WhatsApp Icon
BAZNAS Kota Bekasi Dukung Penuh Peringatan Hari Santri 2026

Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Kota Bekasi Tahun 2026 dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober, diawali dengan pawai dengan rute Asrama Haji Bekasi ke Alun-Alun Bekasi, kemudian dilanjutkan Upacara Hari Santri di Alun-Alun Bekasi. Ribuan santri dari puluhan pesantren turut menyemarakkan peringatan yang terinspirasi dari Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 tersebut.

BAZNAS Kota Bekasi mendukung penuh peringatan Hari Santri melalui berbagai program, mulai dari pelatihan teknisi AC bagi 20 santri dari 10 pesantren senilai Rp40 juta, bantuan dakwah-advokasi peringatan HSN senilai Rp28.950.000, bantuan kepada madrasah (MI, MTs, MA) yang sebagian berada di bawah naungan pesantren senilai Rp1.085.000.000. Semua program tersebut adalah wujud nyata keberpihakan BAZNAS terhadap pondok pesantren.

Ketua BAZNAS Kota Bekasi Sudarsono menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kota Bekasi. Menurutnya, santri memiliki peran sejarah yang signifikan dalam rangka memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Ia berharap, santri dapat mengisi dan mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam sambutannya menyebut bahwa tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” bermakna bahwa santri memiliki tanggungjawab yang sama dalam menentukan masa depan bangsa, melalui ilmu, pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang mereka kuasai. Tri juga menilai bahwa santri dapat mengambil peran sebagai pendidik, pengusaha, bahkan pemimpin bangsa.

“Tapi yang harus membedakan antara santri dan yang bukan santri adalah integritasnya, akhlaknya. Apalagi dalam menyambut usia 100 tahun Indonesia di tahun 2045, santri harus menjadi aktor perubahan, bukan hanya penonton. Santri harus mampu dan berani tampil, berkomunikasi, mengemukakan pendapat, dan berani mengoreksi hal-hal yang tidak baik,” ujar Tri Adhianto.

22/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bekasi
BAZNAS Bantu Mr. X, Pemulung Telantar dan Sakit Gula

Jum’at sore (16/10) seorang relawan LPB MUI Kota Bekasi mendatangi kantor BAZNAS Kota Bekasi. Ia melaporkan ada orang telantar di sekitaran Jl. Kemakmuran, Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dengan kondisi sakit; kakinya terluka cukup parah karena penyakit gula. Akhirnya orang telantar yang dalam berkas administrasi diberi nama Mr. X dibawa ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi.

 

Di RSUD, Mr. X mendapat perawatan intensif serta fasilitas medis yang memadai. “Waktu kami temukan dan bawa ke RSUD kondisinya sudah terbaring, tidak bisa berdiri. Harus dibawa ke rumah sakit,” ungkap relawan, Nasrul, Senin, 19 Oktober 2026.

 

Mr. X yang belakangan diketahui bernama Joko, 66 tahun, bekerja sebagai pemulung di Jl. Kemakmuran selama bertahun-tahun. Warga Tegal, Jawa Tengah, itu memang hidup sebatangkara, tidak lagi memiliki keluarga. Akhirnya ia memilih hidup menggelandang. Jika sudah sembuh, rencananya Joko akan ditempatkan di rumah singgah untuk sementara waktu.

 

“Sebetulnya dulu sudah pernah sakit yang sama, dirawat di RSUD juga, tapi karena saya enggak punya rumah, enggak punya uang dan keluarga, akhirnya dibantu relawan, dibantu Dinsos juga. Sekarang dibantu BAZNAS, terima kasih buat semuanya yang sudah membantu,” kata Joko.

 

Meski sudah dipenuhi kebutuhannya, Nasrul menyebut terdapat beberapa keperluan yang dibutuhkan Joko, laiknya popok, air minum, tisu, dan barang-barang pribadi lainnya. Penyerahan bantuan juga disaksikan langsung oleh pihak Manager on Duty (MOD) RSUD CAM Kota Bekasi, sebagai bagian dari sinergi antar-lembaga. 

 

“Karena yang dikelola oleh BAZNAS Kota Bekasi adalah dana zakat, infak, sedekah yang berasal dari ASN di Kota Bekasi, maka kami ajak OPD dan lembaga pemerintah untuk terlibat dalam proses penyaluran bantuan, agar transparan, sehingga muncul trust,” ungkap Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi Syamsul Badri Islamy.

20/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bekasi
Ibnu Sabil Asal Kepri Ini Kembali Ke Kota Bekasi untuk Berterima Kasih

Seorang pria datang ke kantor BAZNAS Kota Bekasi dengan air muka yang begitu cerah. Ia mencari amil BAZNAS Kota Bekasi yang dulu pernah membantunya. Ditanya-tanya petugas, ia cuma bilang ingin berterima kasih. “Berterima kasih untuk apa?” tanya Ludi, tim media BAZNAS, kepada pria tersebut. 

 

“Karena saya dulu dibantu sampai bisa pulang kampung,” kata pria yang belakangan diketahui bernama Andi Laksamana, warga Perum Cipta Permata Recidence RT 004 RW 004 Desa Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Senin, 19 Oktober 2026.

 

Perihal siapa amil yang membantunya, ia lupa nama, tetapi kemudian ingatannya samar-sama kembali saat ditemui Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi Syamsul Badri Islamy. “Iya, kayaknya beliau,” kata Andi, meski agak ragu. Syamsul sendiri sama sekali lupa dengan sosok Andi.

 

Setelah ditelusuri di berkas administrasi, Andi memang pernah dibantu BAZNAS Kota Bekasi untuk pulang kampung ke Kepri pada 12 Februari 2026. Saat itu Andi tengah melakukan perjalanan dari Cilacap menuju kampung halamannya tetapi kehabisan bekal sesampainya di Kota Bekasi.

 

“Waktu itu saya diantarkan ke terminal, dibelikan tiket kalau tidak salah seharga Rp350 ribu. Memang tidak sampai di depan rumah, tapi dengan bantuan tiket bus saja sudah sangat membantu saya sampai di Kepri. Saya selalu ingat momen itu, dan bertekad untuk mampir ke BAZNAS kalau ke Bekasi,” ujar pria 48 tahun itu.

 

Selain lupa, Syamsul mengaku tak menyangka akan ada ibnu sabil, apalagi dari tempat yang cukup jauh, kembali ke Kota Bekasi sekadar untuk mengucapkan terima kasih dan memberikan buah tangan. Ia pun mendoakan semoga hidup baru yang tengah diupayakan Andi mendapat kemudahan.

 

“Karena membantu warga yang membutuhkan sudah menjadi tugas harian seorang amil, tidak ada intensi apa pun dalam menjalankan kewajiban tersebut, dan apalagi itu memang sudah menjadi hak mereka, jadi kami cukup surprise kalau ada yang bela-belain jauh-jauh ke Bekasi ‘hanya’ untuk berterima kasih,” pungkasnya.

19/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bekasi
Santuni Warga Pomel yang Terseret Ombak di Sukabumi

Niat hati touring bersama tujuh orang kawannya, Muhammad Zubair (18 tahun) dan Zaki (17 tahun), terseret ombak di Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

 

Jasad warga Jl. Bojong Nangka 4 No 22 RT 002 RW 008 Kel. Jatirahayu, Kec. Pondok Melati, Kota Bekasi itu baru ditemukan tiga hari kemudian di hari Selasa (13/10), lalu dibawa ke RSUD Jampang Kulon, untuk kemudian dijemput keluarga.

 

“Yang nemuin pun nelayan sebab selama tiga hari Tim SAR sudah nyari-nyari tapi belum ketemu,” kata Saini Rusmini, ibunda Zubair, saat menerima tim BAZNAS Kota Bekasi di kediamannya pada Jum’at, 16 Oktober 2026.

 

BAZNAS Kota Bekasi takziyah ke rumah almarhum Zubair sekaligus menyerahkan santunan duka. Bantuan yang diberikan merupakan dana zakat/ infak yang berasal dari para muzaki/ munfik yang dikelola oleh BAZNAS.

 

Saini menyampaikan terima kasih atas bantuan yang beliau terima. Ibu tiga anak tersebut sempat cerita bahwa kepergian putranya cukup membuatnya terpukul, apalagi suaminya belum genap setahun meninggal.

 

Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi Syamsul Badri Islamy menyampaikan pertamakali mendengar ada kabar warga Pondok Melati tenggelam di Sukabumi dari relawan di Pondok Melati.

 

“Segera kami tugaskan relawan untuk kroscek, lalu memproses pemberkasan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Tidak lama setelahnya, bantuan langsung kami antarkan kepada keluarga almarhum,” kata Syamsul.

 

Ia juga mengajak masyarakat Kota Bekasi untuk mendoakan Zubair dan Zaki, semoga almarhum diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

16/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bekasi
BAZNAS Kota Bekasi Santuni Keluarga Korban Kebakaran di Kotabaru

Kebakaran melanda sebuah rumah di Jl. Pepaya 2 RT 008 RW 005 Kel. Kotabaru, Kec. Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 01.00 dini hari. Warga yang pulas akhirnya dibangunkan oleh suara gemeletak api yang melalap ruang tamu rumah tersebut. Upaya pemadaman swadaya dilakukan, sebelum akhirnya petugas pemadam datang.

 

Kebakaran ini tidak hanya menyisakan sedih sebab hilangnya tempat tinggal, tetapi lebih dari itu; ada rasa kehilangan yang begitu dalam sebab sang tuan rumah, Abdullah Muhammad, 72 tahun, meninggal dunia dalam kondisi terjebak di dalam ruang tamu saat peristiwa kebakaran itu terjadi. Almarhum sudah beberapa tahun mengidap stroke, dan ia di rumah sendiri malam itu. Anaknya yang biasa mendampingi almarhum tengah menunggui putranya yang opname di rumah sakit.

 

“Nggak kepikiran sama sekali kebakaran. Waktu pertama dengar kabar kebakaran, saya langsung lemas, karena sempat ditelepon nggak nyambung karena hp saya silent,” ujar Riansyah Hidayat, putra almarum. “Sesampainya di rumah, saya langsung ditenangkan tetangga, disuruh sabar. Saya ngecek motor, bisa diselamatkan (terparkir di depan rumah), saya mikir, kalau motor bisa dikeluarin, harusnya bapak saya selamat.” 

