WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

Dua Tahun Menatap Sunyinya Plafon Kamar, Senyum Mak Zubaedah Kembali Merekah Berkat Kursi Roda BAZNAS
Dua Tahun Menatap Sunyinya Plafon Kamar, Senyum Mak Zubaedah Kembali Merekah Berkat Kursi Roda BAZNAS
Bagi sebagian orang, dua tahun mungkin terasa berlalu begitu cepat. Namun bagi Zubaedah (56), kurun waktu tersebut adalah rangkaian hari panjang yang melelahkan. Sejak sepasang kakinya tak lagi mampu menopang tubuh akibat penyakit kronis yang dideritanya selama 15 tahun terakhir, dunia perempuan paruh baya ini langsung menyusut dan hanya sebatas hamparan kasur kapuk serta plafon kamarnya di RW 09, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi. Di dalam ruang sempit itu, ia hanya bisa memendam satu impian sederhana: ingin kembali melihat dunia luar dengan posisi tegak, bukan berbaring dalam kepasrahan. Harapan itu sebenarnya sempat melambung tinggi ketika seorang kerabat berbaik hati meminjamkan sebuah kursi roda. Sayang, asa tersebut layu sebelum berkembang. Alat bantu gerak itu terpaksa dikembalikan karena sang pemilik mendadak harus menggunakannya. Zubaedah pun terlempar kembali ke rutinitas lamanya, mendekap sepi dalam tatapan kosong. Namun takdir baik menjemputnya pada Kamis (16/7/2026). Air mata Zubaedah yang biasanya menetes karena menahan lara, hari itu tumpah menjadi aliran kebahagiaan. Sebuah kursi roda baru berkelir hitam mengkilap kini terparkir di ruang tamunya, menandai berakhirnya penantian panjang sang ibu. Binar Mata yang Sempat Redup Kehadiran Wakil Ketua BAZNAS Kota Bekasi Bidang Pendistribusian, Ahmad Tasori, yang mengantarkan langsung bantuan tersebut ke rumahnya, seketika mencairkan suasana. Zubaedah tak kuasa membendung tangis harunya. Dengan jemari yang gemetar menahan getar emosi, ia memeluk erat sandaran kursi roda barunya seolah takut kehilangan asa untuk kedua kalinya. “Terima kasih… terima kasih banyak BAZNAS. Akhirnya saya bisa keluar, bisa lihat matahari lagi,” isak Zubaedah terbata-bata dengan suara parau yang sarat rasa syukur. Bagi Zubaedah, sarana ini bukan sekadar alat bantu medis pengusir penat. Ini adalah tiket kebebasannya untuk kembali mereguk hangatnya mentari pagi, serta menyapa para tetangga yang selama bertahun-tahun ini suaranya hanya bisa ia dengar sayup-sayup dari balik dinding kamar. Titik balik ini tercipta berkat kepekaan Iskandar, Ketua RW 09 Kelurahan Jatikramat. Begitu menerima laporan mengenai kondisi memprihatinkan yang dialami salah satu warganya, Iskandar bergerak cepat tanpa menunda waktu. Ia segera menghimpun berkas administrasi dan mengajukan permohonan bantuan ke kantor BAZNAS Kota Bekasi. “Begitu saya memvalidasi kondisinya di lapangan, hari itu juga berkasnya saya urus. Alhamdulillah, birokrasi di BAZNAS Kota Bekasi sangat responsif dan tidak berbelit-belit. Tidak butuh waktu lama, permohonan kami langsung disetujui dan unitnya langsung dikirim hari ini,” ujar Iskandar dengan nada lega. Layanan Aktif: BAZNAS Selalu Siap Sedia Stok Alat Kesehatan Di lokasi yang sama, Ahmad Tasori menegaskan bahwa eksekusi cepat ini bisa terlaksana karena BAZNAS Kota Bekasi memiliki Program Bantuan Alat Kesehatan yang terstruktur. Program ini sengaja dirancang untuk merespons kasus-kasus darurat yang membutuhkan penanganan instan tanpa hambatan birokrasi. Ia mengungkapkan bahwa institusinya selalu memastikan ketersediaan (ready stock) alat bantu kesehatan seperti kursi roda, tongkat penyangga, hingga kasur dekubitus di gudang logistik mereka. Pola penyediaan stok ini sengaja diterapkan agar ketika ada laporan warga miskin yang sakit atau lumpuh masuk dan terverifikasi, bantuan bisa langsung diterjunkan tanpa perlu menunggu proses pengadaan yang memakan waktu lama. “Kami berkomitmen penuh untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang berada dalam jerat keterbatasan ekonomi dan kedaruratan medis. Kami tidak ingin warga menunggu lama dalam penderitaannya. Melihat senyum murni dan air mata bahagia Bu Zubaedah hari ini adalah energi terbesar bagi kerja-kerja kemanusiaan kami,” ungkap Ahmad Tasori di sela-sela penyerahan bantuan. Kini, lembaran baru dalam hidup Zubaedah resmi dimulai. Di atas kursi roda barunya, ia tidak hanya mendapatkan kembali kebebasan mobilitas fisiknya, tetapi juga merajut kembali martabat serta secercah harapan yang sempat redup di balik sunyinya kamar.
