WhatsApp Icon
Baznas Kota Bekasi Optimalkan Penghimpunan ZIS Lewat Sinergi dengan PDAM Tirta Patriot

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi terus memperkuat sinergi dengan berbagai institusi dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui silaturahmi ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot Kota Bekasi guna mengaktifkan kembali Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan perusahaan daerah tersebut.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu dihadiri langsung oleh Direktur Utama PDAM Tirta Patriot Ali Imam Faryadi, didampingi Sekretaris Perusahaan (Sekper) beserta sejumlah pejabat di lingkungan PDAM Tirta Patriot. Dari pihak Baznas Kota Bekasi hadir jajaran pimpinan dan pengurus yang membahas penguatan kerja sama dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan perusahaan.

Direktur Utama PDAM Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Baznas Kota Bekasi dalam meningkatkan penghimpunan dana sosial keagamaan melalui kolaborasi bersama BUMD.

Menurut Imam, sinergi antara PDAM Tirta Patriot dan Baznas Kota Bekasi merupakan langkah positif yang tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas.

“Kami menyambut baik kolaborasi dan sinergi ini. Menurut kami, kerja sama seperti ini sangat penting untuk kemaslahatan umat. Mudah-mudahan menjadi keberkahan bagi PDAM Tirta Patriot dan masyarakat Kota Bekasi pada umumnya,” ujar Ali Imam Faryadi.

 

Sebagai bentuk komitmen nyata, PDAM Tirta Patriot juga membuka peluang bagi Baznas Kota Bekasi untuk melakukan penghimpunan infak secara langsung melalui program Rabu Bersedekah dengan menempatkan kotak infak di lingkungan perusahaan.

Untuk menjamin tata kelola yang transparan dan akuntabel, Imam menjelaskan bahwa setiap kotak infak akan menggunakan sistem dua kunci.

“Nanti kotak infak yang kita sediakan memiliki dua kunci. Satu dipegang Baznas dan satu lagi oleh pihak PDAM, sehingga tercipta transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan maupun pengumpulan dana infak,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Kota Bekasi Bidang Pengumpulan dan Sosialisasi, Muhammad Nurcholiq menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PDAM Tirta Patriot terhadap penguatan pengelolaan zakat di Kota Bekasi.

Menurutnya, diaktifkannya kembali UPZ menjadi langkah penting untuk memudahkan para direksi maupun sekitar 700 karyawan PDAM Tirta Patriot dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi yang dibentuk pemerintah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Direksi PDAM Tirta Patriot yang telah memberikan lampu hijau kepada Baznas Kota Bekasi untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah dari direksi maupun seluruh karyawan. Dana yang dihimpun dari umat nantinya akan kembali disalurkan kepada umat melalui berbagai program pemberdayaan, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan sosial yang dijalankan Baznas,” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa Baznas merupakan lembaga resmi yang diberikan kewenangan oleh pemerintah untuk mengoptimalkan potensi zakat di Kota Bekasi secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Baznas juga optimistis kolaborasi ini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penghimpunan ZIS. Dengan jumlah pegawai PDAM Tirta Patriot yang mencapai sekitar 700 orang, potensi zakat, infak, dan sedekah yang dapat dihimpun dinilai cukup besar untuk memperluas manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Semakin besar penghimpunan zakat, infak, dan sedekah, maka semakin luas pula jangkauan bantuan yang dapat diberikan kepada para mustahik. Inilah semangat kami, bergerak bersama dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut silaturahmi dengan PDAM Tirta Patriot merupakan langkah awal Baznas Kota Bekasi pada periode kepengurusan saat ini dalam membangun kemitraan strategis dengan badan usaha milik Pemerintah Kota Bekasi.

“Ini menjadi langkah awal kami pada periode kepengurusan saat ini. Mudah-mudahan setelah PDAM, perusahaan daerah lainnya milik Pemerintah Kota Bekasi seperti BPRS Patriot juga dapat bersinergi bersama Baznas untuk meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah. Semakin besar dana yang terhimpun, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat Kota Bekasi,” pungkasnya.

Melalui penguatan UPZ di lingkungan BUMD, Baznas Kota Bekasi berharap potensi zakat di Kota Bekasi dapat tergali secara optimal sehingga mampu memperkuat program-program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan, kesehatan, serta bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dengan semangat “Bergerak dan Berdampak”, Baznas Kota Bekasi terus membangun kolaborasi bersama pemerintah daerah, BUMD, dunia usaha, dan masyarakat untuk mewujudkan pengelolaan zakat yang semakin kuat, profesional, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.

21/07/2026 | Kontributor: Humas Baznas Kota Bekasi
Dua Tahun Menatap Sunyinya Plafon Kamar, Senyum Mak Zubaedah Kembali Merekah Berkat Kursi Roda BAZNAS

Bagi sebagian orang, dua tahun mungkin terasa berlalu begitu cepat. Namun bagi Zubaedah (56), kurun waktu tersebut adalah rangkaian hari panjang yang melelahkan. Sejak sepasang kakinya tak lagi mampu menopang tubuh akibat penyakit kronis yang dideritanya selama 15 tahun terakhir, dunia perempuan paruh baya ini langsung menyusut dan hanya sebatas hamparan kasur kapuk serta plafon kamarnya di RW 09, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

 

Di dalam ruang sempit itu, ia hanya bisa memendam satu impian sederhana: ingin kembali melihat dunia luar dengan posisi tegak, bukan berbaring dalam kepasrahan. Harapan itu sebenarnya sempat melambung tinggi ketika seorang kerabat berbaik hati meminjamkan sebuah kursi roda. Sayang, asa tersebut layu sebelum berkembang. Alat bantu gerak itu terpaksa dikembalikan karena sang pemilik mendadak harus menggunakannya. Zubaedah pun terlempar kembali ke rutinitas lamanya, mendekap sepi dalam tatapan kosong.

 

Namun takdir baik menjemputnya pada Kamis (16/7/2026). Air mata Zubaedah yang biasanya menetes karena menahan lara, hari itu tumpah menjadi aliran kebahagiaan. Sebuah kursi roda baru berkelir hitam mengkilap kini terparkir di ruang tamunya, menandai berakhirnya penantian panjang sang ibu.

 

Binar Mata yang Sempat Redup

Kehadiran Wakil Ketua BAZNAS Kota Bekasi Bidang Pendistribusian, Ahmad Tasori, yang mengantarkan langsung bantuan tersebut ke rumahnya, seketika mencairkan suasana. Zubaedah tak kuasa membendung tangis harunya. Dengan jemari yang gemetar menahan getar emosi, ia memeluk erat sandaran kursi roda barunya seolah takut kehilangan asa untuk kedua kalinya.

“Terima kasih… terima kasih banyak BAZNAS. Akhirnya saya bisa keluar, bisa lihat matahari lagi,” isak Zubaedah terbata-bata dengan suara parau yang sarat rasa syukur.

Bagi Zubaedah, sarana ini bukan sekadar alat bantu medis pengusir penat. Ini adalah tiket kebebasannya untuk kembali mereguk hangatnya mentari pagi, serta menyapa para tetangga yang selama bertahun-tahun ini suaranya hanya bisa ia dengar sayup-sayup dari balik dinding kamar.

 

Titik balik ini tercipta berkat kepekaan Iskandar, Ketua RW 09 Kelurahan Jatikramat. Begitu menerima laporan mengenai kondisi memprihatinkan yang dialami salah satu warganya, Iskandar bergerak cepat tanpa menunda waktu. Ia segera menghimpun berkas administrasi dan mengajukan permohonan bantuan ke kantor BAZNAS Kota Bekasi.

“Begitu saya memvalidasi kondisinya di lapangan, hari itu juga berkasnya saya urus. Alhamdulillah, birokrasi di BAZNAS Kota Bekasi sangat responsif dan tidak berbelit-belit. Tidak butuh waktu lama, permohonan kami langsung disetujui dan unitnya langsung dikirim hari ini,” ujar Iskandar dengan nada lega.

Layanan Aktif: BAZNAS Selalu Siap Sedia Stok Alat Kesehatan

Di lokasi yang sama, Ahmad Tasori menegaskan bahwa eksekusi cepat ini bisa terlaksana karena BAZNAS Kota Bekasi memiliki Program Bantuan Alat Kesehatan yang terstruktur. Program ini sengaja dirancang untuk merespons kasus-kasus darurat yang membutuhkan penanganan instan tanpa hambatan birokrasi.

 

Ia mengungkapkan bahwa institusinya selalu memastikan ketersediaan (ready stock) alat bantu kesehatan seperti kursi roda, tongkat penyangga, hingga kasur dekubitus di gudang logistik mereka. Pola penyediaan stok ini sengaja diterapkan agar ketika ada laporan warga miskin yang sakit atau lumpuh masuk dan terverifikasi, bantuan bisa langsung diterjunkan tanpa perlu menunggu proses pengadaan yang memakan waktu lama.

 

“Kami berkomitmen penuh untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang berada dalam jerat keterbatasan ekonomi dan kedaruratan medis. Kami tidak ingin warga menunggu lama dalam penderitaannya. Melihat senyum murni dan air mata bahagia Bu Zubaedah hari ini adalah energi terbesar bagi kerja-kerja kemanusiaan kami,” ungkap Ahmad Tasori di sela-sela penyerahan bantuan.

Kini, lembaran baru dalam hidup Zubaedah resmi dimulai. Di atas kursi roda barunya, ia tidak hanya mendapatkan kembali kebebasan mobilitas fisiknya, tetapi juga merajut kembali martabat serta secercah harapan yang sempat redup di balik sunyinya kamar.