 

Paginya, pihak kelurahan menghubungi BAZNAS Kota Bekasi agar shahibul musibah memperoleh haknya sebagai mustahik. Maka pada 15 Oktober 2026, didampingi Camat Bekasi Barat Andi Kristanto Puryandaru, Lurah Kotabaru Endang Kusnandi, serta jajaran pengurus RT dan RW setempat, BAZNAS Kota Bekasi menyalurkan santunan kematian dan bantuan kebencanaan yang diterima langsung oleh putra almarhum, Riansyah Hidayat. 

 

Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi Syamsul Badri Islamy menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam memberikan layanan secara cepat dan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan. “Tidak selalu masyarakat yang datang ke BAZNAS. Ketika situasi force majeure seperti bencana, kami jemput bola. Administrasi tetap dilengkapi, tapi sambil jalan,” kata dia.

 

Riansyah Hidayat menyambut baik bantuan yang diberikan BAZNAS Kota Bekasi. Apalagi kondisi rumahnya belum bisa ditempati. Saat ini ia dan keluarganya menumpang di rumah tetangga di seberang rumahnya. Tidak hanya BAZNAS, beberapa lembaga lain seperti Dinsos, PMI, termasuk Ibu Wali Kota Wiwiek Hargono juga turut memberikan santunan—wujud nyata sinergi antar-stakeholder dalam merespons persoalan warga.

