WhatsApp Icon
Baznas Kota Bekasi Kembali Buka Beasiswa Satu Rumah Dhuafa Satu Sarjana

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi kembali membuka program Beasiswa Satu Dhuafa Satu Sarjana untuk angkatan ke-11 tahun akademik 2026. Program beasiswa penuh ini menjadi salah satu upaya BAZNAS memperluas akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus mendorong pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.

Melalui program tersebut, calon mahasiswa binaan BAZNAS diberikan kesempatan memilih program studi yang telah ditentukan panitia seleksi di empat perguruan tinggi yang bekerja sama dengan BAZNAS Kota Bekasi. Keempat kampus tersebut yakni Universitas Islam As-Syafi’iyah, Universitas Bani Saleh, STIT Al Marhalah Al Ulya, dan Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM-Indonesia).

Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Bekasi, Ahmad Tasori, mengatakan program beasiswa penuh tersebut bersumber dari dana zakat yang dikelola Baznas. Program ini merupakan bagian dari pendayagunaan zakat produktif yang diarahkan untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi para mustahik.

“Program beasiswa full ini diambil dari dana zakat yang dikelola Baznas Kota Bekasi dan termasuk dalam bidang pendayagunaan zakat produktif. Kami ingin zakat tidak hanya menyelesaikan kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup mustahik melalui pendidikan,” ujar Ahmad.

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, program Satu Rumah Dhuafa Satu Sarjana menjadi langkah strategis Baznas Kota Bekasi dalam membantu pemerintah daerah memberikan kesempatan yang lebih luas bagi keluarga kurang mampu agar anak-anak mereka dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Ini merupakan program strategis Baznas dalam membantu Pemerintah Kota Bekasi memberikan kesempatan kepada keluarga tidak mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi,” katanya.

Gratis, Tanpa Pungutan

Baznas Kota Bekasi juga menegaskan bahwa proses pendaftaran dan seleksi Beasiswa Satu Dhuafa Satu Sarjana tidak dipungut biaya alias gratis.

Calon peserta tidak perlu mengeluarkan biaya dalam proses pendaftaran maupun seleksi. Penegasan tersebut disampaikan untuk memastikan program dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat yang menjadi sasaran program.

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati apabila terdapat pihak yang mengatasnamakan panitia dan meminta sejumlah uang selama proses pendaftaran atau seleksi.

“Kami tegaskan bahwa pendaftaran Beasiswa Satu Dhuafa Satu Sarjana ini gratis. Tidak ada pungutan dalam proses pendaftaran maupun seleksi. Calon peserta tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun untuk mengikuti program ini, silahkan kunjungi semua platform resmi sosial media Baznas Kota Bekasi,” tegasnya.

Dari Pendidikan Menuju Kemandirian

Lebih dari sekadar memberikan biaya pendidikan, Baznas Kota Bekasi berharap program tersebut dapat menjadi investasi sosial yang menghasilkan perubahan jangka panjang bagi keluarga penerima manfaat.

Ia mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari kemampuan mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga dari kemampuan mereka membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah lulus.

“Output-nya adalah pengentasan kemiskinan. Kami berharap para lulusan mahasiswa binaan Baznas nantinya mampu terserap di dunia kerja, mandiri secara ekonomi, dan pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup keluarganya,” ujarnya.

Dengan dukungan dana zakat dari para muzaki, Baznas Kota Bekasi berupaya menjadikan pendidikan sebagai jalan menuju kemandirian. Anak-anak dari keluarga dhuafa tidak hanya dibantu untuk kuliah, tetapi dipersiapkan agar memiliki kompetensi, kesempatan kerja, dan masa depan yang lebih baik.

 

Program Satu Dhuafa Satu Sarjana pun diharapkan menjadi bagian dari gerakan zakat yang memberikan dampak berkelanjutan: dari zakat untuk pendidikan, dari pendidikan menuju kemandirian, dan dari kemandirian menuju kesejahteraan.

28/07/2026 | Kontributor: Humas Baznas Kota Bekasi
Zakat Bukan Sekadar Memberi, Tapi Memberdayakan

Zakat sering dipahami sebagai bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Namun, zakat sejatinya memiliki peran yang jauh lebih luas. Zakat merupakan instrumen sosial dan ekonomi Islam yang bertujuan menciptakan keadilan, mengurangi kesenjangan, serta mendorong kesejahteraan umat secara berkelanjutan.

Tidak hanya membersihkan harta, zakat juga membangun solidaritas sosial. Ketika dikelola secara amanah dan profesional, zakat mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan kemiskinan dan keterbatasan akses ekonomi.