16/07/2026 | Kontributor: Humas Baznas Kota Bekasi
BAZNAS Kota Bekasi Pulangkan Lansia Terlantar, Layanan Ibnu Sabil Hadir Memuliakan Musafir yang Kesulitan

BEKASI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi kembali menghadirkan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan melalui program Layanan Mustahik Ramah Lansia untuk asnaf Ibnu Sabil. Program ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan ekonomi, tetapi juga menjadi solusi bagi warga yang mengalami kesulitan dalam perjalanan.

Penerima manfaat kali ini adalah Greini Andriani (60), seorang ibu dua anak asal Lingkungan Kantin RT 01 RW 08, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. Ia datang ke Kota Bekasi dengan harapan bertemu sanak keluarganya untuk meminta bantuan modal usaha.

Berbekal uang sebesar Rp300 ribu yang diperoleh dari hasil meminjam kepada tetangganya di kampung, Greini berangkat menuju Kota Bekasi. Namun harapannya tidak berjalan sesuai rencana. Alamat yang dituju sulit ditemukan, sementara nomor telepon yang dimilikinya tidak dapat dihubungi.

Selama hampir 10 hari, Greini berkeliling Kota Bekasi mencari keberadaan keluarganya. Seluruh bekal yang dibawanya habis untuk kebutuhan makan dan transportasi. Dalam kondisi kebingungan dan tanpa biaya untuk kembali ke kampung halaman, ia akhirnya mendatangi Polres Metro Bekasi Kota untuk memohon pertolongan.

“Petugas kepolisian kemudian memberikan surat pengantar agar Greini mendapatkan bantuan dari BAZNAS Kota Bekasi,” kata Greini saat ditemui di kantor Baznas, Selasa (30/6/2026).

Setibanya di Kantor BAZNAS Kota Bekasi di Jalan Belut Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Greini diterima oleh petugas layanan mustahik. Setelah mendengarkan kisah yang dialaminya, BAZNAS langsung memberikan layanan kepada Greini sebagai penerima manfaat kategori asnaf Ibnu Sabil.

Wakil Ketua BAZNAS Kota Bekasi Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Ahmad Tasori, bahkan mengantar Greini secara langsung menuju Stasiun Bekasi agar dapat kembali ke kampung halamannya dengan aman.

Dalam perjalanan menuju stasiun, keduanya berbincang hangat. Greini menceritakan perjuangan hidupnya sebagai seorang ibu yang tetap berusaha mencari tambahan modal demi mempertahankan usahanya. Sementara itu, Ahmad Tasori memberikan semangat agar ia tidak kehilangan harapan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya.

Ahmad Tasori mengatakan bahwa pelayanan kepada Greini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Bekasi dalam memuliakan para mustahik, khususnya mereka yang masuk dalam kategori asnaf Ibnu Sabil, yakni orang yang mengalami kesulitan atau kehabisan bekal dalam perjalanan.

“Layanan ini merupakan amanah dari para muzaki, munfik, dan muhsinin yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Kota Bekasi. Berkat kepedulian mereka, kami dapat hadir membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk para musafir yang mengalami kesulitan di perjalanan,” ujar Ahmad Tasori.

Ia menjelaskan bahwa BAZNAS Kota Bekasi terus berupaya menghadirkan pelayanan yang cepat, humanis, dan ramah terhadap kelompok rentan seperti lansia, sehingga mereka dapat memperoleh pertolongan dengan layak dan bermartabat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfik, dan para muhsinin yang telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan telah menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” katanya.

Ahmad Tasori juga mengajak masyarakat Kota Bekasi untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Bekasi agar semakin banyak mustahik yang dapat dilayani.

“Mari bersama-sama menjadi bagian dari ikhtiar memuliakan sesama. Semoga semakin banyak masyarakat yang mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak mustahik, termasuk para lansia dan asnaf Ibnu Sabil yang membutuhkan uluran tangan,” tutupnya.

30/06/2026 | Kontributor: Humas Baznas Kota Bekasi
Baznas Bekasi-Dompet Dhuafa Evakuasi Warga Lumpuh di Jatiasih

BEKASI – Kepedulian terhadap warga prasejahtera terus diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi melalui kolaborasi bersama Dompet Dhuafa, Minggu (28/6/2026).

Kedua lembaga amal dan kemanusiaan tersebut mengevakuasi seorang warga penyintas stroke yang hidup sebatang kara di wilayah Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, untuk selanjutnya dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Warga tersebut diketahui bernama Widiantoro (44), berasal dari Desa Patemon, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Selama berada di Kota Bekasi, Widiantoro tinggal seorang diri dengan kondisi kesehatan yang terus menurun akibat menderita stroke hingga mengalami kelumpuhan dan kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Rencananya, Widiantoro akan dipulangkan ke kampung halamannya menggunakan mobil ambulans agar dapat berkumpul kembali dengan keluarganya dan memperoleh pendampingan serta perawatan yang lebih baik.

Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Bekasi, Syamsul Badri, mengatakan proses evakuasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai keberadaan seorang warga yang mengalami sakit stroke dan membutuhkan pertolongan.

“Awalnya kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang warga yang mengalami stroke dan hidup seorang diri dalam kondisi yang sangat memprihatinkan di wilayah Kelurahan Jatiluhur. Setelah menerima laporan tersebut, kami langsung melakukan asesmen ke lokasi bersama tim,” ujar Syamsul Badri.

Dari hasil asesmen, Baznas Kota Bekasi menilai bahwa Widiantoro membutuhkan penanganan segera, termasuk pemulangan ke daerah asalnya agar dapat kembali berada di lingkungan keluarga yang dapat memberikan perhatian dan dukungan selama proses pemulihan.

Untuk mempercepat proses kemanusiaan tersebut, Baznas Kota Bekasi menggandeng Dompet Dhuafa dalam penyediaan layanan ambulans dan pendampingan selama perjalanan menuju Kabupaten Kebumen.

Menurut Syamsul, kolaborasi antarlembaga kemanusiaan menjadi salah satu langkah efektif dalam memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami mengucapkan terimaj kasih kepada Dompet Dhuafa yang turut berkolaborasi dalam proses evakuasi ini. Sinergi seperti ini sangat penting agar masyarakat yang membutuhkan bisa segera mendapatkan bantuan secara maksimal,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah melaporkan kondisi Widiantoro sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan warga yang membutuhkan bantuan sosial maupun layanan kemanusiaan. Insya Allah Baznas Kota Bekasi akan berupaya hadir memberikan solusi sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimiliki,” tambahnya.

Melalui program kemanusiaan ini, Baznas Kota Bekasi kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat rentan, khususnya warga prasejahtera yang membutuhkan penanganan darurat, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga kemanusiaan demi menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

28/06/2026 | Kontributor: Humas Baznas Kota Bekasi
Tingkatkan Layanan Mustahik Baznas Kota Bekasi Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

KOTA BEKASI –  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat guna memastikan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tepat sasaran sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Seluruh bantuan yang disalurkan difokuskan kepada para mustahik yang termasuk dalam delapan kelompok penerima zakat (asnaf), dengan mengedepankan prinsip profesional, akuntabel, dan transparan.

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Kota Bekasi, BAZNAS berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program bantuan reguler yang dapat diakses setiap hari kerja. Kantor layanan BAZNAS Kota Bekasi dibuka setiap Senin hingga Jumat, melayani pengajuan berbagai jenis bantuan sosial dan kemanusiaan.

Ahmad Tasori, Wakil Ketua BAZNAS Kota Bekasi Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan menyampaikan bahwa setiap permohonan yang masuk akan melalui proses verifikasi dan asesmen agar bantuan yang diberikan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak sesuai kategori delapan asnaf.

“Prinsip kami adalah memastikan setiap dana zakat yang dititipkan oleh para muzaki dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada mustahik yang memang membutuhkan. Oleh karena itu, setiap pengajuan dilakukan melalui proses administrasi dan survei lapangan sehingga penyalurannya sesuai ketentuan syariah dan tepat manfaat,” ujarnya.

Dalam operasional sehari-hari, BAZNAS Kota Bekasi menerima rata-rata 30 hingga 45 berkas permohonan bantuan dari masyarakat. Permohonan tersebut berasal dari berbagai kategori kebutuhan, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga kebutuhan sosial lainnya dalam bentuk proposal.

Pada sektor kesehatan, BAZNAS Kota Bekasi menyediakan berbagai layanan bantuan, di antaranya bantuan biaya pengobatan, serta penyediaan alat bantu kesehatan seperti kursi roda, tongkat bantu jalan, alat bantu dengar, dan berbagai kebutuhan medis lainnya bagi masyarakat kurang mampu.

Sementara di bidang pendidikan, BAZNAS memberikan bantuan untuk tunggakan SPP bagi siswa tingkat SD, SMP, dan SMA yang berasal dari keluarga prasejahtera. Selain itu, tersedia pula bantuan penyelesaian tugas akhir atau skripsi bagi siswa, sehingga mereka dapat menyelesaikan pendidikan tanpa biaya tambahan.

Tidak hanya itu, BAZNAS Kota Bekasi juga memberikan berbagai bantuan sosial lainnya, seperti bantuan biaya hidup, bantuan pengiriman, bantuan kematian, hingga pelunasan utang bagi mustahik kategori gharimin, yakni mereka yang memiliki utang karena kebutuhan yang diperbolehkan menurut syariat dan tidak mampu melunasinya.