16/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bekasi

Berita Terbaru

BAZNAS Kota Bekasi Dukung Penuh Peringatan Hari Santri 2026
BAZNAS Kota Bekasi Dukung Penuh Peringatan Hari Santri 2026
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Kota Bekasi Tahun 2026 dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober, diawali dengan pawai dengan rute Asrama Haji Bekasi ke Alun-Alun Bekasi, kemudian dilanjutkan Upacara Hari Santri di Alun-Alun Bekasi. Ribuan santri dari puluhan pesantren turut menyemarakkan peringatan yang terinspirasi dari Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 tersebut. BAZNAS Kota Bekasi mendukung penuh peringatan Hari Santri melalui berbagai program, mulai dari pelatihan teknisi AC bagi 20 santri dari 10 pesantren senilai Rp40 juta, bantuan dakwah-advokasi peringatan HSN senilai Rp28.950.000, bantuan kepada madrasah (MI, MTs, MA) yang sebagian berada di bawah naungan pesantren senilai Rp1.085.000.000. Semua program tersebut adalah wujud nyata keberpihakan BAZNAS terhadap pondok pesantren. Ketua BAZNAS Kota Bekasi Sudarsono menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kota Bekasi. Menurutnya, santri memiliki peran sejarah yang signifikan dalam rangka memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Ia berharap, santri dapat mengisi dan mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam sambutannya menyebut bahwa tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” bermakna bahwa santri memiliki tanggungjawab yang sama dalam menentukan masa depan bangsa, melalui ilmu, pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang mereka kuasai. Tri juga menilai bahwa santri dapat mengambil peran sebagai pendidik, pengusaha, bahkan pemimpin bangsa. “Tapi yang harus membedakan antara santri dan yang bukan santri adalah integritasnya, akhlaknya. Apalagi dalam menyambut usia 100 tahun Indonesia di tahun 2045, santri harus menjadi aktor perubahan, bukan hanya penonton. Santri harus mampu dan berani tampil, berkomunikasi, mengemukakan pendapat, dan berani mengoreksi hal-hal yang tidak baik,” ujar Tri Adhianto.
BERITA22/10/2026 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
BAZNAS Bantu Mr. X, Pemulung Telantar dan Sakit Gula
BAZNAS Bantu Mr. X, Pemulung Telantar dan Sakit Gula
Jum’at sore (16/10) seorang relawan LPB MUI Kota Bekasi mendatangi kantor BAZNAS Kota Bekasi. Ia melaporkan ada orang telantar di sekitaran Jl. Kemakmuran, Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dengan kondisi sakit; kakinya terluka cukup parah karena penyakit gula. Akhirnya orang telantar yang dalam berkas administrasi diberi nama Mr. X dibawa ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi. Di RSUD, Mr. X mendapat perawatan intensif serta fasilitas medis yang memadai. “Waktu kami temukan dan bawa ke RSUD kondisinya sudah terbaring, tidak bisa berdiri. Harus dibawa ke rumah sakit,” ungkap relawan, Nasrul, Senin, 19 Oktober 2026. Mr. X yang belakangan diketahui bernama Joko, 66 tahun, bekerja sebagai pemulung di Jl. Kemakmuran selama bertahun-tahun. Warga Tegal, Jawa Tengah, itu memang hidup sebatangkara, tidak lagi memiliki keluarga. Akhirnya ia memilih hidup menggelandang. Jika sudah sembuh, rencananya Joko akan ditempatkan di rumah singgah untuk sementara waktu. “Sebetulnya dulu sudah pernah sakit yang sama, dirawat di RSUD juga, tapi karena saya enggak punya rumah, enggak punya uang dan keluarga, akhirnya dibantu relawan, dibantu Dinsos juga. Sekarang dibantu BAZNAS, terima kasih buat semuanya yang sudah membantu,” kata Joko. Meski sudah dipenuhi kebutuhannya, Nasrul menyebut terdapat beberapa keperluan yang dibutuhkan Joko, laiknya popok, air minum, tisu, dan barang-barang pribadi lainnya. Penyerahan bantuan juga disaksikan langsung oleh pihak Manager on Duty (MOD) RSUD CAM Kota Bekasi, sebagai bagian dari sinergi antar-lembaga. “Karena yang dikelola oleh BAZNAS Kota Bekasi adalah dana zakat, infak, sedekah yang berasal dari ASN di Kota Bekasi, maka kami ajak OPD dan lembaga pemerintah untuk terlibat dalam proses penyaluran bantuan, agar transparan, sehingga muncul trust,” ungkap Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi Syamsul Badri Islamy.
BERITA20/10/2026 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
Ibnu Sabil Asal Kepri Ini Kembali Ke Kota Bekasi untuk Berterima Kasih
Ibnu Sabil Asal Kepri Ini Kembali Ke Kota Bekasi untuk Berterima Kasih
Seorang pria datang ke kantor BAZNAS Kota Bekasi dengan air muka yang begitu cerah. Ia mencari amil BAZNAS Kota Bekasi yang dulu pernah membantunya. Ditanya-tanya petugas, ia cuma bilang ingin berterima kasih. “Berterima kasih untuk apa?” tanya Ludi, tim media BAZNAS, kepada pria tersebut. “Karena saya dulu dibantu sampai bisa pulang kampung,” kata pria yang belakangan diketahui bernama Andi Laksamana, warga Perum Cipta Permata Recidence RT 004 RW 004 Desa Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Senin, 19 Oktober 2026. Perihal siapa amil yang membantunya, ia lupa nama, tetapi kemudian ingatannya samar-sama kembali saat ditemui Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi Syamsul Badri Islamy. “Iya, kayaknya beliau,” kata Andi, meski agak ragu. Syamsul sendiri sama sekali lupa dengan sosok Andi. Setelah ditelusuri di berkas administrasi, Andi memang pernah dibantu BAZNAS Kota Bekasi untuk pulang kampung ke Kepri pada 12 Februari 2026. Saat itu Andi tengah melakukan perjalanan dari Cilacap menuju kampung halamannya tetapi kehabisan bekal sesampainya di Kota Bekasi. “Waktu itu saya diantarkan ke terminal, dibelikan tiket kalau tidak salah seharga Rp350 ribu. Memang tidak sampai di depan rumah, tapi dengan bantuan tiket bus saja sudah sangat membantu saya sampai di Kepri. Saya selalu ingat momen itu, dan bertekad untuk mampir ke BAZNAS kalau ke Bekasi,” ujar pria 48 tahun itu. Selain lupa, Syamsul mengaku tak menyangka akan ada ibnu sabil, apalagi dari tempat yang cukup jauh, kembali ke Kota Bekasi sekadar untuk mengucapkan terima kasih dan memberikan buah tangan. Ia pun mendoakan semoga hidup baru yang tengah diupayakan Andi mendapat kemudahan. “Karena membantu warga yang membutuhkan sudah menjadi tugas harian seorang amil, tidak ada intensi apa pun dalam menjalankan kewajiban tersebut, dan apalagi itu memang sudah menjadi hak mereka, jadi kami cukup surprise kalau ada yang bela-belain jauh-jauh ke Bekasi ‘hanya’ untuk berterima kasih,” pungkasnya.
BERITA19/10/2026 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
Santuni Warga Pomel yang Terseret Ombak di Sukabumi
Santuni Warga Pomel yang Terseret Ombak di Sukabumi
Niat hati touring bersama tujuh orang kawannya, Muhammad Zubair (18 tahun) dan Zaki (17 tahun), terseret ombak di Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Jasad warga Jl. Bojong Nangka 4 No 22 RT 002 RW 008 Kel. Jatirahayu, Kec. Pondok Melati, Kota Bekasi itu baru ditemukan tiga hari kemudian di hari Selasa (13/10), lalu dibawa ke RSUD Jampang Kulon, untuk kemudian dijemput keluarga. “Yang nemuin pun nelayan sebab selama tiga hari Tim SAR sudah nyari-nyari tapi belum ketemu,” kata Saini Rusmini, ibunda Zubair, saat menerima tim BAZNAS Kota Bekasi di kediamannya pada Jum’at, 16 Oktober 2026. BAZNAS Kota Bekasi takziyah ke rumah almarhum Zubair sekaligus menyerahkan santunan duka. Bantuan yang diberikan merupakan dana zakat/ infak yang berasal dari para muzaki/ munfik yang dikelola oleh BAZNAS. Saini menyampaikan terima kasih atas bantuan yang beliau terima. Ibu tiga anak tersebut sempat cerita bahwa kepergian putranya cukup membuatnya terpukul, apalagi suaminya belum genap setahun meninggal. Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi Syamsul Badri Islamy menyampaikan pertamakali mendengar ada kabar warga Pondok Melati tenggelam di Sukabumi dari relawan di Pondok Melati. “Segera kami tugaskan relawan untuk kroscek, lalu memproses pemberkasan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Tidak lama setelahnya, bantuan langsung kami antarkan kepada keluarga almarhum,” kata Syamsul. Ia juga mengajak masyarakat Kota Bekasi untuk mendoakan Zubair dan Zaki, semoga almarhum diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
BERITA16/10/2026 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
BAZNAS Kota Bekasi Santuni Keluarga Korban Kebakaran di Kotabaru
BAZNAS Kota Bekasi Santuni Keluarga Korban Kebakaran di Kotabaru
Kebakaran melanda sebuah rumah di Jl. Pepaya 2 RT 008 RW 005 Kel. Kotabaru, Kec. Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 01.00 dini hari. Warga yang pulas akhirnya dibangunkan oleh suara gemeletak api yang melalap ruang tamu rumah tersebut. Upaya pemadaman swadaya dilakukan, sebelum akhirnya petugas pemadam datang. Kebakaran ini tidak hanya menyisakan sedih sebab hilangnya tempat tinggal, tetapi lebih dari itu; ada rasa kehilangan yang begitu dalam sebab sang tuan rumah, Abdullah Muhammad, 72 tahun, meninggal dunia dalam kondisi terjebak di dalam ruang tamu saat peristiwa kebakaran itu terjadi. Almarhum sudah beberapa tahun mengidap stroke, dan ia di rumah sendiri malam itu. Anaknya yang biasa mendampingi almarhum tengah menunggui putranya yang opname di rumah sakit. “Nggak kepikiran sama sekali kebakaran. Waktu pertama dengar kabar kebakaran, saya langsung lemas, karena sempat ditelepon nggak nyambung karena hp saya silent,” ujar Riansyah Hidayat, putra almarum. “Sesampainya di rumah, saya langsung ditenangkan tetangga, disuruh sabar. Saya ngecek motor, bisa diselamatkan (terparkir di depan rumah), saya mikir, kalau motor bisa dikeluarin, harusnya bapak saya selamat.” Paginya, pihak kelurahan menghubungi BAZNAS Kota Bekasi agar shahibul musibah memperoleh haknya sebagai mustahik. Maka pada 15 Oktober 2026, didampingi Camat Bekasi Barat Andi Kristanto Puryandaru, Lurah Kotabaru Endang Kusnandi, serta jajaran pengurus RT dan RW setempat, BAZNAS Kota Bekasi menyalurkan santunan kematian dan bantuan kebencanaan yang diterima langsung oleh putra almarhum, Riansyah Hidayat. Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi Syamsul Badri Islamy menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud komitmen BAZNAS dalam memberikan layanan secara cepat dan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan. “Tidak selalu masyarakat yang datang ke BAZNAS. Ketika situasi force majeure seperti bencana, kami jemput bola. Administrasi tetap dilengkapi, tapi sambil jalan,” kata dia. Riansyah Hidayat menyambut baik bantuan yang diberikan BAZNAS Kota Bekasi. Apalagi kondisi rumahnya belum bisa ditempati. Saat ini ia dan keluarganya menumpang di rumah tetangga di seberang rumahnya. Tidak hanya BAZNAS, beberapa lembaga lain seperti Dinsos, PMI, termasuk Ibu Wali Kota Wiwiek Hargono juga turut memberikan santunan—wujud nyata sinergi antar-stakeholder dalam merespons persoalan warga.
BERITA16/10/2026 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
Baznas Kota Bekasi Perkuat Pengelolaan ZIS melalui Studi Tiru ke Ciamis
Baznas Kota Bekasi Perkuat Pengelolaan ZIS melalui Studi Tiru ke Ciamis