1.      Zakat untuk Kemandirian

Perbedaan utama zakat dengan bantuan sosial pada umumnya terletak pada orientasinya. Zakat tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi diarahkan untuk menciptakan kemandirian. Melalui zakat produktif, dana zakat dimanfaatkan untuk modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan ekonomi bagi masyarakat prasejahtera.

Pendekatan ini memberi kesempatan kepada mustahik untuk meningkatkan pendapatan dan kualitas hidupnya. Zakat pun bertransformasi dari sekadar bantuan menjadi sarana pemberdayaan yang mendorong perubahan jangka panjang.

2.      Peran BAZNAS dalam Pemberdayaan Umat

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS berperan memastikan zakat dikelola secara transparan, profesional, dan tepat sasaran. Melalui berbagai program pemberdayaan, BAZNAS membantu pelaku usaha kecil, membuka akses pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan komunitas.

Program-program tersebut menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi solusi sosial yang efektif jika dikelola dengan baik dan berorientasi pada dampak.

3.      Zakat di Era Digital

Kemajuan teknologi memudahkan masyarakat menunaikan zakat secara digital. Proses yang cepat, aman, dan transparan mendorong partisipasi masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Zakat digital menjadi sarana untuk memperluas manfaat zakat agar lebih tepat sasaran dan berdampak luas.

Pada akhirnya, zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan investasi sosial untuk membangun kesejahteraan bersama.

Zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang memberdayakan dan menumbuhkan kehidupan.

06/02/2026 | Kontributor: Deni Sya'bani Earhani
22 Desember: Menghargai Cinta Tanpa Syarat Seorang Ibu

Setiap tanggal 22 Desember, Indonesia memperingati Hari Ibu sebagai momen untuk mengenang dan menghargai peran besar seorang ibu dalam keluarga dan kehidupan sosial. Ibu adalah sosok yang dengan penuh cinta merawat, mendidik, serta mendoakan anak-anaknya tanpa pamrih. Dari tangan dan doa ibu, tumbuh nilai-nilai kebaikan, ketulusan, dan keteguhan yang membentuk karakter generasi penerus.

Hari Ibu juga menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan seorang ibu. Waktu, tenaga, dan perasaan dicurahkan demi kebahagiaan keluarga, sering kali tanpa pernah meminta balasan. Kasih sayang ibu hadir dalam hal-hal sederhana, namun memiliki makna yang sangat mendalam bagi kehidupan anak-anaknya.

Lebih dari sekadar peringatan tahunan, Hari Ibu mengajak kita untuk terus menghormati, menyayangi, dan berbakti kepada ibu setiap hari. Ucapan terima kasih, perhatian kecil, dan sikap hormat adalah bentuk penghargaan nyata atas cinta dan doa yang tak pernah terputus. Selamat memperingati Hari Ibu, 22 Desember.

22/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bekasi
FAQ Seputar Beasiswa S2 BAZNAS Kota Bekasi

1.      Siapa penerima beasiswa S2 BAZNAS Kota Bekasi?

Beasiswa ini diberikan hanya untuk guru madrasah dan guru pesantren yang ber-KTP Kota Bekasi dan sudah mengajar minimal 5 (lima) tahun di lembaga tersebut, dibuktikan dengan surat keterangan. Lokasi pesantren atau madrasah berada di wilayah Kota Bekasi.

a.       Yang dimaksud dengan madrasah adalah: institusi pendidikan Islam formal (MI, MTs, MA) di Kota Bekasi yang terdaftar dan berada di bawah tanggungjawab Kementerian Agama Kota Bekasi.

b.       Yang dimaksud pesantren adalah: institusi pendidikan Islam formal dan non formal di Kota Bekasi yang terdaftar, dibina, dan memiliki izin operasional (ijob) dari Kementerian Agama Kota Bekasi. 

2.      Bagaimana alur pendaftarannya?

Silakan melengkapi berkas yang telah ditentukan, scan berkas tersebut untuk disubmit di https://bit.ly/PendaftaranGuruPonpes2025 (untuk guru pesantren) atau https://bit.ly/PendaftaranGuruMadrasah2025 (untuk guru madrasah). Setelah submit, berkas diserahkan ke kantor BAZNAS Kota Bekasi (ke bagian front office) di hari/ jam kerja.

3.      Bagaimana mekanisme permohonan rekomendasi dari Kemenag Kota Bekasi?

Rekomendasi guru madrasah melalui bagian Pendidikan Madrasah (PENMAD). Rekomendasi guru pesantren melalui bagian Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS). Permohonan rekomendasi disampaikan di jam/ hari kerja, langsung datang ke kantor Kemenag Kota Bekasi.

