulan Agustus sudah tercapai 54% atau Rp12 miliar. Mereka melakukan masifikasi pengumpulan melalui platform digital, iklan di ruang publik (transportasi umum), dan bekerjasama dengan Kemenag untuk melakukan pencatatan pengumpulan di UPZ masjid dan musala, di samping pengumpulan oleh UPZ di lembaga pemerintah. Dalam hal pendistribusian, BAZNAS Kota Batam memiliki program unggulan yaitu 13 program pendayagunaan. Di antara yang menonjol; Rumah Sehat BAZNAS (RSB), Rumah Tahfidz, Z-Chicken, Z-Mart, dan Z-Auto. Program-program tersebut adalah wujud keberpihakan BAZNAS Kota Batam yang lebih memprioritaskan program pendayagunaan yang memiliki dampak jangka panjang. “Lainnya adalah dalam hal publikasi, sebetulnya program BAZNAS Kota Batam dan BAZNAS Kota Bekasi tidak beda jauh, tetapi memang Batam cukup memprioritaskan branding dan publikasi sehingga program-program mereka lebih terekspose,” ungkap Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Bekasi Sriyono. Dalam hal pelaporan, BAZNAS Kota Batam berkomitmen terhadap penerapan Sistem Informasi BAZNAS (SIMBA), yang mereka manfaatkan sebagai database muzaki dan penerimaan zakat, mustahik dan penyaluran zakat, pencatatan semua transaksi dan pelaporan baik harian, mingguan, bulanan, tahunan. Bahkan proses audit pun sudah berbasis SIMBA. Sementara dalam hal administrasi, SDM, dan umum, BAZNAS Kota Batam sudah memiliki gedung sendiri yang dibeli menggunakan dana fisabilillah dan infak umum, yang dilegitimasi oleh keputusan MUI Kota Batam. Struktur organisasi BAZNAS Kota Batam juga berjenjang, tidak langsung dari Pimpinan ke Amil Pelaksana.
BERITA22/08/2024 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
PT. QUALITA INDONESIA SALURKAN ZAKAT PERUSAHAAN
PT. QUALITA INDONESIA SALURKAN ZAKAT PERUSAHAAN
PT Qualita Indonesia, Summarecon Bekasi telah menunaikan kewajiban zakat perusahaan sebesar Rp169.801.483,- (10/5). Penyerahan simbolis serta pemberian bukti setor zakat perusahaan dihadiri oleh Pimpinan Bidang Pengumpulan dan Sosialiasasi BAZNAS Kota Bekasi beserta staf, serta Bidang Keuangan PT Qualita Indonesia (16/5). Terima kasih atas kepercayaan PT Qualita Indonesia, Summarecon Bekasi dalam menunaikan kewajiban zakat perusahaannya melalui BAZNAS Kota Bekasi. "Semoga Allah memberimu ganjaran atas pemberianmu. Dan menjadikannya sarana penyucian bagimu. Serta memberimu keberkahan dalam harta yang masih ada padamu."
BERITA16/05/2024 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
BAZNAS KOTA BEKASI SALURKAN ZAKAT FITRAH DAN INFAK UNTUK IMAM DAN MARBOT MUSHOLLA
BAZNAS KOTA BEKASI SALURKAN ZAKAT FITRAH DAN INFAK UNTUK IMAM DAN MARBOT MUSHOLLA
BAZNAS Kota Bekasi mendistribusikan bantuan zakat fitrah dan infak kepada imam dan marbot musholla, Sabtu, 6 April 2024 di Aula Muzdalifah Islamic Centre Bekasi. Jumlah imam yang menerima bantuan 493 orang, masing-masing menerima Rp1.200.000,- sementara marbot 438 orang, masing-masing menerima Rp750.000,- Bantuan imam dan marbot mushola adalah salah satu di antara delapan program pendistribusian di bulan Ramadan 1445 H/ 2024 M. Program lainnya telah terdistribusi dengan mekanisme transfer melalui bank. Para imam dan marbot penerima bantuan bersyukur dan berterima kasih kepada para muzaki yang telah menunaikan zakat dan infaknya melalui BAZNAS Kota Bekasi. “Alhamdulillah kami mendapat perhatian dari BAZNAS Kota Bekasi sehingga kita semua dapat bergembira di momen Idul Fitri ini,” kata Aminullah, imam dari musholla Al Huda, Mustikajaya. BAZNAS Kota Bekasi selama Ramadan ini menerima dan menyalur-kan zakat fitrah dari umat muslim Kota Bekasi untuk didistribusikan kepada para fuqara dan masakin. Sejumlah pihak yang tidak masuk kategori fakir miskin, menerima bantuan yang bersumber dari zakat maal atau infak. Ketua BAZNAS Kota Bekasi Nurul Akmal menyampaikan, imam dan marbot adalah pihak yang telah berjuang bertahun-tahun dalam mendakwahkan agama Islam, nyaris tanpa gaji dan berbekal keikhlasan. “Oleh karena itu, kami memiliki tanggung jawab untuk ikut memikirkan para imam dan marbot musholla, memikirkan kesejahteraan mereka, terutama di momen menjelang Idul Fitri,” kata Nurul Akmal.