CIAMIS — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi melakukan kunjungan kerja sekaligus studi tiru ke BAZNAS Kabupaten Ciamis untuk mempelajari strategi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), mulai dari pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan hingga tata kelola kelembagaan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah Baznas Kota Bekasi dalam memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus mencari berbagai praktik baik yang dapat diadaptasi untuk meningkatkan optimalisasi pengelolaan ZIS di Kota Bekasi. Salah satu hal yang menjadi perhatian delegasi Baznas Kota Bekasi adalah strategi pengumpulan ZIS yang dikembangkan Baznas Kabupaten Ciamis melalui penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat desa. Penguatan UPZ di tingkat paling dekat dengan masyarakat dinilai menjadi salah satu pendekatan yang mampu memperluas jangkauan penghimpunan sekaligus membuka potensi ZIS yang selama ini belum tergarap secara maksimal. Melalui jaringan UPZ yang kuat, proses edukasi, sosialisasi, penghimpunan hingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih dekat dan terstruktur. Model tersebut juga memungkinkan pengelolaan potensi zakat di tingkat lokal dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Selain aspek penghimpunan, Baznas Kota Bekasi juga mendalami pola pendistribusian dan pendayagunaan ZIS serta sistem tata kelola yang diterapkan Baznas Kabupaten Ciamis. Bagi Baznas Kota Bekasi, pengelolaan zakat tidak hanya berkaitan dengan seberapa besar dana yang berhasil dihimpun, tetapi juga bagaimana dana tersebut dikelola secara amanah, profesional dan tepat sasaran sehingga memberikan dampak yang nyata bagi para mustahik. Apresiasi atas Praktik Baik Baznas Ciamis Wakil Ketua Baznas Kota Bekasi Bidang Sosialisasi dan Pengumpulan, Muhammad Nurcholiq, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan keterbukaan jajaran Baznas Kabupaten Ciamis dalam berbagi pengalaman selama kunjungan kerja. Menurut Nurcholiq, kunjungan tersebut memberikan banyak pengetahuan dan perspektif baru bagi BAZNAS Kota Bekasi, khususnya terkait penguatan jejaring penghimpunan ZIS dan optimalisasi peran UPZ di tingkat masyarakat. “Terima kasih atas sambutan dan jamuan yang luar biasa. Kami juga mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang sangat berharga dari BAZNAS Kabupaten Ciamis,” ujar Nurcholiq. Ia mengatakan, sejumlah praktik baik yang diterapkan Baznas Kabupaten Ciamis dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Baznas Kota Bekasi. Namun, penerapannya perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah, struktur masyarakat dan potensi ZIS yang ada di Kota Bekasi. Menurutnya, Kota Bekasi memiliki potensi yang besar untuk pengembangan penghimpunan ZIS, ditopang jumlah penduduk yang besar, aktivitas ekonomi yang dinamis serta sumber daya manusia yang beragam. Karena itu, penguatan sistem penghimpunan dinilai perlu terus dilakukan melalui pendekatan yang lebih inovatif, kolaboratif dan berbasis jejaring. “Ini tentu menjadi pembelajaran yang sangat baik bagi kami. Kota Bekasi memiliki potensi dan sumber daya manusia yang luar biasa. Tinggal bagaimana potensi tersebut kita kelola dan kita bangun sistemnya agar penghimpunan ZIS dapat semakin optimal,” katanya. Studi tiru tersebut tidak hanya berfokus pada strategi peningkatan penghimpunan. Baznas Kota Bekasi juga mempelajari bagaimana dana ZIS yang berhasil dihimpun dapat dikelola menjadi program pendistribusian dan pendayagunaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Aspek tata kelola kelembagaan juga menjadi bagian penting dalam kunjungan tersebut. Baznas Kota Bekasi melihat bahwa pengelolaan zakat membutuhkan sistem yang terintegrasi, akuntabel dan transparan untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan dana ZIS dikelola sesuai ketentuan. Penguatan tata kelola juga menjadi bagian penting dalam membangun lembaga zakat yang mampu bekerja secara profesional, mulai dari proses penghimpunan, pencatatan, pengelolaan, pendistribusian hingga pelaporan kepada para pemangku kepentingan. Dalam konteks tersebut, pengalaman Baznas Kabupaten Ciamis menjadi salah satu referensi bagi Baznas Kota Bekasi untuk terus melakukan pembenahan dan pengembangan kelembagaan. Dari Studi Tiru Menuju Inovasi Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan membangun jejaring antarlembaga pengelola zakat. Baznas Kota Bekasi berharap pertukaran pengalaman dengan Baznas Kabupaten Ciamis tidak berhenti pada diskusi dan berbagi informasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui berbagai inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Kota Bekasi. Penguatan jaringan UPZ, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi penghimpunan, pengembangan program pendistribusian dan pendayagunaan, serta penguatan tata kelola menjadi sejumlah aspek yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Dengan demikian, studi tiru tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda kunjungan kelembagaan, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan ZIS. Bagi Baznas Kota Bekasi, semangat dari kunjungan tersebut adalah belajar dari praktik baik, mengadaptasi inovasi, memperkuat tata kelola, dan memperluas manfaat zakat bagi masyarakat. #ZakatMenugatkanIndonesia#BaznasKotaBekasi#AyoBerzakat#BaznasCiamis#KunjunganKerja
BERITA02/10/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
Hadirkan Pelayanan Lebih Humanis, Baznas Kota Bekasi Bagikan Kurma Gratis untuk Mustahik
Hadirkan Pelayanan Lebih Humanis, Baznas Kota Bekasi Bagikan Kurma Gratis untuk Mustahik
BEKASI — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi bekerjasama dengan lembaga kemanusiaan International Networking for Humanitarian (INH) hadirkan Program Berbagi Kurma gratis untuk Mustahik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat penerima manfaat zakat. Program tersebut memberikan sentuhan kepedulian sederhana kepada para mustahik yang datang ke kantor BAZNAS Kota Bekasi untuk mendapatkan berbagai layanan, mulai dari bantuan kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, advokasi, dakwah hingga pencairan bantuan. Wakil Ketua Baznas Kota Bekasi bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Ahmad Tasori, Jumat (2/10/2026) menyatakan, setiap harinya, kantor Baznas melayani sekitar 40 hingga 50 mustahik atau penerima layanan. Mereka datang dari berbagai latar belakang dan sebagian harus menunggu proses pelayanan maupun pencairan bantuan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Program Berbagi Kurma dilakukan. Kurma akan disediakan sebagai makanan ringan bagi mustahik selama berada di kantor Baznas. "Lebih dari sekadar pemberian makanan, program ini diarahkan sebagai bagian dari upaya membangun budaya pelayanan yang ramah, hangat dan manusiawi," kata Ahmad Tasori. Berbagi Kebaikan, Memuliakan Mustahik menjadi semangat yang diusung dalam program tersebut. "Kami berharap kehadiran kurma gratis ini dapat menjadi bentuk perhatian sekaligus penghormatan kepada masyarakat yang datang untuk mendapatkan layanan," katanya. Program Berbagi Kurma menyasar mustahik dan masyarakat penerima layanan yang datang ke kantor Baznas Kota Bekasi. Dengan rata-rata kunjungan 50–100 orang per hari dan sekitar 20–25 hari pelayanan dalam sebulan, jumlah penerima manfaat diperkirakan mencapai 1.000 hingga 2.500 orang setiap bulan. Pelaksanaannya dapat dilakukan melalui pembagian paket kurma kepada setiap mustahik maupun penyediaan kurma di area pelayanan yang kemudian dibagikan sesuai jumlah kunjungan. Baznas Kota Bekasi juga membuka ruang partisipasi masyarakat, individu, perusahaan, lembaga, komunitas maupun mitra lainnya untuk mendukung program tersebut. Dukungan dapat diberikan dalam bentuk donasi kurma, dana pengadaan kurma ataupun pembiayaan program. Dibuka untuk Donatur dan Mitra Program ini juga dirancang agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Para donatur dapat memberikan dukungan secara langsung maupun berkala, baik mingguan maupun bulanan. Baznas Kota Bekasi membuka kesempatan kepada perusahaan, komunitas, lembaga dan masyarakat umum untuk menjadi Mitra Berbagi Kurma. Melalui pola kolaborasi tersebut, program diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi bagian dari sistem pelayanan mustahik yang berkesinambungan. Bagi Baznas Kota Bekasi, program ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan para mitra gerakan zakat, infak dan sedekah. Sementara bagi mustahik, kehadiran program tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan selama menunggu pelayanan sekaligus menghadirkan pengalaman bahwa mereka tidak hanya dilayani secara administratif, tetapi juga dihargai dan diperhatikan. #ZakatMenguatkanIndonesia#BaznasJembatanKebaikan#SaatnyaBerzakat#BaznasKotaBekasi
BERITA02/10/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
BAZNAS Kota Bekasi Studi Tiru ke BAZNAS Kabupaten Majalengka, Dalami Strategi Pengumpulan hingga Tata Kelola
BAZNAS Kota Bekasi Studi Tiru ke BAZNAS Kabupaten Majalengka, Dalami Strategi Pengumpulan hingga Tata Kelola
MAJALENGKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi melakukan kunjungan kerja sekaligus studi tiru ke BAZNAS Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan serta meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Rabu (30/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, BAZNAS Kota Bekasi menggali berbagai praktik dan inovasi yang telah diterapkan BAZNAS Kabupaten Majalengka, mulai dari strategi pengumpulan ZIS, pola penyaluran dan pendayagunaan, hingga tata kelola organisasi dan pelayanan kepada masyarakat. Studi tiru ini diharapkan dapat menjadi ruang berbagi pengalaman antarlembaga zakat, khususnya dalam menghadirkan pengelolaan ZIS yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sudarsono, Ketua BAZNAS Kota Bekasi menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi kelembagaan, tetapi juga menjadi momentum untuk menyerap berbagai pengalaman dan inovasi yang dapat diadaptasi sesuai dengan karakteristik masyarakat Kota Bekasi. “Banyak hal yang ingin kami pelajari dari BAZNAS Kabupaten Majalengka, khususnya bagaimana membangun strategi pengumpulan yang efektif, memastikan penyaluran tepat sasaran, serta memperkuat tata kelola kelembagaan,” ujarnya. Belajar Strategi Pengumpulan ZIS Salah satu fokus utama dalam kunjungan kerja tersebut adalah strategi meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS Kota Bekasi melihat bahwa optimalisasi pengumpulan membutuhkan inovasi, penguatan jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, serta peningkatan literasi zakat di tengah masyarakat. Pengalaman BAZNAS Kabupaten Majalengka menjadi salah satu referensi untuk melihat bagaimana potensi ZIS dapat dipetakan dan dikembangkan melalui pendekatan yang lebih terstruktur. Penguatan layanan muzaki juga menjadi perhatian, sehingga masyarakat maupun lembaga yang menunaikan zakat mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, terpercaya, dan memiliki kepastian dalam pelaporan pengelolaan dana ZIS. Memperkuat Penyaluran dan Pendayagunaan Selain pengumpulan, BAZNAS Kota Bekasi juga mendalami pola penyaluran dan pendayagunaan zakat yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Majalengka. Penyaluran zakat tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif mustahik, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang melalui program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, serta program lainnya yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat. Melalui studi tiru ini, BAZNAS Kota Bekasi ingin memastikan setiap dana ZIS yang dihimpun dapat memberikan manfaat yang optimal dan tepat sasaran kepada para mustahik. Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat BAZNAS untuk tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong terwujudnya kemandirian dan peningkatan kualitas hidup masyarakat penerima manfaat Tata Kelola Menjadi Perhatian Aspek lain yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah tata kelola kelembagaan. BAZNAS Kota Bekasi mempelajari bagaimana pengelolaan organisasi, perencanaan program, administrasi, pelaporan, pelayanan muzaki dan mustahik, hingga mekanisme monitoring dan evaluasi program dapat dilakukan secara efektif. Tata kelola yang baik dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik. Semakin baik tata kelola sebuah lembaga zakat, semakin kuat pula kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi. Karena itu, hasil dari kunjungan ini akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan bagi BAZNAS Kota Bekasi dalam menyusun berbagai program dan strategi kelembagaan ke depan. BAZNAS Kota Bekasi berharap sinergi dan komunikasi dengan BAZNAS Kabupaten Majalengka dapat terus terjalin. Pertukaran pengalaman antarlembaga zakat dinilai penting untuk melahirkan inovasi baru dalam pengelolaan ZIS di daerah. “Kami tidak datang hanya untuk melihat apa yang sudah dilakukan, tetapi bagaimana praktik-praktik baik tersebut dapat menjadi inspirasi dan kemudian dikembangkan di Kota Bekasi. Tentunya dengan menyesuaikan karakteristik, kebutuhan masyarakat, dan potensi ZIS yang ada,” ujarnya. Melalui studi tiru tersebut, BAZNAS Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pengelolaan ZIS, sehingga kepercayaan muzaki semakin kuat dan manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kota Bekasi.