16/07/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
BAZNAS Kota Bekasi Pulangkan Lansia Terlantar, Layanan Ibnu Sabil Hadir Memuliakan Musafir yang Kesulitan
BAZNAS Kota Bekasi Pulangkan Lansia Terlantar, Layanan Ibnu Sabil Hadir Memuliakan Musafir yang Kesulitan
BEKASI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi kembali menghadirkan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan melalui program Layanan Mustahik Ramah Lansia untuk asnaf Ibnu Sabil. Program ini menjadi bukti nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan ekonomi, tetapi juga menjadi solusi bagi warga yang mengalami kesulitan dalam perjalanan. Penerima manfaat kali ini adalah Greini Andriani (60), seorang ibu dua anak asal Lingkungan Kantin RT 01 RW 08, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. Ia datang ke Kota Bekasi dengan harapan bertemu sanak keluarganya untuk meminta bantuan modal usaha. Berbekal uang sebesar Rp300 ribu yang diperoleh dari hasil meminjam kepada tetangganya di kampung, Greini berangkat menuju Kota Bekasi. Namun harapannya tidak berjalan sesuai rencana. Alamat yang dituju sulit ditemukan, sementara nomor telepon yang dimilikinya tidak dapat dihubungi. Selama hampir 10 hari, Greini berkeliling Kota Bekasi mencari keberadaan keluarganya. Seluruh bekal yang dibawanya habis untuk kebutuhan makan dan transportasi. Dalam kondisi kebingungan dan tanpa biaya untuk kembali ke kampung halaman, ia akhirnya mendatangi Polres Metro Bekasi Kota untuk memohon pertolongan. “Petugas kepolisian kemudian memberikan surat pengantar agar Greini mendapatkan bantuan dari BAZNAS Kota Bekasi,” kata Greini saat ditemui di kantor Baznas, Selasa (30/6/2026). Setibanya di Kantor BAZNAS Kota Bekasi di Jalan Belut Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Greini diterima oleh petugas layanan mustahik. Setelah mendengarkan kisah yang dialaminya, BAZNAS langsung memberikan layanan kepada Greini sebagai penerima manfaat kategori asnaf Ibnu Sabil. Wakil Ketua BAZNAS Kota Bekasi Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Ahmad Tasori, bahkan mengantar Greini secara langsung menuju Stasiun Bekasi agar dapat kembali ke kampung halamannya dengan aman. Dalam perjalanan menuju stasiun, keduanya berbincang hangat. Greini menceritakan perjuangan hidupnya sebagai seorang ibu yang tetap berusaha mencari tambahan modal demi mempertahankan usahanya. Sementara itu, Ahmad Tasori memberikan semangat agar ia tidak kehilangan harapan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya. Ahmad Tasori mengatakan bahwa pelayanan kepada Greini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kota Bekasi dalam memuliakan para mustahik, khususnya mereka yang masuk dalam kategori asnaf Ibnu Sabil, yakni orang yang mengalami kesulitan atau kehabisan bekal dalam perjalanan. “Layanan ini merupakan amanah dari para muzaki, munfik, dan muhsinin yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS Kota Bekasi. Berkat kepedulian mereka, kami dapat hadir membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk para musafir yang mengalami kesulitan di perjalanan,” ujar Ahmad Tasori. Ia menjelaskan bahwa BAZNAS Kota Bekasi terus berupaya menghadirkan pelayanan yang cepat, humanis, dan ramah terhadap kelompok rentan seperti lansia, sehingga mereka dapat memperoleh pertolongan dengan layak dan bermartabat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki, munfik, dan para muhsinin yang telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan telah menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” katanya. Ahmad Tasori juga mengajak masyarakat Kota Bekasi untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Bekasi agar semakin banyak mustahik yang dapat dilayani. “Mari bersama-sama menjadi bagian dari ikhtiar memuliakan sesama. Semoga semakin banyak masyarakat yang mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak mustahik, termasuk para lansia dan asnaf Ibnu Sabil yang membutuhkan uluran tangan,” tutupnya.