“Seluruh layanan tersebut merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Selain program bantuan yang bersifat konsumtif, BAZNAS Kota Bekasi juga terus memperkuat program pendayagunaan zakat agar mampu memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program pendayagunaan tersebut meliputi penguatan ekonomi mustahik melalui bantuan modal usaha, pemberdayaan UMKM, pelatihan keterampilan, bantuan pendidikan berkelanjutan, program kesehatan masyarakat, hingga kegiatan sosial dan kemanusiaan lainnya. Dengan pendekatan tersebut, zakat tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi para penerima manfaat.

BAZNAS Kota Bekasi berharap semakin banyak masyarakat yang mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi. Dukungan dari para muzaki, munfiq, dunia usaha, aparatur pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat yang dinilai sangat penting untuk memperluas manfaat program-program keumatan di Kota Bekasi.

“Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menyalurkan zakat melalui BAZNAS, maka semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh warga Kota Bekasi. Kami mengajak seluruh muzaki dan munfiq untuk bersama-sama membangun kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional, amanah, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

 

Melalui penguatan layanan serta peningkatan kualitas pengelolaan zakat, BAZNAS Kota Bekasi optimistis dapat terus menjadi mitra dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi angka kemiskinan, serta menghadirkan program-program pemberdayaan yang berkelanjutan demi terwujudnya Kota Bekasi yang lebih sejahtera dan berkeadilan.