4.      Apakah ini beasiswa penuh?

Beasiswa S2 BAZNAS Kota Bekasi diberikan secara penuh selama 4 (empat) semester, sampai wisuda. Jika waktu studi lebih dari waktu yang ditetapkan, mahasiswa diminta untuk mengembalikan dana zakat yang telah ia terima (kecuali bila berhalangan tetap). Yang ditanggung oleh BAZNAS Kota Bekasi hanya biaya yang bersifat wajib dan langsung dibayarkan ke kampus.

5.       Kuliah di jurusan/ kampus apa, dan mengapa?

Kuliah di jurusan Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Islam ’45 (UNISMA) Bekasi. Jurusan tersebut dipilih karena relevan dengan kebutuhan guru pesantren dan madrasah, dalam rangka meningkatkan kapasitas dan mutu pendidikan di Kota Bekasi.

6.    Teknis perkuliahan

Jadwal perkuliahan akan diinformasikan oleh pihak kampus. Sebagai gambaran, angkatan sebelumnya menjalankan perkuliahan 2 (dua) hari dalam seminggu, di hari Jum’at dan Sabtu, dan dilakukan secara tatap muka (luring).

7.       Guru dari pesantren/ madrasah yang pernah mendapat kuota beasiswa S2 apakah bisa mendaftar?

Bisa, tapi demi pemerataan mengingat jumlah pesantren/ madrasah di Kota Bekasi cukup banyak, maka BAZNAS Kota Bekasi akan memprioritaskan guru pesantren/ madrasah yang belum pernah mendapat kuota beasiswa. Meski demikian, hasil seleksi adalah tolok ukur utama.

8.       Apa kewajiban penerima beasiswa S2?

a.       Berprestasi & lulus tepat waktu

b.       Membantu mensosialisasikan dan mengumpulkan zakat, infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) di lingkungan masing-masing ke BAZNAS Kota Bekasi.

c.       Kewajiban lainnya yang bersifat sekunder.