30/06/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
Baznas Bekasi-Dompet Dhuafa Evakuasi Warga Lumpuh di Jatiasih
Baznas Bekasi-Dompet Dhuafa Evakuasi Warga Lumpuh di Jatiasih
BEKASI – Kepedulian terhadap warga prasejahtera terus diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi melalui kolaborasi bersama Dompet Dhuafa, Minggu (28/6/2026). Kedua lembaga amal dan kemanusiaan tersebut mengevakuasi seorang warga penyintas stroke yang hidup sebatang kara di wilayah Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, untuk selanjutnya dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Warga tersebut diketahui bernama Widiantoro (44), berasal dari Desa Patemon, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Selama berada di Kota Bekasi, Widiantoro tinggal seorang diri dengan kondisi kesehatan yang terus menurun akibat menderita stroke hingga mengalami kelumpuhan dan kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Rencananya, Widiantoro akan dipulangkan ke kampung halamannya menggunakan mobil ambulans agar dapat berkumpul kembali dengan keluarganya dan memperoleh pendampingan serta perawatan yang lebih baik. Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Bekasi, Syamsul Badri, mengatakan proses evakuasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai keberadaan seorang warga yang mengalami sakit stroke dan membutuhkan pertolongan. “Awalnya kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang warga yang mengalami stroke dan hidup seorang diri dalam kondisi yang sangat memprihatinkan di wilayah Kelurahan Jatiluhur. Setelah menerima laporan tersebut, kami langsung melakukan asesmen ke lokasi bersama tim,” ujar Syamsul Badri. Dari hasil asesmen, Baznas Kota Bekasi menilai bahwa Widiantoro membutuhkan penanganan segera, termasuk pemulangan ke daerah asalnya agar dapat kembali berada di lingkungan keluarga yang dapat memberikan perhatian dan dukungan selama proses pemulihan. Untuk mempercepat proses kemanusiaan tersebut, Baznas Kota Bekasi menggandeng Dompet Dhuafa dalam penyediaan layanan ambulans dan pendampingan selama perjalanan menuju Kabupaten Kebumen. Menurut Syamsul, kolaborasi antarlembaga kemanusiaan menjadi salah satu langkah efektif dalam memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kami mengucapkan terimaj kasih kepada Dompet Dhuafa yang turut berkolaborasi dalam proses evakuasi ini. Sinergi seperti ini sangat penting agar masyarakat yang membutuhkan bisa segera mendapatkan bantuan secara maksimal,” katanya. Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah melaporkan kondisi Widiantoro sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan warga yang membutuhkan bantuan sosial maupun layanan kemanusiaan. Insya Allah Baznas Kota Bekasi akan berupaya hadir memberikan solusi sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimiliki,” tambahnya. Melalui program kemanusiaan ini, Baznas Kota Bekasi kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat rentan, khususnya warga prasejahtera yang membutuhkan penanganan darurat, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga kemanusiaan demi menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
28/06/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi

Agenda Pimpinan

Artikel Terbaru

22 Desember: Menghargai Cinta Tanpa Syarat Seorang Ibu
22 Desember: Menghargai Cinta Tanpa Syarat Seorang Ibu
Setiap tanggal 22 Desember, Indonesia memperingati Hari Ibu sebagai momen untuk mengenang dan menghargai peran besar seorang ibu dalam keluarga dan kehidupan sosial. Ibu adalah sosok yang dengan penuh cinta merawat, mendidik, serta mendoakan anak-anaknya tanpa pamrih. Dari tangan dan doa ibu, tumbuh nilai-nilai kebaikan, ketulusan, dan keteguhan yang membentuk karakter generasi penerus. Hari Ibu juga menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan seorang ibu. Waktu, tenaga, dan perasaan dicurahkan demi kebahagiaan keluarga, sering kali tanpa pernah meminta balasan. Kasih sayang ibu hadir dalam hal-hal sederhana, namun memiliki makna yang sangat mendalam bagi kehidupan anak-anaknya. Lebih dari sekadar peringatan tahunan, Hari Ibu mengajak kita untuk terus menghormati, menyayangi, dan berbakti kepada ibu setiap hari. Ucapan terima kasih, perhatian kecil, dan sikap hormat adalah bentuk penghargaan nyata atas cinta dan doa yang tak pernah terputus. Selamat memperingati Hari Ibu, 22 Desember.