24/06/2026 | Kontributor: Humas Baznas Kota Bekasi

Berita Terbaru

Baznas Kota Bekasi Optimalkan Penghimpunan ZIS Lewat Sinergi dengan PDAM Tirta Patriot
Baznas Kota Bekasi Optimalkan Penghimpunan ZIS Lewat Sinergi dengan PDAM Tirta Patriot
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi terus memperkuat sinergi dengan berbagai institusi dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui silaturahmi ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot Kota Bekasi guna mengaktifkan kembali Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan perusahaan daerah tersebut. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu dihadiri langsung oleh Direktur Utama PDAM Tirta Patriot Ali Imam Faryadi, didampingi Sekretaris Perusahaan (Sekper) beserta sejumlah pejabat di lingkungan PDAM Tirta Patriot. Dari pihak Baznas Kota Bekasi hadir jajaran pimpinan dan pengurus yang membahas penguatan kerja sama dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan perusahaan. Direktur Utama PDAM Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Baznas Kota Bekasi dalam meningkatkan penghimpunan dana sosial keagamaan melalui kolaborasi bersama BUMD. Menurut Imam, sinergi antara PDAM Tirta Patriot dan Baznas Kota Bekasi merupakan langkah positif yang tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas. “Kami menyambut baik kolaborasi dan sinergi ini. Menurut kami, kerja sama seperti ini sangat penting untuk kemaslahatan umat. Mudah-mudahan menjadi keberkahan bagi PDAM Tirta Patriot dan masyarakat Kota Bekasi pada umumnya,” ujar Ali Imam Faryadi. Sebagai bentuk komitmen nyata, PDAM Tirta Patriot juga membuka peluang bagi Baznas Kota Bekasi untuk melakukan penghimpunan infak secara langsung melalui program Rabu Bersedekah dengan menempatkan kotak infak di lingkungan perusahaan. Untuk menjamin tata kelola yang transparan dan akuntabel, Imam menjelaskan bahwa setiap kotak infak akan menggunakan sistem dua kunci. “Nanti kotak infak yang kita sediakan memiliki dua kunci. Satu dipegang Baznas dan satu lagi oleh pihak PDAM, sehingga tercipta transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan maupun pengumpulan dana infak,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Kota Bekasi Bidang Pengumpulan dan Sosialisasi, Muhammad Nurcholiq menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PDAM Tirta Patriot terhadap penguatan pengelolaan zakat di Kota Bekasi. Menurutnya, diaktifkannya kembali UPZ menjadi langkah penting untuk memudahkan para direksi maupun sekitar 700 karyawan PDAM Tirta Patriot dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Direksi PDAM Tirta Patriot yang telah memberikan lampu hijau kepada Baznas Kota Bekasi untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah dari direksi maupun seluruh karyawan. Dana yang dihimpun dari umat nantinya akan kembali disalurkan kepada umat melalui berbagai program pemberdayaan, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan sosial yang dijalankan Baznas,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Baznas merupakan lembaga resmi yang diberikan kewenangan oleh pemerintah untuk mengoptimalkan potensi zakat di Kota Bekasi secara profesional, transparan, dan akuntabel. Baznas juga optimistis kolaborasi ini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penghimpunan ZIS. Dengan jumlah pegawai PDAM Tirta Patriot yang mencapai sekitar 700 orang, potensi zakat, infak, dan sedekah yang dapat dihimpun dinilai cukup besar untuk memperluas manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. “Semakin besar penghimpunan zakat, infak, dan sedekah, maka semakin luas pula jangkauan bantuan yang dapat diberikan kepada para mustahik. Inilah semangat kami, bergerak bersama dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menyebut silaturahmi dengan PDAM Tirta Patriot merupakan langkah awal Baznas Kota Bekasi pada periode kepengurusan saat ini dalam membangun kemitraan strategis dengan badan usaha milik Pemerintah Kota Bekasi. “Ini menjadi langkah awal kami pada periode kepengurusan saat ini. Mudah-mudahan setelah PDAM, perusahaan daerah lainnya milik Pemerintah Kota Bekasi seperti BPRS Patriot juga dapat bersinergi bersama Baznas untuk meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah. Semakin besar dana yang terhimpun, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat Kota Bekasi,” pungkasnya. Melalui penguatan UPZ di lingkungan BUMD, Baznas Kota Bekasi berharap potensi zakat di Kota Bekasi dapat tergali secara optimal sehingga mampu memperkuat program-program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan, kesehatan, serta bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan semangat “Bergerak dan Berdampak”, Baznas Kota Bekasi terus membangun kolaborasi bersama pemerintah daerah, BUMD, dunia usaha, dan masyarakat untuk mewujudkan pengelolaan zakat yang semakin kuat, profesional, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.
BERITA21/07/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
Dua Tahun Menatap Sunyinya Plafon Kamar, Senyum Mak Zubaedah Kembali Merekah Berkat Kursi Roda BAZNAS
Dua Tahun Menatap Sunyinya Plafon Kamar, Senyum Mak Zubaedah Kembali Merekah Berkat Kursi Roda BAZNAS
Bagi sebagian orang, dua tahun mungkin terasa berlalu begitu cepat. Namun bagi Zubaedah (56), kurun waktu tersebut adalah rangkaian hari panjang yang melelahkan. Sejak sepasang kakinya tak lagi mampu menopang tubuh akibat penyakit kronis yang dideritanya selama 15 tahun terakhir, dunia perempuan paruh baya ini langsung menyusut dan hanya sebatas hamparan kasur kapuk serta plafon kamarnya di RW 09, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Di dalam ruang sempit itu, ia hanya bisa memendam satu impian sederhana: ingin kembali melihat dunia luar dengan posisi tegak, bukan berbaring dalam kepasrahan. Harapan itu sebenarnya sempat melambung tinggi ketika seorang kerabat berbaik hati meminjamkan sebuah kursi roda. Sayang, asa tersebut layu sebelum berkembang. Alat bantu gerak itu terpaksa dikembalikan karena sang pemilik mendadak harus menggunakannya. Zubaedah pun terlempar kembali ke rutinitas lamanya, mendekap sepi dalam tatapan kosong. Namun takdir baik menjemputnya pada Kamis (16/7/2026). Air mata Zubaedah yang biasanya menetes karena menahan lara, hari itu tumpah menjadi aliran kebahagiaan. Sebuah kursi roda baru berkelir hitam mengkilap kini terparkir di ruang tamunya, menandai berakhirnya penantian panjang sang ibu. Binar Mata yang Sempat Redup Kehadiran Wakil Ketua BAZNAS Kota Bekasi Bidang Pendistribusian, Ahmad Tasori, yang mengantarkan langsung bantuan tersebut ke rumahnya, seketika mencairkan suasana. Zubaedah tak kuasa membendung tangis harunya. Dengan jemari yang gemetar menahan getar emosi, ia memeluk erat sandaran kursi roda barunya seolah takut kehilangan asa untuk kedua kalinya. “Terima kasih… terima kasih banyak BAZNAS. Akhirnya saya bisa keluar, bisa lihat matahari lagi,” isak Zubaedah terbata-bata dengan suara parau yang sarat rasa syukur. Bagi Zubaedah, sarana ini bukan sekadar alat bantu medis pengusir penat. Ini adalah tiket kebebasannya untuk kembali mereguk hangatnya mentari pagi, serta menyapa para tetangga yang selama bertahun-tahun ini suaranya hanya bisa ia dengar sayup-sayup dari balik dinding kamar. Titik balik ini tercipta berkat kepekaan Iskandar, Ketua RW 09 Kelurahan Jatikramat. Begitu menerima laporan mengenai kondisi memprihatinkan yang dialami salah satu warganya, Iskandar bergerak cepat tanpa menunda waktu. Ia segera menghimpun berkas administrasi dan mengajukan permohonan bantuan ke kantor BAZNAS Kota Bekasi. “Begitu saya memvalidasi kondisinya di lapangan, hari itu juga berkasnya saya urus. Alhamdulillah, birokrasi di BAZNAS Kota Bekasi sangat responsif dan tidak berbelit-belit. Tidak butuh waktu lama, permohonan kami langsung disetujui dan unitnya langsung dikirim hari ini,” ujar Iskandar dengan nada lega. Layanan Aktif: BAZNAS Selalu Siap Sedia Stok Alat Kesehatan Di lokasi yang sama, Ahmad Tasori menegaskan bahwa eksekusi cepat ini bisa terlaksana karena BAZNAS Kota Bekasi memiliki Program Bantuan Alat Kesehatan yang terstruktur. Program ini sengaja dirancang untuk merespons kasus-kasus darurat yang membutuhkan penanganan instan tanpa hambatan birokrasi. Ia mengungkapkan bahwa institusinya selalu memastikan ketersediaan (ready stock) alat bantu kesehatan seperti kursi roda, tongkat penyangga, hingga kasur dekubitus di gudang logistik mereka. Pola penyediaan stok ini sengaja diterapkan agar ketika ada laporan warga miskin yang sakit atau lumpuh masuk dan terverifikasi, bantuan bisa langsung diterjunkan tanpa perlu menunggu proses pengadaan yang memakan waktu lama. “Kami berkomitmen penuh untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang berada dalam jerat keterbatasan ekonomi dan kedaruratan medis. Kami tidak ingin warga menunggu lama dalam penderitaannya. Melihat senyum murni dan air mata bahagia Bu Zubaedah hari ini adalah energi terbesar bagi kerja-kerja kemanusiaan kami,” ungkap Ahmad Tasori di sela-sela penyerahan bantuan. Kini, lembaran baru dalam hidup Zubaedah resmi dimulai. Di atas kursi roda barunya, ia tidak hanya mendapatkan kembali kebebasan mobilitas fisiknya, tetapi juga merajut kembali martabat serta secercah harapan yang sempat redup di balik sunyinya kamar.
BERITA16/07/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
BAZNAS Kota Bekasi Pulangkan Lansia Terlantar, Layanan Ibnu Sabil Hadir Memuliakan Musafir yang Kesulitan
BAZNAS Kota Bekasi Pulangkan Lansia Terlantar, Layanan Ibnu Sabil Hadir Memuliakan Musafir yang Kesulitan