BERITA30/09/2026 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
Optimalkan Pengumpulan ZIS dan DSKL, Baznas Kota Bekasi Surati 380 Perusahaan
Optimalkan Pengumpulan ZIS dan DSKL, Baznas Kota Bekasi Surati 380 Perusahaan
BEKASI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi terus memperkuat strategi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan menggandeng dunia usaha yang beroperasi di wilayah Kota Bekasi. Sebagai bagian dari upaya tersebut, BAZNAS Kota Bekasi telah menyurati sekitar 380 perusahaan, baik badan usaha milik daerah (BUMD) maupun perusahaan swasta, untuk mengajak dan mengingatkan pentingnya menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi termasuk BAZNAS Kota Bekasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari optimalisasi potensi dana sosial keagamaan di Kota Bekasi, sekaligus menjamin anjuran dan surat edaran Pemerintah Kota Bekasi serta rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi. Sebelumnya, MUI Kota Bekasi telah mengeluarkan rekomendasi kepada pimpinan perusahaan, pelaku usaha dan karyawan swasta di Kota Bekasi agar menunaikan zakat mal, zakat penghasilan, zakat perusahaan, infak dan sedekah melalui BAZNAS Kota Bekasi. Rekomendasi tersebut tertuang dalam surat Nomor Rek.-163/DP-K.XII.XV/VI/2026. Wakil Ketua I BAZNAS Kota Bekasi Bidang Sosialisasi dan Pengumpulan, Muhammad Nurcholiq, mengatakan keterlibatan perusahaan menjadi salah satu kunci dalam memperkuat ekosistem penghimpunan ZIS di Kota Bekasi. Menurutnya, apabila perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kota Bekasi dapat menerima imbauan tersebut secara optimal, potensi penghimpunan ZIS pada tahun 2027 akan semakin besar. “Kami optimistis, apabila seluruh perusahaan, baik BUMD maupun swasta, dapat mematuhi dan mengotentikasi surat edaran Nomor 400.8 Tahun 2026 Tentang Penanaman ZIS pada Perusahaan di wilayah Kota Bekasi, maka potensi penghimpunan ZIS di Kota Bekasi akan meningkat secara signifikan,” ujar Nurcholiq, Jumat (25/9/2026) di Bekasi. Ia menambahkan, BAZNAS Kota Bekasi tidak hanya mengandalkan penghimpunan dari aparatur pemerintah, tetapi juga terus memperluas jejaring kemitraan dengan dunia usaha dan berbagai institusi. Upaya tersebut sebelumnya telah dilakukan melalui penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan BUMD. Salah satunya melalui sinergi dengan PDAM Tirta Patriot untuk mengaktifkan kembali UPZ dan membuka ruang penghimpunan infak di lingkungan perusahaan. “Ini merupakan ikhtiar bersama. Kami ingin membangun kesadaran bahwa dana yang dihimpun dari umat akan kembali kepada umat melalui berbagai program pelayanan dan pemberdayaan,” kata Nurcholiq. Target Penghimpunan 2027 ZIS dan DSKL Rp26 Miliar Untuk tahun 2027, BAZNAS Kota Bekasi mendapat target penghimpunan zakat, infak, sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) sebesar Rp26 miliar dari BAZNAS RI. Target tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi jajaran BAZNAS Kota Bekasi untuk memperkuat strategi penghimpunan, termasuk dengan mengoptimalkan potensi zakat dari sektor perusahaan. Nurcholiq mengatakan, pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, BUMD, perusahaan swasta, aparatur, pelaku usaha, hingga masyarakat secara luas. “Target Rp26 miliar tentu membutuhkan kerja bersama. Oleh karena itu, kami terus melakukan sosialisasi, membangun komunikasi dengan perusahaan dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak. Semoga ikhtiar ini dapat membawa hasil yang maksimal pada tahun 2027,” ujarnya. Menurut dia, meningkatnya penghimpunan bukan sekadar persoalan angka. Semakin besar ZIS yang berhasil dihimpun dan dikelola secara amanah, semakin besar pula kemampuan BAZNAS dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Kota Bekasi selama ini menyalurkan dana umat melalui berbagai program, mulai dari bantuan pendidikan, kesehatan, biaya hidup, santunan kematian, bantuan kebencanaan, pemberdayaan ekonomi, bantuan alat kesehatan, hingga program beasiswa dan bantuan sosial lainnya. Pada Agustus 2026 misalnya, BAZNAS Kota Bekasi menyalurkan bantuan kepada 1.761 penerima manfaat melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan. Oleh karena itu, optimalisasi penghimpunan dari sektor perusahaan diharapkan dapat memperluas jangkauan program sehingga semakin banyak mustahik yang memperoleh manfaat. “Semoga dengan upaya dan ikhtiar ini, target penghimpunan tahun depan dapat terpenuhi. Dengan begitu, bantuan dan pelayanan kepada para mustahik bisa semakin luas manfaatnya,” tutur Nurcholiq. BAZNAS Kota Bekasi juga mengajak seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Bekasi untuk bersama-sama membangun ekosistem zakat yang kuat dengan penyaluran ZIS melalui lembaga resmi. Kolaborasi antara pemerintah, BAZNAS, MUI, dunia usaha dan masyarakat diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan penghimpunan dana umat, tetapi juga memperkuat program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kemanusiaan di Kota Bekasi. Dengan semangat “Bergerak dan Berdampak”, BAZNAS Kota Bekasi berkomitmen terus memperluas kemitraan agar dana ZIS yang dihimpun dapat memberikan manfaat yang semakin luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. (***)
BERITA25/09/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
BAZNAS Kota Bekasi Gelar Madrasah Aman Tanggap Bencana di MAN 1
BAZNAS Kota Bekasi Gelar Madrasah Aman Tanggap Bencana di MAN 1
BAZNAS Kota Bekasi Gelar Madrasah Aman Tanggap Bencana di MAN 1 BEKASI — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi bersama BAZNAS RI dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bekasi menggelar program Madrasah Aman Tanggap Bencana (MANTAB) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan pelajar dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Kegiatan yang berlangsung di MAN 1 Kota Bekasi ini diikuti sebanyak 40 siswa dan siswi. Para peserta merupakan pelajar yang aktif dalam kegiatan Pramuka dan Pecinta Alam, sehingga dinilai memiliki ketertarikan serta pengalaman dasar dalam kegiatan lapangan dan kebencanaan. Program MANTAB dilaksanakan selama dua hari, Selasa 15 September hingga Rabu, 16 September 2026, dengan materi dan kegiatan yang diarahkan untuk membekali para siswa mengenai pengetahuan, keterampilan, serta sikap tanggap dalam menghadapi situasi darurat dan bencana. Saat membuka kegiatan, Kasubbag Tata Usaha Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi, Abdul Syakur, menyambut baik pelaksanaan program MANTAB di lingkungan MAN 1 Kota Bekasi. Menurutnya, edukasi kebencanaan bagi pelajar menjadi hal penting mengingat bencana dapat terjadi kapan saja. Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk membangun budaya kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap lingkungan. “Kami menyambut baik kegiatan ini. Anak-anak perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan bagaimana menghadapi bencana, sehingga ketika terjadi kondisi darurat mereka tidak panik dan dapat mengambil langkah yang tepat,” ujar Abdul Syakur dalam sambutannya. Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata, tetapi dapat menumbuhkan kesadaran dan budaya tanggap bencana di lingkungan madrasah. Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Sosialisasi dan Pengumpulan BAZNAS Kota Bekasi, Mochammad Nurcholiq, menilai keterlibatan pelajar dalam edukasi kebencanaan merupakan bagian penting dari upaya membangun generasi yang tidak hanya memiliki kepedulian sosial, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi ketika terjadi bencana. Menurutnya, bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Banjir, kebakaran, gempa bumi, angin kencang, maupun berbagai kondisi darurat lainnya merupakan sesuatu yang tidak selalu dapat kita prediksi. Namun satu hal yang dapat kita lakukan adalah mempersiapkan diri agar lebih siap, lebih tanggap, dan lebih peduli ketika bencana terjadi. Karena itu, kegiatan Madrasah Tanggap Bencana yang dilaksanakan BAZNAS Kota Bekasi ini bukan sekadar kegiatan pelatihan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya sadar bencana sejak dini, khususnya di lingkungan sekolah dan madrasah. “Kami ingin anak-anak kita tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyelamatkan diri, membantu orang lain, serta mengambil keputusan yang tepat dalam situasi darurat,” harapnya. Melalui MANTAB, para peserta diharapkan dapat menjadi pelopor kesiapsiagaan bencana di lingkungan madrasah, sekaligus menyebarkan pengetahuan yang diperoleh kepada teman-teman dan masyarakat di sekitarnya. Program ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara BAZNAS Kota Bekasi, BAZNAS RI, dan MAN 1 Kota Bekasi dalam memperkuat edukasi serta kesiapsiagaan kebencanaan di lingkungan pendidikan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperluas program serupa ke madrasah dan sekolah lainnya di Kota Bekasi, sehingga semakin banyak pelajar yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi bencana. “Dengan adanya MANTAB, madrasah diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar yang aman, tetapi juga mampu membangun budaya sadar dan tanggap bencana di kalangan warga sekolah,” pungkasnya. (***)
BERITA15/09/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
Baznas Kota Bekasi Bagikan Ribuan Masker kepada Pengguna Jalan, Antisipasi Dampak Abu Erupsi
Baznas Kota Bekasi Bagikan Ribuan Masker kepada Pengguna Jalan, Antisipasi Dampak Abu Erupsi
BEKASI — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi membagikan ribuan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan di kawasan perempatan lampu merah Bekasi Cyber Park (BCP) tepatnya di Jalan Ahmad Yani dan KH. Noer Ali, Bekasi Selatan, Senin (7/9/2026). Aksi sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Baznas Kota Bekasi terhadap masyarakat menyusul erupsi Anak Gunung Krakatau yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Dampak erupsi berupa hujan abu dilaporkan turut dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Kota Bekasi. Para pengguna jalan, pengendara sepeda motor, maupun masyarakat yang berada di sekitar lokasi mendapatkan masker secara cuma-cuma. Pembagian dilakukan di tengah aktivitas lalu lintas yang cukup padat, terutama saat kendaraan berhenti di persimpangan lampu merah. Baznas Kota Bekasi menilai penggunaan masker penting sebagai langkah perlindungan diri, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dan terpapar debu atau partikel abu vulkanik. “Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian Baznas Kota Bekasi kepada masyarakat. Kami ingin hadir di tengah masyarakat, terutama ketika terjadi kondisi yang membutuhkan perhatian dan perlindungan bersama,” ujar Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Bekasi, Syamsul Badri Sslamy, di lokasi kegiatan. Menurutnya, meski kondisi abu vulkanik di setiap wilayah dapat berbeda, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan, terutama kelompok rentan serta mereka yang banyak beraktivitas di luar rumah. “Masker memang sederhana, tetapi di tengah kondisi seperti ini bisa menjadi salah satu upaya untuk mengurangi paparan debu dan partikel di udara. Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi dari pihak berwenang,” katanya. Pembagian masker tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Baznas Kota Bekasi untuk memperluas manfaat zakat melalui program kemanusiaan dan kebencanaan. Tidak hanya menyalurkan bantuan dalam bentuk kebutuhan pokok, Baznas juga berupaya merespons kebutuhan masyarakat ketika terjadi kondisi darurat atau bencana yang berdampak terhadap kehidupan warga. Kehadiran petugas Baznas di kawasan BCP mendapat respons positif dari para pengguna jalan. Sejumlah pengendara langsung mengenakan masker yang diberikan sebelum melanjutkan perjalanan. Salah seorang pengendara mengapresiasi langkah tersebut karena masker menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah. “Alhamdulillah, sangat membantu. Apalagi kita setiap hari menggunakan kendaraan dan banyak beraktivitas di jalan,” ujar Rodiana (32) salah seorang warga. Baznas Kota Bekasi berharap aksi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan menggunakan perlindungan diri ketika kualitas udara terganggu akibat debu maupun abu vulkanik. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi terkait aktivitas vulkanik dan kualitas udara dari instansi yang berwenang. Melalui aksi tersebut, Baznas Kota Bekasi kembali menegaskan bahwa zakat tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan ekonomi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian dan aksi nyata untuk membantu masyarakat menghadapi situasi kebencanaan. (***)
