WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
Statistik

Berita Terkini

BAZNAS Bantu Mr. X, Pemulung Telantar dan Sakit Gula
BAZNAS Bantu Mr. X, Pemulung Telantar dan Sakit Gula
Jum’at sore (16/10) seorang relawan LPB MUI Kota Bekasi mendatangi kantor BAZNAS Kota Bekasi. Ia melaporkan ada orang telantar di sekitaran Jl. Kemakmuran, Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dengan kondisi sakit; kakinya terluka cukup parah karena penyakit gula. Akhirnya orang telantar yang dalam berkas administrasi diberi nama Mr. X dibawa ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi. Di RSUD, Mr. X mendapat perawatan intensif serta fasilitas medis yang memadai. “Waktu kami temukan dan bawa ke RSUD kondisinya sudah terbaring, tidak bisa berdiri. Harus dibawa ke rumah sakit,” ungkap relawan, Nasrul, Senin, 19 Oktober 2026. Mr. X yang belakangan diketahui bernama Joko, 66 tahun, bekerja sebagai pemulung di Jl. Kemakmuran selama bertahun-tahun. Warga Tegal, Jawa Tengah, itu memang hidup sebatangkara, tidak lagi memiliki keluarga. Akhirnya ia memilih hidup menggelandang. Jika sudah sembuh, rencananya Joko akan ditempatkan di rumah singgah untuk sementara waktu. “Sebetulnya dulu sudah pernah sakit yang sama, dirawat di RSUD juga, tapi karena saya enggak punya rumah, enggak punya uang dan keluarga, akhirnya dibantu relawan, dibantu Dinsos juga. Sekarang dibantu BAZNAS, terima kasih buat semuanya yang sudah membantu,” kata Joko. Meski sudah dipenuhi kebutuhannya, Nasrul menyebut terdapat beberapa keperluan yang dibutuhkan Joko, laiknya popok, air minum, tisu, dan barang-barang pribadi lainnya. Penyerahan bantuan juga disaksikan langsung oleh pihak Manager on Duty (MOD) RSUD CAM Kota Bekasi, sebagai bagian dari sinergi antar-lembaga. “Karena yang dikelola oleh BAZNAS Kota Bekasi adalah dana zakat, infak, sedekah yang berasal dari ASN di Kota Bekasi, maka kami ajak OPD dan lembaga pemerintah untuk terlibat dalam proses penyaluran bantuan, agar transparan, sehingga muncul trust,” ungkap Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi Syamsul Badri Islamy.
20/10/2026 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
Ibnu Sabil Asal Kepri Ini Kembali Ke Kota Bekasi untuk Berterima Kasih
Ibnu Sabil Asal Kepri Ini Kembali Ke Kota Bekasi untuk Berterima Kasih
Seorang pria datang ke kantor BAZNAS Kota Bekasi dengan air muka yang begitu cerah. Ia mencari amil BAZNAS Kota Bekasi yang dulu pernah membantunya. Ditanya-tanya petugas, ia cuma bilang ingin berterima kasih. “Berterima kasih untuk apa?” tanya Ludi, tim media BAZNAS, kepada pria tersebut. “Karena saya dulu dibantu sampai bisa pulang kampung,” kata pria yang belakangan diketahui bernama Andi Laksamana, warga Perum Cipta Permata Recidence RT 004 RW 004 Desa Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Senin, 19 Oktober 2026. Perihal siapa amil yang membantunya, ia lupa nama, tetapi kemudian ingatannya samar-sama kembali saat ditemui Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi Syamsul Badri Islamy. “Iya, kayaknya beliau,” kata Andi, meski agak ragu. Syamsul sendiri sama sekali lupa dengan sosok Andi. Setelah ditelusuri di berkas administrasi, Andi memang pernah dibantu BAZNAS Kota Bekasi untuk pulang kampung ke Kepri pada 12 Februari 2026. Saat itu Andi tengah melakukan perjalanan dari Cilacap menuju kampung halamannya tetapi kehabisan bekal sesampainya di Kota Bekasi. “Waktu itu saya diantarkan ke terminal, dibelikan tiket kalau tidak salah seharga Rp350 ribu. Memang tidak sampai di depan rumah, tapi dengan bantuan tiket bus saja sudah sangat membantu saya sampai di Kepri. Saya selalu ingat momen itu, dan bertekad untuk mampir ke BAZNAS kalau ke Bekasi,” ujar pria 48 tahun itu. Selain lupa, Syamsul mengaku tak menyangka akan ada ibnu sabil, apalagi dari tempat yang cukup jauh, kembali ke Kota Bekasi sekadar untuk mengucapkan terima kasih dan memberikan buah tangan. Ia pun mendoakan semoga hidup baru yang tengah diupayakan Andi mendapat kemudahan. “Karena membantu warga yang membutuhkan sudah menjadi tugas harian seorang amil, tidak ada intensi apa pun dalam menjalankan kewajiban tersebut, dan apalagi itu memang sudah menjadi hak mereka, jadi kami cukup surprise kalau ada yang bela-belain jauh-jauh ke Bekasi ‘hanya’ untuk berterima kasih,” pungkasnya.
19/10/2026 | Humas BAZNAS Kota Bekasi
Santuni Warga Pomel yang Terseret Ombak di Sukabumi
Santuni Warga Pomel yang Terseret Ombak di Sukabumi
Niat hati touring bersama tujuh orang kawannya, Muhammad Zubair (18 tahun) dan Zaki (17 tahun), terseret ombak di Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Jasad warga Jl. Bojong Nangka 4 No 22 RT 002 RW 008 Kel. Jatirahayu, Kec. Pondok Melati, Kota Bekasi itu baru ditemukan tiga hari kemudian di hari Selasa (13/10), lalu dibawa ke RSUD Jampang Kulon, untuk kemudian dijemput keluarga. “Yang nemuin pun nelayan sebab selama tiga hari Tim SAR sudah nyari-nyari tapi belum ketemu,” kata Saini Rusmini, ibunda Zubair, saat menerima tim BAZNAS Kota Bekasi di kediamannya pada Jum’at, 16 Oktober 2026. BAZNAS Kota Bekasi takziyah ke rumah almarhum Zubair sekaligus menyerahkan santunan duka. Bantuan yang diberikan merupakan dana zakat/ infak yang berasal dari para muzaki/ munfik yang dikelola oleh BAZNAS. Saini menyampaikan terima kasih atas bantuan yang beliau terima. Ibu tiga anak tersebut sempat cerita bahwa kepergian putranya cukup membuatnya terpukul, apalagi suaminya belum genap setahun meninggal. Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi Syamsul Badri Islamy menyampaikan pertamakali mendengar ada kabar warga Pondok Melati tenggelam di Sukabumi dari relawan di Pondok Melati. “Segera kami tugaskan relawan untuk kroscek, lalu memproses pemberkasan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Tidak lama setelahnya, bantuan langsung kami antarkan kepada keluarga almarhum,” kata Syamsul. Ia juga mengajak masyarakat Kota Bekasi untuk mendoakan Zubair dan Zaki, semoga almarhum diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
16/10/2026 | Humas BAZNAS Kota Bekasi