BEKASI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi kembali menghadirkan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan melalui program Layanan Mustahik Ramah Lansia untuk asnaf Ibnu Sabil. Program ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan ekonomi, tetapi juga menjadi solusi bagi warga yang mengalami kesulitan dalam perjalanan. Penerima manfaat kali ini adalah Greini Andriani (60), seorang ibu dua anak asal Lingkungan Kantin RT 01 RW 08, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. Ia datang ke Kota Bekasi dengan harapan bertemu sanak keluarganya untuk meminta bantuan modal usaha. Berbekal uang sebesar Rp300 ribu yang diperoleh dari hasil meminjam kepada tetangganya di kampung, Greini berangkat menuju Kota Bekasi. Namun harapannya tidak berjalan sesuai rencana. Alamat yang dituju sulit ditemukan, sementara nomor telepon yang dimilikinya tidak dapat dihubungi. Selama hampir 10 hari, Greini berkeliling Kota Bekasi mencari keberadaan keluarganya. Seluruh bekal yang dibawanya habis untuk kebutuhan makan dan transportasi. Dalam kondisi kebingungan dan tanpa biaya untuk kembali ke kampung halaman, ia akhirnya mendatangi Polres Metro Bekasi Kota untuk memohon pertolongan. “Petugas kepolisian kemudian memberikan surat pengantar agar Greini mendapatkan bantuan dari BAZNAS Kota Bekasi,” kata Greini saat ditemui di kantor Baznas, Selasa (30/6/2026). Setibanya di Kantor BAZNAS Kota Bekasi di Jalan Belut Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Greini diterima oleh petugas layanan mustahik. Setelah mendengarkan kisah yang dialaminya, BAZNAS langsung memberikan layanan kepada Greini sebagai penerima manfaat kategori asnaf Ibnu Sabil. Wakil Ketua BAZNAS Kota Bekasi Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Ahmad Tasori, bahkan mengantar Greini secara langsung menuju Stasiun Bekasi agar dapat kembali ke kampung halamannya dengan aman. Dalam perjalanan menuju stasiun, keduanya berbincang hangat. Greini menceritakan perjuangan hidupnya sebagai seorang ibu yang tetap berusaha mencari tambahan modal demi mempertahankan usahanya. Sementara itu, Ahmad Tasori memberikan semangat agar ia tidak kehilangan harapan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya. Ahmad Tasori mengatakan bahwa pelayanan kepada Greini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Bekasi dalam memuliakan para mustahik, khususnya mereka yang masuk dalam kategori asnaf Ibnu Sabil, yakni orang yang mengalami kesulitan atau kehabisan bekal dalam perjalanan. “Layanan ini merupakan amanah dari para muzaki, munfik, dan muhsinin yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Kota Bekasi. Berkat kepedulian mereka, kami dapat hadir membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk para musafir yang mengalami kesulitan di perjalanan,” ujar Ahmad Tasori. Ia menjelaskan bahwa BAZNAS Kota Bekasi terus berupaya menghadirkan pelayanan yang cepat, humanis, dan ramah terhadap kelompok rentan seperti lansia, sehingga mereka dapat memperoleh pertolongan dengan layak dan bermartabat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfik, dan para muhsinin yang telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan telah menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” katanya. Ahmad Tasori juga mengajak masyarakat Kota Bekasi untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Bekasi agar semakin banyak mustahik yang dapat dilayani. “Mari bersama-sama menjadi bagian dari ikhtiar memuliakan sesama. Semoga semakin banyak masyarakat yang mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak mustahik, termasuk para lansia dan asnaf Ibnu Sabil yang membutuhkan uluran tangan,” tutupnya.
BERITA30/06/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
Baznas Bekasi-Dompet Dhuafa Evakuasi Warga Lumpuh di Jatiasih
Baznas Bekasi-Dompet Dhuafa Evakuasi Warga Lumpuh di Jatiasih
BEKASI – Kepedulian terhadap warga prasejahtera terus diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi melalui kolaborasi bersama Dompet Dhuafa, Minggu (28/6/2026). Kedua lembaga amal dan kemanusiaan tersebut mengevakuasi seorang warga penyintas stroke yang hidup sebatang kara di wilayah Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, untuk selanjutnya dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Warga tersebut diketahui bernama Widiantoro (44), berasal dari Desa Patemon, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Selama berada di Kota Bekasi, Widiantoro tinggal seorang diri dengan kondisi kesehatan yang terus menurun akibat menderita stroke hingga mengalami kelumpuhan dan kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Rencananya, Widiantoro akan dipulangkan ke kampung halamannya menggunakan mobil ambulans agar dapat berkumpul kembali dengan keluarganya dan memperoleh pendampingan serta perawatan yang lebih baik. Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Bekasi, Syamsul Badri, mengatakan proses evakuasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai keberadaan seorang warga yang mengalami sakit stroke dan membutuhkan pertolongan. “Awalnya kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang warga yang mengalami stroke dan hidup seorang diri dalam kondisi yang sangat memprihatinkan di wilayah Kelurahan Jatiluhur. Setelah menerima laporan tersebut, kami langsung melakukan asesmen ke lokasi bersama tim,” ujar Syamsul Badri. Dari hasil asesmen, Baznas Kota Bekasi menilai bahwa Widiantoro membutuhkan penanganan segera, termasuk pemulangan ke daerah asalnya agar dapat kembali berada di lingkungan keluarga yang dapat memberikan perhatian dan dukungan selama proses pemulihan. Untuk mempercepat proses kemanusiaan tersebut, Baznas Kota Bekasi menggandeng Dompet Dhuafa dalam penyediaan layanan ambulans dan pendampingan selama perjalanan menuju Kabupaten Kebumen. Menurut Syamsul, kolaborasi antarlembaga kemanusiaan menjadi salah satu langkah efektif dalam memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kami mengucapkan terimaj kasih kepada Dompet Dhuafa yang turut berkolaborasi dalam proses evakuasi ini. Sinergi seperti ini sangat penting agar masyarakat yang membutuhkan bisa segera mendapatkan bantuan secara maksimal,” katanya. Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah melaporkan kondisi Widiantoro sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan warga yang membutuhkan bantuan sosial maupun layanan kemanusiaan. Insya Allah Baznas Kota Bekasi akan berupaya hadir memberikan solusi sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimiliki,” tambahnya. Melalui program kemanusiaan ini, Baznas Kota Bekasi kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat rentan, khususnya warga prasejahtera yang membutuhkan penanganan darurat, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga kemanusiaan demi menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
BERITA28/06/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
Tingkatkan Layanan Mustahik Baznas Kota Bekasi Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Tingkatkan Layanan Mustahik Baznas Kota Bekasi Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
KOTA BEKASI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat guna memastikan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tepat sasaran sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Seluruh bantuan yang disalurkan difokuskan kepada para mustahik yang termasuk dalam delapan kelompok penerima zakat (asnaf), dengan mengedepankan prinsip profesional, akuntabel, dan transparan. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Kota Bekasi, BAZNAS berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program bantuan reguler yang dapat diakses setiap hari kerja. Kantor layanan BAZNAS Kota Bekasi dibuka setiap Senin hingga Jumat, melayani pengajuan berbagai jenis bantuan sosial dan kemanusiaan. Ahmad Tasori, Wakil Ketua BAZNAS Kota Bekasi Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan menyampaikan bahwa setiap permohonan yang masuk akan melalui proses verifikasi dan asesmen agar bantuan yang diberikan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak sesuai kategori delapan asnaf. “Prinsip kami adalah memastikan setiap dana zakat yang dititipkan oleh para muzaki dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada mustahik yang memang membutuhkan. Oleh karena itu, setiap pengajuan dilakukan melalui proses administrasi dan survei lapangan sehingga penyalurannya sesuai ketentuan syariah dan tepat manfaat,” ujarnya. Dalam operasional sehari-hari, BAZNAS Kota Bekasi menerima rata-rata 30 hingga 45 berkas permohonan bantuan dari masyarakat. Permohonan tersebut berasal dari berbagai kategori kebutuhan, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga kebutuhan sosial lainnya dalam bentuk proposal. Pada sektor kesehatan, BAZNAS Kota Bekasi menyediakan berbagai layanan bantuan, di antaranya bantuan biaya pengobatan, serta penyediaan alat bantu kesehatan seperti kursi roda, tongkat bantu jalan, alat bantu dengar, dan berbagai kebutuhan medis lainnya bagi masyarakat kurang mampu. Sementara di bidang pendidikan, BAZNAS memberikan bantuan untuk tunggakan SPP bagi siswa tingkat SD, SMP, dan SMA yang berasal dari keluarga prasejahtera. Selain itu, tersedia pula bantuan penyelesaian tugas akhir atau skripsi bagi siswa, sehingga mereka dapat menyelesaikan pendidikan tanpa biaya tambahan. Tidak hanya itu, BAZNAS Kota Bekasi juga memberikan berbagai bantuan sosial lainnya, seperti bantuan biaya hidup, bantuan pengiriman, bantuan kematian, hingga pelunasan utang bagi mustahik kategori gharimin, yakni mereka yang memiliki utang karena kebutuhan yang diperbolehkan menurut syariat dan tidak mampu melunasinya. “Seluruh layanan tersebut merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya. Selain program bantuan yang bersifat konsumtif, BAZNAS Kota Bekasi juga terus memperkuat program pendayagunaan zakat agar mampu memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program pendayagunaan tersebut meliputi penguatan ekonomi mustahik melalui bantuan modal usaha, pemberdayaan UMKM, pelatihan keterampilan, bantuan pendidikan berkelanjutan, program kesehatan masyarakat, hingga kegiatan sosial dan kemanusiaan lainnya. Dengan pendekatan tersebut, zakat tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi para penerima manfaat. BAZNAS Kota Bekasi berharap semakin banyak masyarakat yang mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi. Dukungan dari para muzaki, munfiq, dunia usaha, aparatur pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat yang dinilai sangat penting untuk memperluas manfaat program-program keumatan di Kota Bekasi. “Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menyalurkan zakat melalui BAZNAS, maka semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh warga Kota Bekasi. Kami mengajak seluruh muzaki dan munfiq untuk bersama-sama membangun kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional, amanah, transparan, dan akuntabel,” ujarnya. Melalui penguatan layanan serta peningkatan kualitas pengelolaan zakat, BAZNAS Kota Bekasi optimistis dapat terus menjadi mitra dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi angka kemiskinan, serta menghadirkan program-program pemberdayaan yang berkelanjutan demi terwujudnya Kota Bekasi yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
BERITA24/06/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
MUI Kota Bekasi Rekomendasikan Pelaku Usaha dan Karyawan Salurkan Zakat Melalui Baznas
MUI Kota Bekasi Rekomendasikan Pelaku Usaha dan Karyawan Salurkan Zakat Melalui Baznas