BERITA07/09/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
Kembali Melangkah, Dua Warga Bekasi Terima Bantuan Kaki Palsu dari BAZNAS
Kembali Melangkah, Dua Warga Bekasi Terima Bantuan Kaki Palsu dari BAZNAS
BEKASI — Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan alat kesehatan kembali diwujudkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Barat bersama BAZNAS Kota Bekasi. Kali ini, bantuan berupa kaki palsu disalurkan kepada dua warga Kota Bekasi yang menjadi penerima manfaat. Dua penerima bantuan tersebut adalah Lena Rusdiana (30), warga Bintara RT 004/RW 015, Bekasi Barat, dan Maisuri (66), warga Jalan Curug Jaya 7 Nomor 10, Kelurahan Jaticempaka, RT 007/RW 001, Kecamatan Pondok Gede. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Jawa Barat Zaki Hilmi, bersama jajaran BAZNAS Kota Bekasi. Bantuan kaki palsu tersebut diharapkan dapat membantu penerima manfaat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mandiri. Zaki Hilmi mengatakan, bantuan kaki palsu merupakan salah satu bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, dana umat yang dikelola BAZNAS harus dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui dukungan di bidang kesehatan. “Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS sebagai lembaga pengelola dana umat kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan kaki palsu ini dapat memberikan manfaat dan membantu para penerima manfaat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Zaki. Satu Penerima Masih Menunggu Proses Penyembuhan Dalam program tersebut, sebenarnya terdapat tiga warga yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat bantuan kaki palsu. Namun, bantuan baru dapat diserahkan kepada dua orang karena satu penerima lainnya masih menjalani proses penyembuhan setelah menjalani amputasi. Kondisi luka pascaamputasi yang belum sepenuhnya kering membuat proses pengukuran kaki palsu belum dapat dilakukan. Penerima tersebut akan mendapatkan bantuan setelah kondisi lukanya dinyatakan siap dan selanjutnya menunggu jadwal pengukuran. Dengan demikian, proses pemberian bantuan tetap dilanjutkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kesiapan masing-masing penerima manfaat. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Bekasi Sudarsono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada warga Kota Bekasi. Menurutnya, kolaborasi antara BAZNAS Jawa Barat dan BAZNAS Kota Bekasi menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Jawa Barat yang telah memberikan bantuan kaki palsu kepada warga Kota Bekasi. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi penerima manfaat, terutama untuk mendukung mereka agar dapat kembali beraktivitas secara lebih mandiri,” kata Sudarsono. Ia berharap sinergi antara BAZNAS Jawa Barat dan BAZNAS Kota Bekasi dapat terus diperkuat, sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh manfaat dari dana zakat yang dikelola secara amanah. Bantuan kaki palsu ini tidak sekadar menjadi dukungan alat kesehatan, tetapi juga diharapkan mampu membuka kembali ruang kemandirian bagi penerima manfaat. Dengan alat bantu yang sesuai, mereka dapat lebih percaya diri menjalani aktivitas sehari-hari dan berupaya meningkatkan kualitas hidupnya. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi wujud nyata bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan sesaat, tetapi juga dapat diarahkan untuk membantu penerima manfaat agar kembali berdaya dan menjalani kehidupan secara lebih mandiri.
BERITA24/08/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
Dekat dengan Warga, BAZNAS Salurkan Bantuan di Jatiasih
Dekat dengan Warga, BAZNAS Salurkan Bantuan di Jatiasih
BEKASI — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi kembali menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran kali ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jumat (21/8/2026). Sebanyak 24 penerima manfaat mendapatkan bantuan dengan total nilai mencapai Rp21.230.000. Bantuan tersebut disalurkan melalui sejumlah program, meliputi santunan kematian, bantuan kesehatan, alat bantu kesehatan berupa kursi roda, bantuan pendidikan, serta bantuan biaya hidup. Penyaluran yang dilaksanakan langsung di kantor Kecamatan Jatiasih tersebut menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Bekasi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para mustahik yang membutuhkan dukungan. Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat BAZNAS Kota Bekasi, Ahmad Tasori, mengatakan penyaluran langsung ke wilayah kecamatan merupakan bagian dari komitmen BAZNAS untuk memberikan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan bermartabat kepada para penerima manfaat. “Pendistribusian ini bertujuan untuk memuliakan para mustahik atau penerima manfaat BAZNAS. Kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga mendapatkan pelayanan yang mudah dan layak,” ujar Ahmad Tasori. Menurutnya, pola penyaluran dengan mendatangi wilayah-wilayah kecamatan akan menjadi agenda rutin BAZNAS Kota Bekasi. Langkah tersebut merupakan bentuk pelayanan jemput bola, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap program-program BAZNAS. “Ke depan, kegiatan penyaluran ke wilayah-wilayah atau kecamatan akan menjadi agenda rutin BAZNAS Kota Bekasi. Tujuannya agar pelayanan semakin dekat dengan masyarakat, sehingga warga yang membutuhkan tidak harus selalu datang ke kantor BAZNAS. Kami yang akan lebih aktif hadir di tengah masyarakat,” katanya. Ahmad menambahkan, penyaluran tersebut juga menjadi bagian dari bentuk pertanggungjawaban dan transparansi BAZNAS Kota Bekasi kepada para muzaki dan munfik. Dana ZIS yang dihimpun masyarakat dikelola dan disalurkan kembali melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan langsung masyarakat. “Ini sekaligus menjadi bentuk laporan dan transparansi kepada para muzaki dan munfik bahwa dana ZIS yang dikelola BAZNAS Kota Bekasi disalurkan kembali untuk kemaslahatan masyarakat,” tutur Ahmad. BAZNAS Kota Bekasi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzaki dan munfik yang selama ini telah mempercayakan dana ZIS-nya untuk dikelola melalui BAZNAS. Apresiasi khusus disampaikan kepada jajaran Kecamatan Jatiasih yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan penyaluran tersebut. Sinergi antara BAZNAS dengan pemerintah wilayah dinilai penting untuk memastikan program-program zakat dapat menjangkau masyarakat yang tepat sasaran sekaligus memperkuat pelayanan sosial di tingkat kecamatan dan kelurahan. “Terima kasih kepada para muzaki dan munfik, terutama jajaran Kecamatan Jatiasih, atas dukungan dan sinerginya. Semoga kerja sama untuk kebaikan ini dapat terus ditingkatkan demi kemaslahatan umat dan kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi,” imbuhnya Sementara itu, Camat Jatiasih Dian Herdiana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Bekasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Jatiasih. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga penerima manfaat, terutama masyarakat yang sedang menghadapi kebutuhan mendesak, baik dalam aspek kesehatan, pendidikan, kebutuhan hidup maupun kondisi sosial lainnya. “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Bekasi yang telah hadir dan menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Jatiasih. Bantuan ini tentu sangat bermanfaat dan diharapkan dapat meringankan beban warga yang membutuhkan,” ujar Dian Herdiana. Ia menilai, sinergi antara pemerintah kecamatan dan BAZNAS memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan pelayanan sosial kepada masyarakat. Dengan adanya kolaborasi tersebut, kebutuhan warga yang membutuhkan dapat lebih cepat teridentifikasi dan mendapatkan penanganan sesuai dengan ketentuan serta program yang tersedia. “Kami berharap sinergi antara Kecamatan Jatiasih dan BAZNAS Kota Bekasi dapat terus diperkuat. Pemerintah wilayah tentu sangat terbuka untuk berkolaborasi dalam berbagai program sosial dan kemanusiaan, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” katanya. Dian juga berharap program penyaluran bantuan secara langsung ke wilayah kecamatan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, pola pelayanan tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus memperkuat kehadiran lembaga zakat di tengah warga. “Kami sangat mendukung program seperti ini. Kehadiran BAZNAS langsung di tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan yang sangat baik. Semoga program ini terus berjalan dan semakin banyak warga yang terbantu,” tutur Dian. Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk terus meningkatkan kepedulian melalui zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang terpercaya dan sesuai dengan ketentuan. “Semoga bantuan yang diberikan menjadi keberkahan bagi para muzaki dan munfik, serta memberikan manfaat yang besar bagi para penerima. Mudah-mudahan sinergi ini terus berlanjut untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat Jatiasih dan Kota Bekasi,” pungkasnya.
BERITA21/08/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
BAZNAS Kota Bekasi Salurkan Bantuan kepada 1.761 Penerima Manfaat
BAZNAS Kota Bekasi Salurkan Bantuan kepada 1.761 Penerima Manfaat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi menyalurkan bantuan sosial kepada 1.761 penerima manfaat, Selasa (11/8/2026). Penyaluran yang digelar di Pendopo Wali Kota Bekasi ini merupakan kegiatan rutin triwulanan sebagai wujud transparansi pengelolaan dana umat. Bantuan mencakup santunan kematian, biaya hidup, kesehatan, pendidikan, gerobak UMKM, alat bantu kesehatan, rutilahu, sembako duafa, lansia tunggal, dan beasiswa S1. Ketua BAZNAS Kota Bekasi, H. Sudarsono, menyatakan kegiatan ini bentuk pertanggungjawaban kepada publik. “Kami upayakan setiap tiga bulan digelar di pendopo agar masyarakat mustahik mengenal pemerintahnya. Ini menunjukkan pengelolaan dana umat transparan, akuntabel, dan memenuhi unsur 3A: aman syar’i, regulasi, dan NKRI,” ujarnya. BAZNAS berkomitmen membantu pemerintah kota mengentaskan kemiskinan.Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengapresiasi perluasan program BAZNAS, tidak hanya sembako tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan program Bekasi Sehat, Bekasi Cerdas, serta Bekasi Menarik. “Kami semakin transparan dan terbuka. Bansos juga mencakup beasiswa satu sarjana per kecamatan, saat ini 49 sarjana telah ter-cover,” paparnya. Target pengumpulan zakat dari Baznas Pusat sebesar Rp32 miliar akan dioptimalkan melalui kolaborasi dengan swasta.Penyaluran ini bagian dari komitmen BAZNAS yang setiap bulan menyalurkan sekitar 600 paket bantuan bagi mustahik sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan. Jumlah penerima manfaat program Ramadan BAZNAS bahkan mencapai lebih dari 3.000 orang.