Agenda Pimpinan

Berita Pendistribusian

Santuni Warga Pomel yang Terseret Ombak di Sukabumi
Santuni Warga Pomel yang Terseret Ombak di Sukabumi
Niat hati touring bersama tujuh orang kawannya, Muhammad Zubair (18 tahun) dan Zaki (17 tahun), terseret ombak di Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.   Jasad warga Jl. Bojong Nangka 4 No 22 RT 002 RW 008 Kel. Jatirahayu, Kec. Pondok Melati, Kota Bekasi itu baru ditemukan tiga hari kemudian di hari Selasa (13/10), lalu dibawa ke RSUD Jampang Kulon, untuk kemudian dijemput keluarga.   “Yang nemuin pun nelayan sebab selama tiga hari Tim SAR sudah nyari-nyari tapi belum ketemu,” kata Saini Rusmini, ibunda Zubair, saat menerima tim BAZNAS Kota Bekasi di kediamannya pada Jum’at, 16 Oktober 2026.   BAZNAS Kota Bekasi takziyah ke rumah almarhum Zubair sekaligus menyerahkan santunan duka. Bantuan yang diberikan merupakan dana zakat/ infak yang berasal dari para muzaki/ munfik yang dikelola oleh BAZNAS.   Saini menyampaikan terima kasih atas bantuan yang beliau terima. Ibu tiga anak tersebut sempat cerita bahwa kepergian putranya cukup membuatnya terpukul, apalagi suaminya belum genap setahun meninggal.   Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Bekasi Syamsul Badri Islamy menyampaikan pertamakali mendengar ada kabar warga Pondok Melati tenggelam di Sukabumi dari relawan di Pondok Melati.   “Segera kami tugaskan relawan untuk kroscek, lalu memproses pemberkasan sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Tidak lama setelahnya, bantuan langsung kami antarkan kepada keluarga almarhum,” kata Syamsul.   Ia juga mengajak masyarakat Kota Bekasi untuk mendoakan Zubair dan Zaki, semoga almarhum diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
16/10/2026 | Humas BAZNAS Kota Bekasi