BERITA06/04/2024 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
BAZNAS KOTA BEKASI SALURKAN ZAKAT FITRAH & ZAKAT MAAL
BAZNAS KOTA BEKASI SALURKAN ZAKAT FITRAH & ZAKAT MAAL
BAZNAS Kota Bekasi menyalurkan zakat fitrah dan zakat maal untuk tujuh program dengan total penerima manfaat 4.703 mustahik dengan total nominal Rp1.975.560.000,- Dana tersebut disalurkan untuk pendistribusian program Bantuan Linmas (1.713 PM), Sembako Lansia (336), Amil Jenazah (149 PM), Marbot Mushola (560 PM), Guru TPQ (120 PM), Sembako Dhuafa (625 PM), dan Santunan Yatim (1.200 PM). Sebagian program telah disalurkan secara transfer dan sebagian lainnya didistribusikan dalam bentuk sembako dan secara cash. Diperkirakan semua program yang bersumberdari zakat fitrah akan rampung sebelum Idul Fitri. Ketua BAZNAS Kota Bekasi Nurul Akmal menyampaikan rasa bahagianya karena telah menunaikan kewajiban menyalurkan zakat fitrah yang telah dihimpun. “Semoga kebahagiaan ini menular kepada para mustahik yang hari ini secara simbolis menerima bantuan zakat,” kata dia.
BERITA03/04/2024 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
1200 ANAK YATIM DISANTUNI
1200 ANAK YATIM DISANTUNI
Di bulan Ramadan ini, BAZNAS Kota Bekasi mendistribusikan bantuan 1200 yatim melalui kecamatan. Teknisnya, kelurahan melalui Kessos mendata anak-anak yatim dhuafa yang ada di wilayah untuk diusulkan ke kecamatan kemudian diajukan secara kolektif ke BAZNAS Kota Bekasi dengan melengkapi berkas KTP Kota Bekasi, KK, dan akter kelahiran. “Oleh kecamatan pendistribusiannya dilakukan secara bertahap, per kelurahan. Biasanya dilakukan pada saat tarawih keliling, atau pada saat buka bersama, atau di pagi hari. Tergantung kelurahan,” kata Wakil Ketua II BAZNAS Kota Bekasi Ayi Nurdin. Ia merinci, per kelurahan mendapat kuota santunan yatim sebanyak 25 orang, dikali 56 kelurahan, sehingga total keseluruhan 1200 yatim. Masing-masing anak mendapat Rp150.000,- Pada Kamis (21/3) BAZNAS Kota Bekasi hadir menyaksikan penyaluran bantuan yatim di Masjid Al Ikhlash Kelurahan Margahayu Kecamatan Bekasi Timur. Ketua BAZNAS Kota Bekasi Nurul Akmal ikut menyerahkan santunan kepada penerima manfaat. “Santunan yang diberikan adalah amanah dari muzaki untuk disalurkan kepada yang berhak. Semoga bantuan ini menggembirakan anak-anak dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri,” kata dia. Camat Bekasi Timur Fitri Widyati menilai bahwa bantuan BAZNAS Kota Bekasi tepat sasaran dan telah merata disalurkan ke seluruh wilayah. Sinergi antara BAZNAS Kota Bekasi terutama dengan Kecamatan Bekasi Timur ia harapkan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
BERITA21/03/2024 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
BAZNAS KOTA BEKASI SALURKAN BEASISWA S2 DI HSN 2023
BAZNAS KOTA BEKASI SALURKAN BEASISWA S2 DI HSN 2023
BAZNAS Kota Bekasi menyalurkan bantuan beasiswa pascasarjana untuk 10 guru pondok pesantren di Kota Bekasi dalam momen peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Kota Bekasi, di Alun-Alun Kota Bekasi, Minggu, 22 Oktober 2023. Ketua BAZNAS Kota Bekasi Nurul Akmal menyampaikan, bantuan beasiswa S2 diberikan dengan tujuan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia pesantren melalui program zakat produktif. Peningkatan kualitas SDM tersebut pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mustahik. “Kami bekerjasama dengan Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kota Bekasi dalam hal rekrutmen, dengan syarat dan ketentuan yang disepakati antarpihak. 10 guru pondok pesantren itu nanti akan BAZNAS Kota Bekasi biayai 100% sampai lulus,” ungkap Akmal. Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Bekasi KH. Mulyadi Efendi merespons positif program bantuan kuliah S2. Menurutnya, bantuan kepada komunitas pesantren sudah selayaknya tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif. “Tentu kita perlu melakukan evaluasi secara berkala untuk memformulasikan pendistribusian zakat bagi mustahik di lingkungan pesantren yang efektif dan berdampak besar. Menurut saya pemberian beasiswa S2 ini adalah terobosan yang luar biasa,” kata Pengasuh Ponpes Fathimiyah tersebut. Kasubag Tata Usaha Kementerian Agama H. Abdul Syakur juga menyampaikan apresiasi atas program beasiswa S2 yang diberikan BAZNAS Kota Bekasi kepada guru pesantren. Menurut Syakur, peningkatan kualitas SDM di lingkungan pesantren penting karena guru yang berkualitas akan melahirkan santri yang berprestasi. Sementara Pengasuh Ponpes Sirojul Munir KH. Saifuddin Siroj menilai bahwa pemberian beasiswa S2 kepada guru pesantren merupakan langkah visioner. Ia berharap para guru penerima beasiswa turut serta mensyiarkan zakat dan BAZNAS Kota Bekasi sebagai lembaga pengelolanya kepada masyarakat muslim Kota Bekasi. Hari Santri Nasional (HSN) Kota Bekasi 2023 diperingati dengan kegiatan kirab dari Asrama Haji Bekasi sampai Alun-Alun Kota Bekasi, dilanjutkan dengan upacara, serta pembacaan Resolusi Jihad dan Ikrar Santri yang diikuti oleh 6000 santri dari seluruh pesantren yang ada. 60 mahasiswa binaan BAZNAS Kota Bekasi ikut dalam kegiatan itu.
BERITA23/10/2023 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Bekasi.

Lihat Daftar Rekening →