BERITA11/08/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
Perdana di 10 Titik Nasional, 36 UMKM Ikut Latihan Digital Marketing Baznas Kota Bekasi
Perdana di 10 Titik Nasional, 36 UMKM Ikut Latihan Digital Marketing Baznas Kota Bekasi
KOTA BEKASI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi membuka Pelatihan Konten dan Digital Marketing bekerja sama dengan Digimonusa, Selasa s.d Rabu di Asrama Haji Kota Bekasi, Rabu (29/7/2026). Pelatihan ini menjadi titik awal dari rangkaian 10 pelatihan se-Indonesia sepanjang tahun 2026 dengan total anggaran Rp800 juta. Dari 160 pendaftar, sebanyak 36 pelaku UMKM terpilih, mayoritas berasal dari Kota Bekasi. Ketua BAZNAS Kota Bekasi, Sudarsono, menegaskan pelatihan ini merupakan wujud kehadiran BAZNAS sebagai fasilitator peningkatan kapasitas SDM pelaku UMKM. “Era sekarang BAZNAS hadir untuk meng-upgrade SDM agar mampu bersaing di pemasaran digital melalui media sosial dan platform lainnya,” ujarnya. Harapannya, peserta mampu mengangkat produk mereka ke ranah digital sehingga lebih dikenal masyarakat luas. Senada, Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, mengingatkan agar kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin. “Gunakan ruang ini untuk mengembangkan diri, supaya produk dikenal banyak orang dan omzet meningkat,” katanya. Menurut Eka, dana Rp800 juta yang digelontorkan BAZNAS adalah bentuk nyata penyaluran manfaat bagi umat di seluruh Indonesia. Suasana pelatihan semakin hidup dengan kehadiran Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, yang memberikan motivasi. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan praktik. “Jangan sampai sudah dapat ilmu tapi tidak dikembangkan. Antara teori dan praktik harus berjalan beriringan,” tegasnya. Wiwiek juga mendorong UMKM bergabung dengan Dekranasda Kota Bekasi agar bisa mengikuti kurasi produk dan mendapat peluang pemasaran, baik online maupun offline, termasuk pameran di luar daerah. “Strateginya tidak hanya online, tapi juga offline. Ketika ada kesempatan pameran dari Pemkot Bekasi, peluang itu terbuka,” tambahnya. Menutup pesannya, Wiwiek mengingatkan pentingnya spiritualitas dalam berusaha. “Jadilah pengusaha hebat yang tidak melupakan penciptanya. Dan jangan lupa, ketika sudah berkembang, zakatnya ke BAZNAS,” tukasnya. (HB-1).
BERITA29/07/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
Baznas Kota Bekasi Optimalkan Penghimpunan ZIS Lewat Sinergi dengan PDAM Tirta Patriot
Baznas Kota Bekasi Optimalkan Penghimpunan ZIS Lewat Sinergi dengan PDAM Tirta Patriot
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi terus memperkuat sinergi dengan berbagai institusi dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui silaturahmi ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot Kota Bekasi guna mengaktifkan kembali Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan perusahaan daerah tersebut. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu dihadiri langsung oleh Direktur Utama PDAM Tirta Patriot Ali Imam Faryadi, didampingi Sekretaris Perusahaan (Sekper) beserta sejumlah pejabat di lingkungan PDAM Tirta Patriot. Dari pihak Baznas Kota Bekasi hadir jajaran pimpinan dan pengurus yang membahas penguatan kerja sama dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan perusahaan. Direktur Utama PDAM Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Baznas Kota Bekasi dalam meningkatkan penghimpunan dana sosial keagamaan melalui kolaborasi bersama BUMD. Menurut Imam, sinergi antara PDAM Tirta Patriot dan Baznas Kota Bekasi merupakan langkah positif yang tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas. “Kami menyambut baik kolaborasi dan sinergi ini. Menurut kami, kerja sama seperti ini sangat penting untuk kemaslahatan umat. Mudah-mudahan menjadi keberkahan bagi PDAM Tirta Patriot dan masyarakat Kota Bekasi pada umumnya,” ujar Ali Imam Faryadi. Sebagai bentuk komitmen nyata, PDAM Tirta Patriot juga membuka peluang bagi Baznas Kota Bekasi untuk melakukan penghimpunan infak secara langsung melalui program Rabu Bersedekah dengan menempatkan kotak infak di lingkungan perusahaan. Untuk menjamin tata kelola yang transparan dan akuntabel, Imam menjelaskan bahwa setiap kotak infak akan menggunakan sistem dua kunci. “Nanti kotak infak yang kita sediakan memiliki dua kunci. Satu dipegang Baznas dan satu lagi oleh pihak PDAM, sehingga tercipta transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan maupun pengumpulan dana infak,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Kota Bekasi Bidang Pengumpulan dan Sosialisasi, Muhammad Nurcholiq menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PDAM Tirta Patriot terhadap penguatan pengelolaan zakat di Kota Bekasi. Menurutnya, diaktifkannya kembali UPZ menjadi langkah penting untuk memudahkan para direksi maupun sekitar 700 karyawan PDAM Tirta Patriot dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi yang dibentuk pemerintah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Direksi PDAM Tirta Patriot yang telah memberikan lampu hijau kepada Baznas Kota Bekasi untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah dari direksi maupun seluruh karyawan. Dana yang dihimpun dari umat nantinya akan kembali disalurkan kepada umat melalui berbagai program pemberdayaan, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan sosial yang dijalankan Baznas,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Baznas merupakan lembaga resmi yang diberikan kewenangan oleh pemerintah untuk mengoptimalkan potensi zakat di Kota Bekasi secara profesional, transparan, dan akuntabel. Baznas juga optimistis kolaborasi ini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan penghimpunan ZIS. Dengan jumlah pegawai PDAM Tirta Patriot yang mencapai sekitar 700 orang, potensi zakat, infak, dan sedekah yang dapat dihimpun dinilai cukup besar untuk memperluas manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. “Semakin besar penghimpunan zakat, infak, dan sedekah, maka semakin luas pula jangkauan bantuan yang dapat diberikan kepada para mustahik. Inilah semangat kami, bergerak bersama dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi,” ungkapnya. Lebih lanjut, ia menyebut silaturahmi dengan PDAM Tirta Patriot merupakan langkah awal Baznas Kota Bekasi pada periode kepengurusan saat ini dalam membangun kemitraan strategis dengan badan usaha milik Pemerintah Kota Bekasi. “Ini menjadi langkah awal kami pada periode kepengurusan saat ini. Mudah-mudahan setelah PDAM, perusahaan daerah lainnya milik Pemerintah Kota Bekasi seperti BPRS Patriot juga dapat bersinergi bersama Baznas untuk meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah. Semakin besar dana yang terhimpun, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat Kota Bekasi,” pungkasnya. Melalui penguatan UPZ di lingkungan BUMD, Baznas Kota Bekasi berharap potensi zakat di Kota Bekasi dapat tergali secara optimal sehingga mampu memperkuat program-program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan, kesehatan, serta bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan semangat “Bergerak dan Berdampak”, Baznas Kota Bekasi terus membangun kolaborasi bersama pemerintah daerah, BUMD, dunia usaha, dan masyarakat untuk mewujudkan pengelolaan zakat yang semakin kuat, profesional, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.
BERITA21/07/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
Dua Tahun Menatap Sunyinya Plafon Kamar, Senyum Mak Zubaedah Kembali Merekah Berkat Kursi Roda BAZNAS
Dua Tahun Menatap Sunyinya Plafon Kamar, Senyum Mak Zubaedah Kembali Merekah Berkat Kursi Roda BAZNAS
Bagi sebagian orang, dua tahun mungkin terasa berlalu begitu cepat. Namun bagi Zubaedah (56), kurun waktu tersebut adalah rangkaian hari panjang yang melelahkan. Sejak sepasang kakinya tak lagi mampu menopang tubuh akibat penyakit kronis yang dideritanya selama 15 tahun terakhir, dunia perempuan paruh baya ini langsung menyusut dan hanya sebatas hamparan kasur kapuk serta plafon kamarnya di RW 09, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Di dalam ruang sempit itu, ia hanya bisa memendam satu impian sederhana: ingin kembali melihat dunia luar dengan posisi tegak, bukan berbaring dalam kepasrahan. Harapan itu sebenarnya sempat melambung tinggi ketika seorang kerabat berbaik hati meminjamkan sebuah kursi roda. Sayang, asa tersebut layu sebelum berkembang. Alat bantu gerak itu terpaksa dikembalikan karena sang pemilik mendadak harus menggunakannya. Zubaedah pun terlempar kembali ke rutinitas lamanya, mendekap sepi dalam tatapan kosong. Namun takdir baik menjemputnya pada Kamis (16/7/2026). Air mata Zubaedah yang biasanya menetes karena menahan lara, hari itu tumpah menjadi aliran kebahagiaan. Sebuah kursi roda baru berkelir hitam mengkilap kini terparkir di ruang tamunya, menandai berakhirnya penantian panjang sang ibu. Binar Mata yang Sempat Redup Kehadiran Wakil Ketua BAZNAS Kota Bekasi Bidang Pendistribusian, Ahmad Tasori, yang mengantarkan langsung bantuan tersebut ke rumahnya, seketika mencairkan suasana. Zubaedah tak kuasa membendung tangis harunya. Dengan jemari yang gemetar menahan getar emosi, ia memeluk erat sandaran kursi roda barunya seolah takut kehilangan asa untuk kedua kalinya. “Terima kasih… terima kasih banyak BAZNAS. Akhirnya saya bisa keluar, bisa lihat matahari lagi,” isak Zubaedah terbata-bata dengan suara parau yang sarat rasa syukur. Bagi Zubaedah, sarana ini bukan sekadar alat bantu medis pengusir penat. Ini adalah tiket kebebasannya untuk kembali mereguk hangatnya mentari pagi, serta menyapa para tetangga yang selama bertahun-tahun ini suaranya hanya bisa ia dengar sayup-sayup dari balik dinding kamar. Titik balik ini tercipta berkat kepekaan Iskandar, Ketua RW 09 Kelurahan Jatikramat. Begitu menerima laporan mengenai kondisi memprihatinkan yang dialami salah satu warganya, Iskandar bergerak cepat tanpa menunda waktu. Ia segera menghimpun berkas administrasi dan mengajukan permohonan bantuan ke kantor BAZNAS Kota Bekasi. “Begitu saya memvalidasi kondisinya di lapangan, hari itu juga berkasnya saya urus. Alhamdulillah, birokrasi di BAZNAS Kota Bekasi sangat responsif dan tidak berbelit-belit. Tidak butuh waktu lama, permohonan kami langsung disetujui dan unitnya langsung dikirim hari ini,” ujar Iskandar dengan nada lega. Layanan Aktif: BAZNAS Selalu Siap Sedia Stok Alat Kesehatan Di lokasi yang sama, Ahmad Tasori menegaskan bahwa eksekusi cepat ini bisa terlaksana karena BAZNAS Kota Bekasi memiliki Program Bantuan Alat Kesehatan yang terstruktur. Program ini sengaja dirancang untuk merespons kasus-kasus darurat yang membutuhkan penanganan instan tanpa hambatan birokrasi. Ia mengungkapkan bahwa institusinya selalu memastikan ketersediaan (ready stock) alat bantu kesehatan seperti kursi roda, tongkat penyangga, hingga kasur dekubitus di gudang logistik mereka. Pola penyediaan stok ini sengaja diterapkan agar ketika ada laporan warga miskin yang sakit atau lumpuh masuk dan terverifikasi, bantuan bisa langsung diterjunkan tanpa perlu menunggu proses pengadaan yang memakan waktu lama. “Kami berkomitmen penuh untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang berada dalam jerat keterbatasan ekonomi dan kedaruratan medis. Kami tidak ingin warga menunggu lama dalam penderitaannya. Melihat senyum murni dan air mata bahagia Bu Zubaedah hari ini adalah energi terbesar bagi kerja-kerja kemanusiaan kami,” ungkap Ahmad Tasori di sela-sela penyerahan bantuan. Kini, lembaran baru dalam hidup Zubaedah resmi dimulai. Di atas kursi roda barunya, ia tidak hanya mendapatkan kembali kebebasan mobilitas fisiknya, tetapi juga merajut kembali martabat serta secercah harapan yang sempat redup di balik sunyinya kamar.