10/10/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bekasi

Artikel Terbaru

Baznas Kota Bekasi Kembali Buka Beasiswa Satu Rumah Dhuafa Satu Sarjana
Baznas Kota Bekasi Kembali Buka Beasiswa Satu Rumah Dhuafa Satu Sarjana
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi kembali membuka program Beasiswa Satu Dhuafa Satu Sarjana untuk angkatan ke-11 tahun akademik 2026. Program beasiswa penuh ini menjadi salah satu upaya BAZNAS memperluas akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus mendorong pengentasan kemiskinan melalui pendidikan. Melalui program tersebut, calon mahasiswa binaan BAZNAS diberikan kesempatan memilih program studi yang telah ditentukan panitia seleksi di empat perguruan tinggi yang bekerja sama dengan BAZNAS Kota Bekasi. Keempat kampus tersebut yakni Universitas Islam As-Syafi’iyah, Universitas Bani Saleh, STIT Al Marhalah Al Ulya, dan Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM-Indonesia). Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Bekasi, Ahmad Tasori, mengatakan program beasiswa penuh tersebut bersumber dari dana zakat yang dikelola Baznas. Program ini merupakan bagian dari pendayagunaan zakat produktif yang diarahkan untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi para mustahik. “Program beasiswa full ini diambil dari dana zakat yang dikelola Baznas Kota Bekasi dan termasuk dalam bidang pendayagunaan zakat produktif. Kami ingin zakat tidak hanya menyelesaikan kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup mustahik melalui pendidikan,” ujar Ahmad. Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, program Satu Rumah Dhuafa Satu Sarjana menjadi langkah strategis Baznas Kota Bekasi dalam membantu pemerintah daerah memberikan kesempatan yang lebih luas bagi keluarga kurang mampu agar anak-anak mereka dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. “Ini merupakan program strategis Baznas dalam membantu Pemerintah Kota Bekasi memberikan kesempatan kepada keluarga tidak mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi,” katanya. Gratis, Tanpa Pungutan Baznas Kota Bekasi juga menegaskan bahwa proses pendaftaran dan seleksi Beasiswa Satu Dhuafa Satu Sarjana tidak dipungut biaya alias gratis. Calon peserta tidak perlu mengeluarkan biaya dalam proses pendaftaran maupun seleksi. Penegasan tersebut disampaikan untuk memastikan program dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat yang menjadi sasaran program. Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati apabila terdapat pihak yang mengatasnamakan panitia dan meminta sejumlah uang selama proses pendaftaran atau seleksi. “Kami tegaskan bahwa pendaftaran Beasiswa Satu Dhuafa Satu Sarjana ini gratis. Tidak ada pungutan dalam proses pendaftaran maupun seleksi. Calon peserta tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun untuk mengikuti program ini, silahkan kunjungi semua platform resmi sosial media Baznas Kota Bekasi,” tegasnya. Dari Pendidikan Menuju Kemandirian Lebih dari sekadar memberikan biaya pendidikan, Baznas Kota Bekasi berharap program tersebut dapat menjadi investasi sosial yang menghasilkan perubahan jangka panjang bagi keluarga penerima manfaat. Ia mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari kemampuan mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga dari kemampuan mereka membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah lulus. “Output-nya adalah pengentasan kemiskinan. Kami berharap para lulusan mahasiswa binaan Baznas nantinya mampu terserap di dunia kerja, mandiri secara ekonomi, dan pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup keluarganya,” ujarnya. Dengan dukungan dana zakat dari para muzaki, Baznas Kota Bekasi berupaya menjadikan pendidikan sebagai jalan menuju kemandirian. Anak-anak dari keluarga dhuafa tidak hanya dibantu untuk kuliah, tetapi dipersiapkan agar memiliki kompetensi, kesempatan kerja, dan masa depan yang lebih baik. Program Satu Dhuafa Satu Sarjana pun diharapkan menjadi bagian dari gerakan zakat yang memberikan dampak berkelanjutan: dari zakat untuk pendidikan, dari pendidikan menuju kemandirian, dan dari kemandirian menuju kesejahteraan.
ARTIKEL28/07/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
Zakat Bukan Sekadar Memberi, Tapi Memberdayakan
Zakat Bukan Sekadar Memberi, Tapi Memberdayakan
Zakat sering dipahami sebagai bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Namun, zakat sejatinya memiliki peran yang jauh lebih luas. Zakat merupakan instrumen sosial dan ekonomi Islam yang bertujuan menciptakan keadilan, mengurangi kesenjangan, serta mendorong kesejahteraan umat secara berkelanjutan. Tidak hanya membersihkan harta, zakat juga membangun solidaritas sosial. Ketika dikelola secara amanah dan profesional, zakat mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan kemiskinan dan keterbatasan akses ekonomi. 1. Zakat untuk Kemandirian Perbedaan utama zakat dengan bantuan sosial pada umumnya terletak pada orientasinya. Zakat tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi diarahkan untuk menciptakan kemandirian. Melalui zakat produktif, dana zakat dimanfaatkan untuk modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan ekonomi bagi masyarakat prasejahtera. Pendekatan ini memberi kesempatan kepada mustahik untuk meningkatkan pendapatan dan kualitas hidupnya. Zakat pun bertransformasi dari sekadar bantuan menjadi sarana pemberdayaan yang mendorong perubahan jangka panjang. 