BEKASI – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi secara resmi mengeluarkan rekomendasi kepada seluruh pimpinan perusahaan, pelaku usaha, dan karyawan swasta di Kota Bekasi untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi. Rekomendasi tersebut tertuang dalam surat bernomor Rek.-163/DP-K.XII.XV/VI/2026 yang diterbitkan pada 12 Juni 2026, sekaligus disampaikan dalam agenda silaturahmi dan audiensi antara pengurus MUI Kota Bekasi dengan Baznas Kota Bekasi di Aula Kantor MUI Kota Bekasi, Senin (22/6/2026) Ketua Umum MUI Kota Bekasi, KH. Saifuddin Siroj, menjelaskan bahwa rekomendasi ini bertujuan memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah, dunia usaha, industri, dan masyarakat dalam mendukung berbagai program kesejahteraan umat di Kota Bekasi. Menurut MUI Kota Bekasi, zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat apabila dikelola secara profesional dan tepat sasaran. Karena itu, penghimpunan zakat melalui lembaga resmi seperti Baznas Kota Bekasi diharapkan mampu mengoptimalkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. “MUI Kota Bekasi mengimbau seluruh pimpinan perusahaan, pelaku usaha, dan karyawan swasta yang telah memenuhi syarat wajib zakat agar menunaikan Zakat Mal, Zakat Penghasilan (Profesi), Zakat Perusahaan, infak, dan sedekah melalui Baznas Kota Bekasi,” kata Saifuddin Siroj. Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara ulama dan lembaga pengelola zakat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat sekaligus mengoptimalkan penghimpunan dana sosial keagamaan yang dikelola secara profesional, amanah, dan transparan. Dalam audiensi tersebut, jajaran MUI Kota Bekasi menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program yang telah dijalankan Baznas Kota Bekasi dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dakwah, hingga bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu. MUI Kota Bekasi menilai Baznas Kota Bekasi telah menunjukkan kinerja yang baik sebagai lembaga resmi yang diberikan amanah oleh pemerintah untuk menghimpun dan mendistribusikan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang berhak menerima. Karena itu, MUI Kota Bekasi mengimbau para pelaku usaha, perusahaan, aparatur, maupun masyarakat umum agar menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas Kota Bekasi sehingga penghimpunan dana umat dapat dikelola secara lebih terintegrasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi. “Melalui Baznas, pengelolaan zakat dapat dilakukan secara profesional, akuntabel, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mustahik,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Baznas Kota Bekasi, Sudarsono menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan MUI Kota Bekasi. Dukungan tersebut dinilai menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada para muzaki serta memperkuat tata kelola zakat yang transparan dan akuntabel. Baznas Kota Bekasi juga berharap rekomendasi dari MUI Kota Bekasi dapat mendorong meningkatnya partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, sehingga potensi zakat di Kota Bekasi dapat dioptimalkan untuk membantu pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan, layanan kesehatan, dan program-program sosial lainnya. Sinergi antara MUI Kota Bekasi dan Baznas Kota Bekasi diharapkan semakin memperkuat gerakan zakat di Kota Bekasi. Dengan dukungan ulama, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, zakat tidak hanya menjadi bentuk ibadah individual, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang mampu menghadirkan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan sosial di Kota Bekasi. “Baznas Kota Bekasi sendiri terus mengembangkan berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat yang menyasar sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi produktif, kemanusiaan, dan dakwah sebagai upaya menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya.
BERITA22/06/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
BAZNAS Kota Bekasi Ramaikan Pawai Muharram
BAZNAS Kota Bekasi Ramaikan Pawai Muharram
Dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah 1448 H Tingkat Kota Bekasi Tahun 2026, BAZNAS Kota Bekasi mengikuti Pawai Muharram, start dari Plaza Pemkot Bekasi dan finish di Masjid Agung Al Barkah, pada Senin, 15 Juni 2026. BAZNAS Kota Bekasi mengerahkan seluruh Amil Pelaksana, mahasiswa penerima program beasiswa 1 RD 1 S, dan relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kota Bekasi sejumlah 50 orang, lengkap dengan atribut dan campaign zakat. Ketua BAZNAS Kota Bekasi Drs Sudarsono menyampaikan bahwa tahun baru adalah momentum kolektif masyarakat muslim untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Untuk itu, tidak lupa kita tutup lembaran tahun lalu dan memulai tahun baru dengan doa bersama. “Termasuk dalam hal kelembagaan, saya berharap di tahun 1448 H ini BAZNAS Kota Bekasi bisa lebih banyak dan lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta mampu meningkatkan kepercayaan dan akuntabilitas,” ungkapnya. Keikutsertaan BAZNAS Kota Bekasi dalam Pawai Muharram ini juga menjadi wujud sinergitas antar-lembaga, sebab persoalan yang ada di masyarakat kerapkali bersifat lintas sektoral dan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Ke depan, BAZNAS Kota Bekasi akan lebih banyak hadir dengan berbagai campaign. Sebab dengan pengelolaan yang profesional, zakat diharapkan menjadi jalan alternatif untuk menumbuhkan solidaritas dan ketahanan ekonomi masyarakat Kota Bekasi.
BERITA15/06/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
Kirim Pesan Kepada Wali Kota Bekasi, Permintaan Kursi Roda untuk Nenek Saanih Terkabul
Kirim Pesan Kepada Wali Kota Bekasi, Permintaan Kursi Roda untuk Nenek Saanih Terkabul
KOTA BEKASI – Sebagai bentuk keperdulian kepada masyarakat Kota Bekasi, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi menyalurkan bantuan berupa kursi roda bagi yang membutuhkan, Senin (15/6/2026). Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi, Samsul Badri Islamy menjelaskan bahwa pihaknya menyalurkan bantuan berupa kursi roda kepada Saanih (82) yang berlokasi di Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria. “Berawal dari anak seorang nenek Saanih mengirimkan pesan kepada Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto melalui instagram, terkait bantuan kursi roda. kemudian Wali Kota segera menginfokan kepada kami dan BAZNAS langsung menghubungi keluarga nenek Saanih untuk dimintai data sebagai penerima manfaat bantuan,” ungkapnya. “BAZNAS Kota Bekasi menyalurkan Bantuan Kemanusiaan berupa alat kesehatan, Kursi Roda untuk Nenek Saanih yg berusia 82 tahun, berlokasi Kp Pintu Air Rt 03 Rw 07 Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria,” tambahnya. Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa setelah melakukan pengajuan dan memenuhi syarat, para penerima manfaat seperti Saanih (82) langsung ditindaklanjuti oleh BAZNAS Kota Bekasi. “Hal ini merupakan bentuk respon cepat BAZNAS Kota Bekasi dalam menindaklanjuti permohonan yg masuk melalui BAZNAS untuk bantuan alat kesehatan, dalam hal ini kursi roda,” ungkapnya. (HB-1).
BERITA15/06/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
1.200 Peket Sembako Dhuafa, Baznas Kota Bekasi: Ringankan Beban Masyarakat Berpenghasilan Rendah
1.200 Peket Sembako Dhuafa, Baznas Kota Bekasi: Ringankan Beban Masyarakat Berpenghasilan Rendah
KOTA BEKASI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui program pendistribusian bantuan sembako bagi kaum dhuafa. Selama periode April hingga Mei 2026, BAZNAS Kota Bekasi telah menyalurkan sebanyak 1.200 paket sembako kepada para penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bekasi. Setiap paket bantuan sembako yang diberikan memiliki nilai sebesar Rp150 ribu dan disertai bantuan uang tunai Rp 100 ribu. Program ini merupakan salah satu bentuk penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu. Penerima manfaat program ini tidak hanya berasal dari masyarakat umum yang masuk dalam kategori dhuafa, tetapi juga para mustahik binaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang berada di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi, Ahmad Tasori, mengatakan bahwa program bantuan sembako merupakan salah satu program rutin yang dilaksanakan BAZNAS Kota Bekasi sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. “Pendistribusian bantuan sembako ini merupakan program rutin yang kami laksanakan setiap bulan. Pelaksanaannya telah disesuaikan dengan Rencana Kerja dan Angaran Tahunan (RKAT) BAZNAS Kota Bekasi sebagai bagian dari upaya memastikan dana zakat yang dihimpun dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Syamsul Badar Islami. Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu instrumen penting dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pokok dan tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga. Selain memberikan bantuan kebutuhan pangan, BAZNAS Kota Bekasi juga terus berupaya memastikan bahwa penyaluran zakat dilakukan secara tepat sasaran melalui koordinasi dengan UPZ di setiap OPD maupun jaringan relawan dan mitra yang ada di tingkat kelurahan dan kecamatan. Sejumlah penerima manfaat mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan. Mereka menyampaikan terima kasih kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Bekasi. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah berbagi rezeki melalui BAZNAS Kota Bekasi. Semoga Allah membalas kebaikan mereka dengan keberkahan yang berlipat,” ujar Maisyaroh (65) salah seorang penerima manfaat. BAZNAS Kota Bekasi berharap program bantuan sembako ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus menjadi jembatan kebaikan antara para muzaki dan mustahik. Melalui pengelolaan zakat yang amanah dan profesional, BAZNAS berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program sosial dan pemberdayaan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi. Dengan pendistribusian sebanyak 1.200 paket sembako selama dua bulan terakhir, BAZNAS Kota Bekasi kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang tidak hanya menghimpun dana umat, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan.
BERITA12/06/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
BAZNAS Kota Bekasi Salurkan Bantuan Untuk 344 Penerima Manfaat
BAZNAS Kota Bekasi Salurkan Bantuan Untuk 344 Penerima Manfaat
BEKASI – Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui penyaluran bantuan zakat, infak, dan sedekah kepada 344 penerima manfaat di Pendopo Wali Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani No 1, Bekasi Selatan, Selasa (26/5/2026). Penyaluran bantuan dilakukan secara serentak dan dibagi ke dalam tiga sesi guna menghindari penumpukan massa di area pendopo. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp260.500.000 yang berasal dari pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat, dimana lebih dari 90 persen bersumber dari zakat aparatur Pemerintah Kota Bekasi. Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi, Abdul Haris Bobihoe menyampaikan apresiasi kepada Baznas Kota Bekasi atas perannya dalam membantu masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan dan sosial. “Hari ini Baznas Kota Bekasi menyalurkan bantuan kepada 344 orang penerima manfaat. Bantuan tersebut diharapkan dapat bermanfaat dan membantu meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat,” ujar Abdul Haris Bobihoe. Dalam sambutannya, ia juga mengajak masyarakat yang telah memiliki kewajiban zakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas Kota Bekasi karena pengelolaannya dinilai telah terbukti memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Abdul Haris Bobihoe juga memberikan apresiasi kepada Baznas Kota Bekasi yang dinilai telah menjalankan amanah dengan baik dalam mengelola dana umat secara profesional dan transparan. Ia berharap Baznas Kota Bekasi dapat terus berkembang menjadi lembaga pengelola zakat yang lebih adaptif, responsif, profesional, dan modern. Adapun rincian penerima bantuan meliputi 47 orang penerima bantuan kematian, 60 orang bantuan biaya hidup, 166 orang bantuan kesehatan, 61 orang bantuan pendidikan, 7 orang bantuan tugas akhir, serta 3 orang bantuan kebencanaan. Ketua Baznas Kota Bekasi, Sudarsono menjelaskan bahwa biasanya proses pendistribusian bantuan dilakukan secara reguler di kantor Baznas. Namun, kali ini penyaluran dilakukan secara massal karena merupakan akumulasi pengajuan bantuan periode Maret dan April 2026. “Ini merupakan periode pengajuan bulan Maret dan April dengan total anggaran yang digelontorkan sebanyak Rp260.500.000,” jelas Sudarsono. Ia menambahkan bahwa momentum penyaluran bantuan kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan Hari Arafah yang memiliki nilai spiritual besar bagi umat Islam. “Selain menyalurkan bantuan, kami juga mendoakan pimpinan daerah kita, dalam hal ini Wali Kota Bekasi beserta ibu yang sedang melaksanakan ibadah haji, semoga diberikan kelancaran dan memperoleh predikat haji yang mabrur,” tambahnya. Kegiatan penyaluran bantuan turut dihadiri sejumlah pejabat dan unsur pemerintah daerah, di antaranya Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi Abdul Syakur, serta Plt Asisten Daerah II Kota Bekasi Agus Harpa Sanjaya.