Artikel Terbaru

Baznas Kota Bekasi Kembali Buka Beasiswa Satu Rumah Dhuafa Satu Sarjana
Baznas Kota Bekasi Kembali Buka Beasiswa Satu Rumah Dhuafa Satu Sarjana
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi kembali membuka program Beasiswa Satu Dhuafa Satu Sarjana untuk angkatan ke-11 tahun akademik 2026. Program beasiswa penuh ini menjadi salah satu upaya BAZNAS memperluas akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus mendorong pengentasan kemiskinan melalui pendidikan. Melalui program tersebut, calon mahasiswa binaan BAZNAS diberikan kesempatan memilih program studi yang telah ditentukan panitia seleksi di empat perguruan tinggi yang bekerja sama dengan BAZNAS Kota Bekasi. Keempat kampus tersebut yakni Universitas Islam As-Syafi’iyah, Universitas Bani Saleh, STIT Al Marhalah Al Ulya, dan Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM-Indonesia). Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Kota Bekasi, Ahmad Tasori, mengatakan program beasiswa penuh tersebut bersumber dari dana zakat yang dikelola Baznas. Program ini merupakan bagian dari pendayagunaan zakat produktif yang diarahkan untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi para mustahik. “Program beasiswa full ini diambil dari dana zakat yang dikelola Baznas Kota Bekasi dan termasuk dalam bidang pendayagunaan zakat produktif. Kami ingin zakat tidak hanya menyelesaikan kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup mustahik melalui pendidikan,” ujar Ahmad. Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk memutus mata rantai kemiskinan. Karena itu, program Satu Rumah Dhuafa Satu Sarjana menjadi langkah strategis Baznas Kota Bekasi dalam membantu pemerintah daerah memberikan kesempatan yang lebih luas bagi keluarga kurang mampu agar anak-anak mereka dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. “Ini merupakan program strategis Baznas dalam membantu Pemerintah Kota Bekasi memberikan kesempatan kepada keluarga tidak mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi,” katanya. Gratis, Tanpa Pungutan Baznas Kota Bekasi juga menegaskan bahwa proses pendaftaran dan seleksi Beasiswa Satu Dhuafa Satu Sarjana tidak dipungut biaya alias gratis. Calon peserta tidak perlu mengeluarkan biaya dalam proses pendaftaran maupun seleksi. Penegasan tersebut disampaikan untuk memastikan program dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat yang menjadi sasaran program. Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati apabila terdapat pihak yang mengatasnamakan panitia dan meminta sejumlah uang selama proses pendaftaran atau seleksi. “Kami tegaskan bahwa pendaftaran Beasiswa Satu Dhuafa Satu Sarjana ini gratis. Tidak ada pungutan dalam proses pendaftaran maupun seleksi. Calon peserta tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun untuk mengikuti program ini, silahkan kunjungi semua platform resmi sosial media Baznas Kota Bekasi,” tegasnya. Dari Pendidikan Menuju Kemandirian Lebih dari sekadar memberikan biaya pendidikan, Baznas Kota Bekasi berharap program tersebut dapat menjadi investasi sosial yang menghasilkan perubahan jangka panjang bagi keluarga penerima manfaat. Ia mengatakan keberhasilan program tidak hanya diukur dari kemampuan mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga dari kemampuan mereka membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah lulus. “Output-nya adalah pengentasan kemiskinan. Kami berharap para lulusan mahasiswa binaan Baznas nantinya mampu terserap di dunia kerja, mandiri secara ekonomi, dan pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup keluarganya,” ujarnya. Dengan dukungan dana zakat dari para muzaki, Baznas Kota Bekasi berupaya menjadikan pendidikan sebagai jalan menuju kemandirian. Anak-anak dari keluarga dhuafa tidak hanya dibantu untuk kuliah, tetapi dipersiapkan agar memiliki kompetensi, kesempatan kerja, dan masa depan yang lebih baik. Program Satu Dhuafa Satu Sarjana pun diharapkan menjadi bagian dari gerakan zakat yang memberikan dampak berkelanjutan: dari zakat untuk pendidikan, dari pendidikan menuju kemandirian, dan dari kemandirian menuju kesejahteraan.