2. Peran BAZNAS dalam Pemberdayaan Umat Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS berperan memastikan zakat dikelola secara transparan, profesional, dan tepat sasaran. Melalui berbagai program pemberdayaan, BAZNAS membantu pelaku usaha kecil, membuka akses pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan komunitas. Program-program tersebut menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi solusi sosial yang efektif jika dikelola dengan baik dan berorientasi pada dampak. 3. Zakat di Era Digital Kemajuan teknologi memudahkan masyarakat menunaikan zakat secara digital. Proses yang cepat, aman, dan transparan mendorong partisipasi masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Zakat digital menjadi sarana untuk memperluas manfaat zakat agar lebih tepat sasaran dan berdampak luas. Pada akhirnya, zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan investasi sosial untuk membangun kesejahteraan bersama. Zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang memberdayakan dan menumbuhkan kehidupan.
ARTIKEL06/02/2026 | Deni Sya'bani Earhani
22 Desember: Menghargai Cinta Tanpa Syarat Seorang Ibu
22 Desember: Menghargai Cinta Tanpa Syarat Seorang Ibu
Setiap tanggal 22 Desember, Indonesia memperingati Hari Ibu sebagai momen untuk mengenang dan menghargai peran besar seorang ibu dalam keluarga dan kehidupan sosial. Ibu adalah sosok yang dengan penuh cinta merawat, mendidik, serta mendoakan anak-anaknya tanpa pamrih. Dari tangan dan doa ibu, tumbuh nilai-nilai kebaikan, ketulusan, dan keteguhan yang membentuk karakter generasi penerus. Hari Ibu juga menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan seorang ibu. Waktu, tenaga, dan perasaan dicurahkan demi kebahagiaan keluarga, sering kali tanpa pernah meminta balasan. Kasih sayang ibu hadir dalam hal-hal sederhana, namun memiliki makna yang sangat mendalam bagi kehidupan anak-anaknya. Lebih dari sekadar peringatan tahunan, Hari Ibu mengajak kita untuk terus menghormati, menyayangi, dan berbakti kepada ibu setiap hari. Ucapan terima kasih, perhatian kecil, dan sikap hormat adalah bentuk penghargaan nyata atas cinta dan doa yang tak pernah terputus. Selamat memperingati Hari Ibu, 22 Desember.
ARTIKEL22/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
FAQ Seputar Beasiswa S2 BAZNAS Kota Bekasi
FAQ Seputar Beasiswa S2 BAZNAS Kota Bekasi
1. Siapa penerima beasiswa S2 BAZNAS Kota Bekasi? Beasiswa ini diberikan hanya untuk guru madrasah dan guru pesantren yang ber-KTP Kota Bekasi dan sudah mengajar minimal 5 (lima) tahun di lembaga tersebut, dibuktikan dengan surat keterangan. Lokasi pesantren atau madrasah berada di wilayah Kota Bekasi. a. Yang dimaksud dengan madrasah adalah: institusi pendidikan Islam formal (MI, MTs, MA) di Kota Bekasi yang terdaftar dan berada di bawah tanggungjawab Kementerian Agama Kota Bekasi. b. Yang dimaksud pesantren adalah: institusi pendidikan Islam formal dan non formal di Kota Bekasi yang terdaftar, dibina, dan memiliki izin operasional (ijob) dari Kementerian Agama Kota Bekasi. 2. Bagaimana alur pendaftarannya? Silakan melengkapi berkas yang telah ditentukan, scan berkas tersebut untuk disubmit di https://bit.ly/PendaftaranGuruPonpes2025 (untuk guru pesantren) atau https://bit.ly/PendaftaranGuruMadrasah2025 (untuk guru madrasah). Setelah submit, berkas diserahkan ke kantor BAZNAS Kota Bekasi (ke bagian front office) di hari/ jam kerja. 3. Bagaimana mekanisme permohonan rekomendasi dari Kemenag Kota Bekasi? Rekomendasi guru madrasah melalui bagian Pendidikan Madrasah (PENMAD). Rekomendasi guru pesantren melalui bagian Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS). Permohonan rekomendasi disampaikan di jam/ hari kerja, langsung datang ke kantor Kemenag Kota Bekasi. 4. Apakah ini beasiswa penuh? Beasiswa S2 BAZNAS Kota Bekasi diberikan secara penuh selama 4 (empat) semester, sampai wisuda. Jika waktu studi lebih dari waktu yang ditetapkan, mahasiswa diminta untuk mengembalikan dana zakat yang telah ia terima (kecuali bila berhalangan tetap). Yang ditanggung oleh BAZNAS Kota Bekasi hanya biaya yang bersifat wajib dan langsung dibayarkan ke kampus. 5. Kuliah di jurusan/ kampus apa, dan mengapa? Kuliah di jurusan Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Islam ’45 (UNISMA) Bekasi. Jurusan tersebut dipilih karena relevan dengan kebutuhan guru pesantren dan madrasah, dalam rangka meningkatkan kapasitas dan mutu pendidikan di Kota Bekasi. 6. Teknis perkuliahan Jadwal perkuliahan akan diinformasikan oleh pihak kampus. Sebagai gambaran, angkatan sebelumnya menjalankan perkuliahan 2 (dua) hari dalam seminggu, di hari Jum’at dan Sabtu, dan dilakukan secara tatap muka (luring). 7. Guru dari pesantren/ madrasah yang pernah mendapat kuota beasiswa S2 apakah bisa mendaftar? Bisa, tapi demi pemerataan mengingat jumlah pesantren/ madrasah di Kota Bekasi cukup banyak, maka BAZNAS Kota Bekasi akan memprioritaskan guru pesantren/ madrasah yang belum pernah mendapat kuota beasiswa. Meski demikian, hasil seleksi adalah tolok ukur utama. 8. Apa kewajiban penerima beasiswa S2? a. Berprestasi & lulus tepat waktu b. Membantu mensosialisasikan dan mengumpulkan zakat, infak, sedekah (ZIS) dan dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) di lingkungan masing-masing ke BAZNAS Kota Bekasi. c. Kewajiban lainnya yang bersifat sekunder.
ARTIKEL10/10/2025 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Bekasi.

Lihat Daftar Rekening →