BERITA16/07/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
BAZNAS Kota Bekasi Pulangkan Lansia Terlantar, Layanan Ibnu Sabil Hadir Memuliakan Musafir yang Kesulitan
BAZNAS Kota Bekasi Pulangkan Lansia Terlantar, Layanan Ibnu Sabil Hadir Memuliakan Musafir yang Kesulitan
BEKASI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi kembali menghadirkan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan melalui program Layanan Mustahik Ramah Lansia untuk asnaf Ibnu Sabil. Program ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan ekonomi, tetapi juga menjadi solusi bagi warga yang mengalami kesulitan dalam perjalanan. Penerima manfaat kali ini adalah Greini Andriani (60), seorang ibu dua anak asal Lingkungan Kantin RT 01 RW 08, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. Ia datang ke Kota Bekasi dengan harapan bertemu sanak keluarganya untuk meminta bantuan modal usaha. Berbekal uang sebesar Rp300 ribu yang diperoleh dari hasil meminjam kepada tetangganya di kampung, Greini berangkat menuju Kota Bekasi. Namun harapannya tidak berjalan sesuai rencana. Alamat yang dituju sulit ditemukan, sementara nomor telepon yang dimilikinya tidak dapat dihubungi. Selama hampir 10 hari, Greini berkeliling Kota Bekasi mencari keberadaan keluarganya. Seluruh bekal yang dibawanya habis untuk kebutuhan makan dan transportasi. Dalam kondisi kebingungan dan tanpa biaya untuk kembali ke kampung halaman, ia akhirnya mendatangi Polres Metro Bekasi Kota untuk memohon pertolongan. “Petugas kepolisian kemudian memberikan surat pengantar agar Greini mendapatkan bantuan dari BAZNAS Kota Bekasi,” kata Greini saat ditemui di kantor Baznas, Selasa (30/6/2026). Setibanya di Kantor BAZNAS Kota Bekasi di Jalan Belut Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Greini diterima oleh petugas layanan mustahik. Setelah mendengarkan kisah yang dialaminya, BAZNAS langsung memberikan layanan kepada Greini sebagai penerima manfaat kategori asnaf Ibnu Sabil. Wakil Ketua BAZNAS Kota Bekasi Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Ahmad Tasori, bahkan mengantar Greini secara langsung menuju Stasiun Bekasi agar dapat kembali ke kampung halamannya dengan aman. Dalam perjalanan menuju stasiun, keduanya berbincang hangat. Greini menceritakan perjuangan hidupnya sebagai seorang ibu yang tetap berusaha mencari tambahan modal demi mempertahankan usahanya. Sementara itu, Ahmad Tasori memberikan semangat agar ia tidak kehilangan harapan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya. Ahmad Tasori mengatakan bahwa pelayanan kepada Greini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Bekasi dalam memuliakan para mustahik, khususnya mereka yang masuk dalam kategori asnaf Ibnu Sabil, yakni orang yang mengalami kesulitan atau kehabisan bekal dalam perjalanan. “Layanan ini merupakan amanah dari para muzaki, munfik, dan muhsinin yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Kota Bekasi. Berkat kepedulian mereka, kami dapat hadir membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk para musafir yang mengalami kesulitan di perjalanan,” ujar Ahmad Tasori. Ia menjelaskan bahwa BAZNAS Kota Bekasi terus berupaya menghadirkan pelayanan yang cepat, humanis, dan ramah terhadap kelompok rentan seperti lansia, sehingga mereka dapat memperoleh pertolongan dengan layak dan bermartabat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfik, dan para muhsinin yang telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan telah menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” katanya. Ahmad Tasori juga mengajak masyarakat Kota Bekasi untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Bekasi agar semakin banyak mustahik yang dapat dilayani. “Mari bersama-sama menjadi bagian dari ikhtiar memuliakan sesama. Semoga semakin banyak masyarakat yang mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak mustahik, termasuk para lansia dan asnaf Ibnu Sabil yang membutuhkan uluran tangan,” tutupnya.
BERITA30/06/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
Baznas Bekasi-Dompet Dhuafa Evakuasi Warga Lumpuh di Jatiasih
Baznas Bekasi-Dompet Dhuafa Evakuasi Warga Lumpuh di Jatiasih
BEKASI – Kepedulian terhadap warga prasejahtera terus diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi melalui kolaborasi bersama Dompet Dhuafa, Minggu (28/6/2026). Kedua lembaga amal dan kemanusiaan tersebut mengevakuasi seorang warga penyintas stroke yang hidup sebatang kara di wilayah Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, untuk selanjutnya dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Warga tersebut diketahui bernama Widiantoro (44), berasal dari Desa Patemon, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Selama berada di Kota Bekasi, Widiantoro tinggal seorang diri dengan kondisi kesehatan yang terus menurun akibat menderita stroke hingga mengalami kelumpuhan dan kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Rencananya, Widiantoro akan dipulangkan ke kampung halamannya menggunakan mobil ambulans agar dapat berkumpul kembali dengan keluarganya dan memperoleh pendampingan serta perawatan yang lebih baik. Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Bekasi, Syamsul Badri, mengatakan proses evakuasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai keberadaan seorang warga yang mengalami sakit stroke dan membutuhkan pertolongan. “Awalnya kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang warga yang mengalami stroke dan hidup seorang diri dalam kondisi yang sangat memprihatinkan di wilayah Kelurahan Jatiluhur. Setelah menerima laporan tersebut, kami langsung melakukan asesmen ke lokasi bersama tim,” ujar Syamsul Badri. Dari hasil asesmen, Baznas Kota Bekasi menilai bahwa Widiantoro membutuhkan penanganan segera, termasuk pemulangan ke daerah asalnya agar dapat kembali berada di lingkungan keluarga yang dapat memberikan perhatian dan dukungan selama proses pemulihan. Untuk mempercepat proses kemanusiaan tersebut, Baznas Kota Bekasi menggandeng Dompet Dhuafa dalam penyediaan layanan ambulans dan pendampingan selama perjalanan menuju Kabupaten Kebumen. Menurut Syamsul, kolaborasi antarlembaga kemanusiaan menjadi salah satu langkah efektif dalam memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kami mengucapkan terimaj kasih kepada Dompet Dhuafa yang turut berkolaborasi dalam proses evakuasi ini. Sinergi seperti ini sangat penting agar masyarakat yang membutuhkan bisa segera mendapatkan bantuan secara maksimal,” katanya. Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah melaporkan kondisi Widiantoro sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan warga yang membutuhkan bantuan sosial maupun layanan kemanusiaan. Insya Allah Baznas Kota Bekasi akan berupaya hadir memberikan solusi sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimiliki,” tambahnya. Melalui program kemanusiaan ini, Baznas Kota Bekasi kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat rentan, khususnya warga prasejahtera yang membutuhkan penanganan darurat, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga kemanusiaan demi menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
BERITA28/06/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
Tingkatkan Layanan Mustahik Baznas Kota Bekasi Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Tingkatkan Layanan Mustahik Baznas Kota Bekasi Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
KOTA BEKASI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat guna memastikan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tepat sasaran sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Seluruh bantuan yang disalurkan difokuskan kepada para mustahik yang termasuk dalam delapan kelompok penerima zakat (asnaf), dengan mengedepankan prinsip profesional, akuntabel, dan transparan. Sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Kota Bekasi, BAZNAS berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program bantuan reguler yang dapat diakses setiap hari kerja. Kantor layanan BAZNAS Kota Bekasi dibuka setiap Senin hingga Jumat, melayani pengajuan berbagai jenis bantuan sosial dan kemanusiaan. Ahmad Tasori, Wakil Ketua BAZNAS Kota Bekasi Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan menyampaikan bahwa setiap permohonan yang masuk akan melalui proses verifikasi dan asesmen agar bantuan yang diberikan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak sesuai kategori delapan asnaf. “Prinsip kami adalah memastikan setiap dana zakat yang dititipkan oleh para muzaki dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada mustahik yang memang membutuhkan. Oleh karena itu, setiap pengajuan dilakukan melalui proses administrasi dan survei lapangan sehingga penyalurannya sesuai ketentuan syariah dan tepat manfaat,” ujarnya. Dalam operasional sehari-hari, BAZNAS Kota Bekasi menerima rata-rata 30 hingga 45 berkas permohonan bantuan dari masyarakat. Permohonan tersebut berasal dari berbagai kategori kebutuhan, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga kebutuhan sosial lainnya dalam bentuk proposal. Pada sektor kesehatan, BAZNAS Kota Bekasi menyediakan berbagai layanan bantuan, di antaranya bantuan biaya pengobatan, serta penyediaan alat bantu kesehatan seperti kursi roda, tongkat bantu jalan, alat bantu dengar, dan berbagai kebutuhan medis lainnya bagi masyarakat kurang mampu. Sementara di bidang pendidikan, BAZNAS memberikan bantuan untuk tunggakan SPP bagi siswa tingkat SD, SMP, dan SMA yang berasal dari keluarga prasejahtera. Selain itu, tersedia pula bantuan penyelesaian tugas akhir atau skripsi bagi siswa, sehingga mereka dapat menyelesaikan pendidikan tanpa biaya tambahan. Tidak hanya itu, BAZNAS Kota Bekasi juga memberikan berbagai bantuan sosial lainnya, seperti bantuan biaya hidup, bantuan pengiriman, bantuan kematian, hingga pelunasan utang bagi mustahik kategori gharimin, yakni mereka yang memiliki utang karena kebutuhan yang diperbolehkan menurut syariat dan tidak mampu melunasinya. “Seluruh layanan tersebut merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam menghadirkan manfaat zakat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya. Selain program bantuan yang bersifat konsumtif, BAZNAS Kota Bekasi juga terus memperkuat program pendayagunaan zakat agar mampu memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program pendayagunaan tersebut meliputi penguatan ekonomi mustahik melalui bantuan modal usaha, pemberdayaan UMKM, pelatihan keterampilan, bantuan pendidikan berkelanjutan, program kesehatan masyarakat, hingga kegiatan sosial dan kemanusiaan lainnya. Dengan pendekatan tersebut, zakat tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi para penerima manfaat. BAZNAS Kota Bekasi berharap semakin banyak masyarakat yang mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi. Dukungan dari para muzaki, munfiq, dunia usaha, aparatur pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat yang dinilai sangat penting untuk memperluas manfaat program-program keumatan di Kota Bekasi. “Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menyalurkan zakat melalui BAZNAS, maka semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh warga Kota Bekasi. Kami mengajak seluruh muzaki dan munfiq untuk bersama-sama membangun kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional, amanah, transparan, dan akuntabel,” ujarnya. Melalui penguatan layanan serta peningkatan kualitas pengelolaan zakat, BAZNAS Kota Bekasi optimistis dapat terus menjadi mitra dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi angka kemiskinan, serta menghadirkan program-program pemberdayaan yang berkelanjutan demi terwujudnya Kota Bekasi yang lebih sejahtera dan berkeadilan.
BERITA24/06/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Bekasi.

Lihat Daftar Rekening →