28/07/2026 | Humas Baznas Kota Bekasi
Zakat Bukan Sekadar Memberi, Tapi Memberdayakan
Zakat Bukan Sekadar Memberi, Tapi Memberdayakan
Zakat sering dipahami sebagai bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Namun, zakat sejatinya memiliki peran yang jauh lebih luas. Zakat merupakan instrumen sosial dan ekonomi Islam yang bertujuan menciptakan keadilan, mengurangi kesenjangan, serta mendorong kesejahteraan umat secara berkelanjutan. Tidak hanya membersihkan harta, zakat juga membangun solidaritas sosial. Ketika dikelola secara amanah dan profesional, zakat mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan kemiskinan dan keterbatasan akses ekonomi. 1. Zakat untuk Kemandirian Perbedaan utama zakat dengan bantuan sosial pada umumnya terletak pada orientasinya. Zakat tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat, tetapi diarahkan untuk menciptakan kemandirian. Melalui zakat produktif, dana zakat dimanfaatkan untuk modal usaha, pelatihan keterampilan, dan pendampingan ekonomi bagi masyarakat prasejahtera. Pendekatan ini memberi kesempatan kepada mustahik untuk meningkatkan pendapatan dan kualitas hidupnya. Zakat pun bertransformasi dari sekadar bantuan menjadi sarana pemberdayaan yang mendorong perubahan jangka panjang. 2. Peran BAZNAS dalam Pemberdayaan Umat Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, BAZNAS berperan memastikan zakat dikelola secara transparan, profesional, dan tepat sasaran. Melalui berbagai program pemberdayaan, BAZNAS membantu pelaku usaha kecil, membuka akses pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan komunitas. Program-program tersebut menunjukkan bahwa zakat dapat menjadi solusi sosial yang efektif jika dikelola dengan baik dan berorientasi pada dampak. 3. Zakat di Era Digital Kemajuan teknologi memudahkan masyarakat menunaikan zakat secara digital. Proses yang cepat, aman, dan transparan mendorong partisipasi masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Zakat digital menjadi sarana untuk memperluas manfaat zakat agar lebih tepat sasaran dan berdampak luas. Pada akhirnya, zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan investasi sosial untuk membangun kesejahteraan bersama. Zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang memberdayakan dan menumbuhkan kehidupan.
06/02/2026 | Deni Sya'bani Earhani
22 Desember: Menghargai Cinta Tanpa Syarat Seorang Ibu
22 Desember: Menghargai Cinta Tanpa Syarat Seorang Ibu
Setiap tanggal 22 Desember, Indonesia memperingati Hari Ibu sebagai momen untuk mengenang dan menghargai peran besar seorang ibu dalam keluarga dan kehidupan sosial. Ibu adalah sosok yang dengan penuh cinta merawat, mendidik, serta mendoakan anak-anaknya tanpa pamrih. Dari tangan dan doa ibu, tumbuh nilai-nilai kebaikan, ketulusan, dan keteguhan yang membentuk karakter generasi penerus. Hari Ibu juga menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan seorang ibu. Waktu, tenaga, dan perasaan dicurahkan demi kebahagiaan keluarga, sering kali tanpa pernah meminta balasan. Kasih sayang ibu hadir dalam hal-hal sederhana, namun memiliki makna yang sangat mendalam bagi kehidupan anak-anaknya. Lebih dari sekadar peringatan tahunan, Hari Ibu mengajak kita untuk terus menghormati, menyayangi, dan berbakti kepada ibu setiap hari. Ucapan terima kasih, perhatian kecil, dan sikap hormat adalah bentuk penghargaan nyata atas cinta dan doa yang tak pernah terputus. Selamat memperingati Hari Ibu, 22 Desember.
22/12/2025 | Humas BAZNAS Kota Bekasi

BAZNAS TV

Berbagi Kurma Gratis

Penulis: Humas BAZNAS Kota Bekasi

Madrasah Tanggap Bencana

Penulis: Humas BAZNAS Kota Bekasi