BERITA26/05/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
BAZNAS Kota Bekasi Salurkan 300 Paket Sembako pada kegiatan penutupan TMMD Reguler ke 128 TA 2026
BAZNAS Kota Bekasi Salurkan 300 Paket Sembako pada kegiatan penutupan TMMD Reguler ke 128 TA 2026
Bekasi - Badan Amil Zakat Nasional Kota Bekasi menyalurkan bantuan berupa 300 paket sembako dhuafa kepada masyarakat penerima manfaat dalam kegiatan apel penutupan program Tentara Manunggal Masuk Desa ke-128 yang digelar di Lapangan Bola Perum Eraska RT 03 RW 11, Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Kamis (21/5/2026). Penyaluran bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional Kota Bekasi, Sudarsono, didampingi Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Ahmad Tasori. Dalam keterangannya, Sudarsono mengatakan bahwa BAZNAS Kota Bekasi secara rutin menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat dhuafa dan mustahik sebagai bagian dari program kerja tahunan lembaga. “Setiap bulannya kami menyalurkan sekitar 600 paket bantuan bagi para penerima manfaat atau mustahik sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan. Prinsipnya, BAZNAS akan terus berkomitmen dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi untuk ikut andil dalam berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan,” ujar Sudarsono. Ia menambahkan, keterlibatan BAZNAS dalam kegiatan penutupan TMMD ke-128 merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus dukungan terhadap program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan bersama berbagai unsur di Kota Bekasi. Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi, Ahmad Tasori, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperluas manfaat program sosial kepada masyarakat. Menurutnya, sinergi antara BAZNAS dengan berbagai pemangku kepentingan di Kota Bekasi, termasuk Tentara Nasional Indonesia, menjadi bagian dari kemitraan strategis yang perlu terus diperkuat. “Kolaborasi dan sinergisitas dengan stakeholder di Kota Bekasi, termasuk bersama TNI, merupakan mitra strategis. Mudah-mudahan hubungan baik ini dapat terus terjalin dan semakin memperkuat kolaborasi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Ahmad Tasori. Kegiatan pembagian paket sembako tersebut mendapat sambutan antusias dari warga penerima manfaat yang hadir dalam apel penutupan TMMD ke-128. Program bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat dhuafa sekaligus mempererat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kota Bekasi.
BERITA21/05/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
BAZNAS Bantu 90 Rumah Terdampak Angin Kencang di Rawalumbu
BAZNAS Bantu 90 Rumah Terdampak Angin Kencang di Rawalumbu
BAZNAS Kota Bekasi menyalurkan bantuan kepada 90 penerima manfaat warga terdampak angin kencang di Kelurahan Bojong Menteng dan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Kamis, 14 Mei 2026. Ketua BAZNAS Kota Bekasi Drs. H. Sudarsono, M.Si menyampaikan, bantuan yang diberikan BAZNAS Kota Bekasi bersumber dari zakat masyarakat muslim Kota Bekasi, khususnya dari aparatur pemerintah Kota Bekasi. “Bantuan yang diberikan mungkin tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan warga terdampak, apalagi rumah yang terkena angin sangat banyak, ada 90 rumah di satu kecamatan. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan bersifat stimulan,” kata Sudarsono. Dari hasil asesmen, angin kencang pada 15 April 2026 tersebut mengakibatkan kerusakan kategori ringan (kerusakan 10%), sedang (kerusakan 30%), dan berat (kerusakan 50%). Proses verifikasi juga melibatkan kelurahan untuk menentukan kategori-kategori tersebut. “Karena kondisinya variatif, maka nominal bantuan dari BAZNAS bersifat proporsional. Secara keseluruhan, hari ini BAZNAS menyalurkan bantuan senilai total Rp50.400.000,- untuk 90 PM,” ungkap Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan H. Ahmad Tasori. Sekretaris Kecamatan Rawalumbu Yudistira, SE, MM, menambahkan bahwa hari libur tidak menjadi hambatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kota Bekasi. Salah satu penerima bantuan, Djumono (74 tahun), mengatakan rumahnya tertimpa material sehingga atapnya hancur. Pria 74 yang berprofesi sebagai tukang becak ini mendapat bantuan kategori rusak berat dan saat ini renovasi sedang berlangsung. “Saya berterima kasih atas bantuan yang diberikan BAZNAS Kota Bekasi. Harapannya bantuan ini bisa meringankan beban kami sekeluarga,” ungkap pria yang tinggal di Kp. Markan RT 002 RW 041 Kel. Bojong Rawalumbu ini.
BERITA14/05/2026 | Syamsul Badri Islamy
Penjelasan BAZNAS RI Atas Respons Publik Terkait Laporan Keuangan 2024
Penjelasan BAZNAS RI Atas Respons Publik Terkait Laporan Keuangan 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dengan ini menyampaikan tanggapan resmi terhadap informasi di media sosial, terkait Laporan Keuangan BAZNAS Tahun 2024. BAZNAS RI menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah peduli dengan pengelolaan zakat yang dilaksanakan oleh BAZNAS RI. BAZNAS ingin menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan zakat dilaksanakan dengan komitmen tinggi terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI (3A). Tata kelola zakat di BAZNAS menerapkan sistem pengawasan berlapis yang melibatkan berbagai pihak. Laporan keuangan BAZNAS setiap tahun diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) independen, sehingga menjamin validitas dan kredibilitas angka-angka yang dilaporkan. Selain itu, BAZNAS juga menjalani audit syariah oleh tim auditor syariah yang ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah dalam setiap aktivitas pengelolaan zakat. Pengawasan fungsional secara berkala juga dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag RI, sementara secara internal BAZNAS RI memiliki Direktorat Audit, Kepatuhan dan Manajemen Risiko dan Direktorat Pengendalian dan Evaluasi yang melakukan pengawasan melekat terhadap seluruh proses bisnis lembaga. Tidak hanya itu, sebagai wujud keterbukaan informasi publik, seluruh laporan keuangan BAZNAS RI dapat diakses dan dikaji oleh masyarakat luas melalui laman resmi www.baznas.go.id, sehingga publik dapat melakukan pengawasan sosial secara mandiri. Dalam menyalurkan zakat, seluruh dana zakat yang ditunaikan oleh muzaki ke BAZNAS disalurkan kepada delapan asnaf sesuai syariat islam secara proporsional. Kedelapan asnaf tersebut ialah fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fi sabilillah dan ibnu sabil. Khusus untuk asnaf amil, Kementerian Agama melalui KMA no. 606 tahun 2020 menetapkan paling banyak 12,5 persen (1/8 bagian). Untuk asnaf lainnya, proporsi penyalurannya berdasarkan skala prioritas berbasis program guna meningkatkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan sesuai dengan tujuan dari pengelolaan zakat menurut Undang-undang no. 23 tahun 2011. Dalam postur penyaluran zakat sepanjang tahun 2024, BAZNAS RI menyalurkan dana zakat dengan porsi terbesar kepada asnaf miskin, yakni mencapai 38,4 persen dari total seluruh dana zakat yang disalurkan. Asnaf miskin sendiri merupakan salah satu dari delapan golongan penerima zakat yang secara syariah didefinisikan sebagai orang yang memiliki harta atau penghasilan, namun tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup sehari-hari bagi diri dan keluarganya, baik kebutuhan pangan, sandang, maupun papan. Penyaluran kepada asnaf miskin ini tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program-program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Untuk menjangkau asnaf miskin di wilayah perkotaan, BAZNAS RI menjalankan berbagai program ekonomi produktif seperti Z-Mart, Z-Chicken, Z-Coffee, Z-Auto, dan sejenisnya, yang memberdayakan mustahik menjadi pelaku usaha mikro binaan dengan pendampingan intensif. Sementara untuk menjangkau asnaf miskin di wilayah pedesaan, BAZNAS RI melaksanakan program Balai Ternak, Lumbung Pangan, Zakat Community Development (ZCD), serta pembiayaan mikro syariah yang menyasar petani, peternak, dan nelayan di berbagai pelosok daerah. Program-program ini dirancang untuk menciptakan dampak jangka panjang dalam mengentaskan mustahik dari garis kemiskinan. Alokasi terbesar dari Asnaf Fi Sabilillah disalurkan dalam bentuk bantuan pendidikan berupa program beasiswa Cendekia BAZNAS dalam dan luar negeri, beasiswa santri, Madrasah Layak Belajar, berbagai bantuan pendidikan yang berasal dari permohonan publik ke BAZNAS. Selain itu bantuan Fi sabililah juga disalurkan untuk dukungan bagi para dai yang bertugas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta di daerah-daerah minoritas muslim yang membutuhkan penguatan dakwah. Sementara itu terkait porsi amil yang juga menjadi sorotan, BAZNAS RI perlu menjelaskan bahwa keberadaan amil sebagai pengelola zakat secara eksplisit disebut dalam QS. al-Taubah ayat 60 sebagai salah satu dari delapan asnaf yang berhak menerima zakat. Persentase amil maksimal 12,5 persen (1/8) dari dana zakat diatur secara jelas dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 606 Tahun 2020 tentang Pedoman Audit Syariah atas Laporan Pengelolaan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah. Dari postur Laporan Keuangan BAZNAS RI 2024, telah sesuai aturan, di mana realisasi dana amil dari zakat sebesar 12,32 persen. Angka tersebut kurang dari 1/8 atau 12,5 persen dana amil sesuai ketentuan di atas. Dana ini digunakan secara proporsional dan transparan untuk belanja pegawai, belanja administrasi umum, kebutuhan operasional Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di seluruh kementerian, lembaga, BUMN, dan instansi vertikal di seluruh Indonesia dan dana Amil juga digunakan untuk pengembangan teknologi informasi. BAZNAS RI mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa merujuk pada sumber resmi milik BAZNAS yaitu laman baznas.go.id dan media sosial BAZNAS RI. Kepercayaan publik adalah amanah terbesar yang terus dijaga dengan konsistensi dan berintegritas dalam pengelolaan zakat. BAZNAS RI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan penyaluran zakat demi mewujudkan kesejahteraan umat dan percepatan penanggulangan kemiskinan di Indonesia.
BERITA03/03/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Indonesia Klarifikasi Bahwa Zakat Tidak Dipergunakan untuk Program MBG
BAZNAS Indonesia Klarifikasi Bahwa Zakat Tidak Dipergunakan untuk Program MBG