22/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
FAQ Seputar Beasiswa S2 BAZNAS Kota Bekasi
FAQ Seputar Beasiswa S2 BAZNAS Kota Bekasi
1. Siapa penerima beasiswa S2 BAZNAS Kota Bekasi? Beasiswa ini diberikan hanya untuk guru madrasah dan guru pesantren yang ber-KTP Kota Bekasi dan sudah mengajar minimal 5 (lima) tahun di lembaga tersebut, dibuktikan dengan surat keterangan. Lokasi pesantren atau madrasah berada di wilayah Kota Bekasi. a. Yang dimaksud dengan madrasah adalah: institusi pendidikan Islam formal (MI, MTs, MA) di Kota Bekasi yang terdaftar dan berada di bawah tanggungjawab Kementerian Agama Kota Bekasi. b. Yang dimaksud pesantren adalah: institusi pendidikan Islam formal dan non formal di Kota Bekasi yang terdaftar, dibina, dan memiliki izin operasional (ijob) dari Kementerian Agama Kota Bekasi. 2. Bagaimana alur pendaftarannya? Silakan melengkapi berkas yang telah ditentukan, scan berkas tersebut untuk disubmit di https://bit.ly/PendaftaranGuruPonpes2025 (untuk guru pesantren) atau https://bit.ly/PendaftaranGuruMadrasah2025 (untuk guru madrasah). Setelah submit, berkas diserahkan ke kantor BAZNAS Kota Bekasi (ke bagian front office) di hari/ jam kerja. 3. Bagaimana mekanisme permohonan rekomendasi dari Kemenag Kota Bekasi? Rekomendasi guru madrasah melalui bagian Pendidikan Madrasah (PENMAD). Rekomendasi guru pesantren melalui bagian Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS). Permohonan rekomendasi disampaikan di jam/ hari kerja, langsung datang ke kantor Kemenag Kota Bekasi. 4. Apakah ini beasiswa penuh? Beasiswa S2 BAZNAS Kota Bekasi diberikan secara penuh selama 4 (empat) semester, sampai wisuda. Jika waktu studi lebih dari waktu yang ditetapkan, mahasiswa diminta untuk mengembalikan dana zakat yang telah ia terima (kecuali bila berhalangan tetap). Yang ditanggung oleh BAZNAS Kota Bekasi hanya biaya yang bersifat wajib dan langsung dibayarkan ke kampus. 5. Kuliah di jurusan/ kampus apa, dan mengapa? Kuliah di jurusan Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Islam ’45 (UNISMA) Bekasi. Jurusan tersebut dipilih karena relevan dengan kebutuhan guru pesantren dan madrasah, dalam rangka meningkatkan kapasitas dan mutu pendidikan di Kota Bekasi. 6. Teknis perkuliahan Jadwal perkuliahan akan diinformasikan oleh pihak kampus. Sebagai gambaran, angkatan sebelumnya menjalankan perkuliahan 2 (dua) hari dalam seminggu, di hari Jum’at dan Sabtu, dan dilakukan secara tatap muka (luring). 7. Guru dari pesantren/ madrasah yang pernah mendapat kuota beasiswa S2 apakah bisa mendaftar? Bisa, tapi demi pemerataan mengingat jumlah pesantren/ madrasah di Kota Bekasi cukup banyak, maka BAZNAS Kota Bekasi akan memprioritaskan guru pesantren/ madrasah yang belum pernah mendapat kuota beasiswa. Meski demikian, hasil seleksi adalah tolok ukur utama. 8. Apa kewajiban penerima beasiswa S2? a. Berprestasi & lulus tepat waktu b. Membantu mensosialisasikan dan mengumpulkan zakat, infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) di lingkungan masing-masing ke BAZNAS Kota Bekasi. c. Kewajiban lainnya yang bersifat sekunder.
10/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Bekasi

BAZNAS TV