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang terkumpul dari masyarakat tidak akan dipergunakan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan oleh Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, yang menegaskan bahwa penggunaan ZIS memiliki aturan yang jelas sesuai dengan syariat Islam dan tidak dapat dialihkan untuk kepentingan di luar dari yang telah diamanahkan. Rizaludin menegaskan bahwa dana ZIS hanya dapat dialokasikan kepada delapan golongan penerima (asnaf) yang telah diatur dalam syariat Islam, seperti fakir, miskin, amil, muallaf, dan lain sebagainya. Ia menjelaskan bahwa proses penghimpunan dan pendistribusian zakat di BAZNAS harus berada dalam koridor syariah dan tidak boleh melanggar aturan yang berlaku. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program MBG didanai melalui anggaran negara, sementara dana ZIS bersumber dari amanah masyarakat dan penggunaannya diawasi ketat sesuai dengan syariat Islam. Rizaludin juga menyoroti bahwa pengelolaan zakat di BAZNAS didasarkan pada prinsip 3A, yaitu Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, sehingga tidak hanya sesuai dengan ajaran agama, tetapi juga mendukung kepentingan bangsa. Dalam pelaksanaannya, program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS di BAZNAS difokuskan pada upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, bantuan ekonomi, dan kemanusiaan bagi kelompok rentan sesuai dengan kategori delapan asnaf. Rizaludin juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas terkait penggunaan dana zakat. Ia menekankan bahwa BAZNAS menjalankan tata kelola yang transparan dan akuntabel dengan melakukan pelaporan dan audit berkala sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di website resmi BAZNAS, www.baznas.go.id.
BERITA27/02/2026 | Eman Suherman, S.Pd.I
Jamaah Subuh Ibu-Ibu Masjid Al-Huda Perumnas I Kranji Salurkan Donasi Bencana Melalui BAZNAS Kota Bekasi
Jamaah Subuh Ibu-Ibu Masjid Al-Huda Perumnas I Kranji Salurkan Donasi Bencana Melalui BAZNAS Kota Bekasi
Kota Bekasi — Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Jamaah Subuh Ibu-Ibu Masjid Al-Huda Perumnas I Kranji dengan menyalurkan donasi kemanusiaan sebesar Rp 2.550.000 melalui BAZNAS Kota Bekasi. Donasi tersebut diperuntukkan bagi para korban bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyerahan donasi ini merupakan bentuk solidaritas dan empati jamaah terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana, sekaligus wujud nyata peran aktif masyarakat dalam mendukung program kemanusiaan berbasis zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS Kota Bekasi menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kepercayaan yang diberikan oleh Jamaah Subuh Ibu-Ibu Masjid Al-Huda. Dana yang diterima akan disalurkan secara amanah, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk membantu meringankan beban para penyintas bencana. Melalui sinergi antara masyarakat dan BAZNAS, diharapkan bantuan kemanusiaan dapat memberikan manfaat nyata serta menjadi amal jariyah bagi para donatur. BAZNAS Kota Bekasi terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menebar kebaikan dan memperkuat solidaritas sosial demi kemaslahatan umat.Mari ulurkan bantuan untuk saudara kita dengan berdonasi melalui BAZNAS Kota Bekasi BJB Syariah - 0060201888888 an. BAZNAS Kota Bekasi
BERITA22/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
BKMT Alinda I RW 21 Salurkan Donasi Rp40 Juta untuk Korban Bencana Melalui BAZNAS Kota Bekasi
BKMT Alinda I RW 21 Salurkan Donasi Rp40 Juta untuk Korban Bencana Melalui BAZNAS Kota Bekasi
Bekasi, 19 Desember 2025 — BAZNAS Kota Bekasi menerima amanah donasi kemanusiaan sebesar Rp40.000.000 dari BKMT Alinda I RW 21 untuk membantu korban bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyerahan donasi ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas BKMT Alinda I RW 21 terhadap saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi ujian akibat bencana alam. Dana yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan melalui program bantuan kemanusiaan BAZNAS sesuai dengan kebutuhan para penyintas di wilayah terdampak. BAZNAS Kota Bekasi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh BKMT Alinda I RW 21. Partisipasi aktif masyarakat dalam membantu korban bencana menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang terus terjaga. Melalui donasi ini, diharapkan dapat meringankan beban para korban bencana serta membantu proses pemulihan pascabencana. BAZNAS Kota Bekasi berkomitmen untuk menyalurkan dana secara amanah dan transparan. BAZNAS Kota Bekasi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian dan berbagi kebaikan bagi sesama, khususnya bagi mereka yang sedang membutuhkan uluran tangan.Mari ulurkan bantuan untuk saudara kita dengan berdonasi melalui BAZNAS Kota Bekasi BJB Syariah - 0060201888888 an. BAZNAS Kota Bekasi
BERITA19/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
Orta Sanitary Donasikan Rp3,7 Juta untuk Korban Bencana Banjir melalui BAZNAS Kota Bekasi
Orta Sanitary Donasikan Rp3,7 Juta untuk Korban Bencana Banjir melalui BAZNAS Kota Bekasi
Bekasi, 19 Desember 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi menerima donasi kemanusiaan sebesar Rp3.700.000 dari Orta Sanitary yang diperuntukkan bagi korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Donasi tersebut disalurkan melalui BAZNAS Kota Bekasi sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial Orta Sanitary terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana. Dana yang terhimpun akan digunakan untuk mendukung kebutuhan dasar dan bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak. BAZNAS Kota Bekasi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan Orta Sanitary dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan. Peran serta dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat solidaritas dan upaya pemulihan pascabencana. Melalui bantuan ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban para korban serta mempercepat proses pemulihan di daerah terdampak. Mari ulurkan bantuan untuk saudara kita dengan berdonasi melalui BAZNAS Kota Bekasi BJB Syariah - 0060201888888 an. BAZNAS Kota Bekasi
BERITA19/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
Jamaah Masjid Baiturrahman Salurkan Donasi Rp12,8 Juta melalui BAZNAS Kota Bekasi
Jamaah Masjid Baiturrahman Salurkan Donasi Rp12,8 Juta melalui BAZNAS Kota Bekasi
Kota Bekasi — BAZNAS Kota Bekasi menerima penyaluran donasi kemanusiaan dari Jamaah Masjid Baiturrahman, Perumahan Tytyan Indah, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, untuk membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyerahan donasi tersebut dilaksanakan pada Kamis, 19 Desember 2025, bertempat di Masjid Baiturrahman Tytyan Indah. Donasi yang terkumpul sebesar Rp12.835.000 merupakan hasil partisipasi jamaah sebagai wujud kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Dana tersebut dititipkan kepada BAZNAS Kota Bekasi untuk disalurkan secara amanah, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan yang berlaku. BAZNAS Kota Bekasi mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi membantu sesama melalui penyaluran donasi kemanusiaan yang dapat disampaikan melalui BAZNAS Kota Bekasi pada rekening Bank BJB Syariah nomor 0060201888888. Dengan sinergi dan kepedulian bersama, diharapkan bantuan dapat terus disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
BERITA19/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
BAZNAS Kota Bekasi Salurkan 625 Paket Sembako untuk Dhuafa Periode Desember 2025
BAZNAS Kota Bekasi Salurkan 625 Paket Sembako untuk Dhuafa Periode Desember 2025
Bekasi, 17 Desember 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi melaksanakan kegiatan Pendistribusian Sembako Dhuafa Periode Bulan Desember 2025 pada hari Rabu, 17 Desember 2025. Kegiatan pendistribusian ini dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kota Bekasi yang beralamat di Jl. Belut Raya, RT.002/RW.006, Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat 17144. Pada kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Bekasi menyalurkan sebanyak 625 paket sembako kepada para dhuafa yang direkomendasikan oleh UPZ OPD, Kecamatan, UPP, dan SMPN di wilayah Kota Bekasi. Setiap paket sembako berisi beras 5 kilogram, teh, gula, minyak goreng, mi instan, dan susu sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan pokok para penerima manfaat. Ketua BAZNAS Kota Bekasi menyampaikan bahwa kegiatan pendistribusian sembako ini merupakan program rutin yang dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian sosial dan optimalisasi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Bekasi berharap dapat meringankan beban ekonomi masyarakat dhuafa serta meningkatkan kesejahteraan sosial. BAZNAS Kota Bekasi juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan. Tunaikan ZIS anda melalui transfer Rekening Zakat Bank BJB: 0100010054864 Bank BTN Syariah: 712.100.200.1 Bank Syariah Indonesia: 7219819767 Rekening Infaq & Sedekah Bank Muamalat: 3690019428 Bank BJB Syariah: 0060122708205 Atau melalui kotabekasi.baznas.go.id/bayarzakat
BERITA17/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
Cegah Stunting, BAZNAS Bagikan Daging Dam untuk Bumil
Cegah Stunting, BAZNAS Bagikan Daging Dam untuk Bumil
BAZNAS Kota Bekasi mendistribusikan daging Dam kepada 35 ibu hamil (bumil) di Puskesmas Karangkitri, Margahayu, Bekasi Timur, Selasa (7/10). 35 ibu hamil se-Kelurahan Margahayu tersebut menerima 5 pouch daging kambing yang diolah menjadi rendang, gulai, dan kari. Sebelumnya (6/10), daging Dam juga disalurkan kepada 6 bumil di Masjid Al Ithisom, Kaliabang Tengah, Bekasi Utara dan 10 bumil di Posyandu RW 05 Margajaya, Bekasi Selatan. Daging Dam yang dibagikan merupakan buah kebijakan Kementerian Agama RI di mana sebelum 2024 pembayaran, penyembelihan, dan pendistribusian Dam dilakukan di Tanah Suci. Tapi menurut Mazhab Hanafi, Dam boleh disalurkan di luar Tanah Suci, sehingga tahun ini Dam petugas dan jemaah haji dibayarkan melalui BAZNAS. “Pembayaran Dam/ Hadyu melalui rekening BAZNAS ini bersifat mandatori bagi petugas haji, tapi opsional bagi jemaah haji. Harga Dam yang harus dibayarkan tahun 2025 adalah 570 riyal atau Rp2.520.000,” ungkap Kepala Ditjen PHU Kemenag RI Dr. H. Zaenal Muttaqin pada saat monitoring di Kota Bekasi. Kepala UPTD Puskesmas Karangkitri dr. Hemalia M.K.K.K menyambut baik penyaluran daging Dam untuk bumil di wilayah Margahayu. Pemenuhan nutrisi dan asupan yang seimbang bagi ibu hamil penting untuk mencegah stunting. Ia juga berharap sinergi kelembagaan ini dapat terus dilanjutkan di masa yang akan datang. Ketua BAZNAS Kota Bekasi Nurul Akmal menambahkan bahwa selain tujuan yang bersifat lahiriah, ada juga tujuan yang bernuansa spiritual. Ia berharap Dam yang dikonsumsi bumil menjadi washilah lahirnya putra/ putri yang saleh/ salehah, berbakti kepada orangtua, bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara. Kota Bekasi memperoleh kuota 1.150 pouch (per pouch 200 gram) daging Dam untuk dibagikan kepada ibu hamil, pengajar agama dengan penghasilan rendah, yatim dhuafa, hingga korban bencana. Daging tersebut sudah diolah dalam bentuk kemasan yang ber-BPOM dan tersertifikat halal.
BERITA08/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Bekasi.

Lihat Daftar Rekening →